Perempuan Rentan Jadi Target Politik Uang Pilkada

Ratna Dewi mengajak perempuan punya komitmen partisipatif mengubah budaya Pilkada menjadi lebih baik tanpa ada fasilitas dana. “Kami berharap perempuan apalagi memiliki organisasi yang sudah besar ikut memberikan pengawasan partisipatif, komitmen moral bahwa ini bukan kebutuhan penyelenggara tapi semua masyarakat juga organisasi. Kami gak mungkin kasih tapi kami bisa fasilitasi pertemuan sosialisasi seperti ini,” katanya.

Katanya, perempuan juga menjadi bagian penting menentukan keterpilihan calon perempuan atau calon yang mewakili kepentingan perempuan dalam keadilan dan kesetaraan. “Dalam menangkal politik uang ini, perempuan bisa melakukan kajian soal persoalan pemilu. Kalau ibu-ibu di sini memiliki inisiatif menjadi pengawas partisipatif misalnya ingin melakukan edukasi kami siap diundang dan datang tanpa diberi uang,” katanya.

Diharap, partisipasi perempuan ketika menggunakan hak pilih betul-betul berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang rasional bukan karena ada transaksi jual-beli suara. “Secara substansi sebenarnya pengawasan itu harus dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat termasuk perempuan yang punya kepentingan besar terhadap hasil Pilkada secara langsung ini diharapkan bisa nantinya berkontribusi positif terhadap ketentuan-ketentuan hak-hak kita yang kita inginkan dalam interaksi interaksi sosial,” katanya.

Ketua Bawaslu Medan Payung Harahap berharap semua ilmu yang diberikan oleh Bawaslu RI, Ratna Dewi dapat diterima oleh para perempuan yang hadir dalam sosialisasi dan dapat meningkatkan kualitas pemilu di Kota Medan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *