Polisi Amankan 51 Mahasiswa Berstatus Aktif

Medanoke.com – Medan, Sebanyak 55 orang mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa 24 September 2019, diamankan polisi. Dimana 51 diantaranya adalah mahasiswa yang statusnya masih aktif di berbagai perguruan tinggi di Kota Medan.

Para mahasiswa itu tercatat dari Perguruan tinggi di Kota Medan, di antaranya Pancabudi, Triguna Dharma, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).

Kemudian, Universitas Medan Area (UMA), Potensi Utama, Politeknik Medan, Perguruan Tinggi Kimia Industri (PTKAI), Akademi Pariwisata Medan (Akpar), Universitas Harapan Medan dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Bukan itu saja, bahkan ada mahasiswa yang berasal dari Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Provinsi Aceh.

“Data yang kami dapat dan miliki, 51 mahasiswa yang diamankan berasal dari berbagai universitas di Kota Medan, ada juga dari UNIMAL Lhokseumawe, Provinsi Aceh,” jelas Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Rabu 25 September 2019.

Ada tujuh orang mahasiswa yang sakit, semua sudah pulih, status mereka masih saksi

Menurut Tatan, mahasiswa yang diamankan masih dilakukan pemeriksaan, mereka berstatus sebagai saksi. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan akan menjadi tersangka. Selain itu, ada juga mahasiswa yang kondisinya sakit.

“Semua masih dilakukan pemeriksaan dan pengembangan. Ada tujuh orang mahasiswa yang sakit, semua sudah pulih, status mereka masih saksi, jika terbukti melakukan pengrusakan, akan ditingkatkan sebagai tersangka sesuai dengan hukum,” ucap Tatan.

Sebagaimana diketahui, aksi ribuan mahasiswa di gedung DPRD Sumatera Utara, berakhir ricuh. Itu terjadi setelah mereka melempari gedung dewan dengan batu dan berbagai benda lainnya.

Personel kepolisian yang sejak semula bersiaga, akhirnya mengambil tindakan tegas menghalau massa dengan water cannon. Namun hal itu tidak membuat massa mundur, malah semakin beringas melempar gedung dewan dan personel kepolisian.

Gas air mata juga terpaksa dilepaskan untuk menghalau massa yang semakin beringas, dan secara perlahan massa mundur ke arah Lapangan Benteng.

Personel kepolisian terus maju menghalau mahasiswa yang sesekali masih melakukan pelemparan batu ke arah petugas. Akibatnya, ada sekira delapan unit kendaraan milik kepolisian rusak, mahasiswa menolak keras UU KPK dan RKUHP.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *