Categories: HukumPOLRI

Diduga Ingkar Janji, Rostina Pakpahan Ancam Lapor ke Polda Sumut

Www.medanoke.con– Medan, Terkait jual beli lahan warisan milik Robinson Pakpahan, di Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, yang saat ini diatasnya tengah dibangun Komplek Maphilindo Harmony Palace, kembali dipertanyakan oleh ahli waris Rostina Pakpahan, Rabu (04/11).

Pasalnya, hingga saat ini, ia mengaku belum mendapat pelunasan dari pihak developer (pengembang), padahal bila sesuai dengan pernyataan dengan Sumurung Pakpahan, akan dilunasi bila proses di BPN (Badan Pertanahan Negara) Medan selesai.

Namun, hingga keseluruhan proses tersebut selesai, bahkan saat ini diatasnya telah berdiri tapak pembangunan perumahan, Rostina hanya dapat mengelus dada saja. Rostina menerima Rp 150 juta dari total Rp 500 juta total pelunasan. Hingga saat ini Sumurung, selaku salah seorang ahli waris dan juga bagian dari pihak developer, telah ingkar janji dan lari dari perjanjian yang ditanda tangani oleh PPATK/ Notaris Kota Medan, Mariana SH. Dalam surat akte notaris tersebut, ada 2 tahapan pembayaran; 1. Pembayaran sebesar Rp.150 juta (telah dibayar). 2. Rp.350 juta proses di BPN selesai.

“Saya meminta hak saya sesuai dengan surat pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh Sumurung dan Rostina diatas meterai yang mana dalam surat tersebut pihak Sumurung akan melunasi sisa pembayaran sebesar Rp 350 juta apabila tanah tersebut selesai proses di BPN. Atas tindakan ingkar janji dan WAN prestasi ini dan sebelumnya melalui pengacara, saya telah melayangkan Somasi” ungkap Rostina.

Lain halnya, Sumurung saat dikonfirmasi terkait permasalahan pembagian sesuai surat perjanjian antara kedua belah pihak menjawab, Menanggapi surat Saudara tertanggal 11 November 2024 yang saya terima tanggal 20 November 2024, bahwasanya Rostina Pakpahan selaku Client anda pada bulan Oktober 2024 telah bertanya terkait hal yang dimaksud didalam surat saudara, langsung kepada Notaris Mariama SH yg berlokasi di jalan Sikambing no 1 E, Silalas , kecamatan Medan Barat, kota Medan .
Perlu disampaikan bahwa kami ; Sumurung Pakpahan, Jonatan Pakpahan dan Rostina Pakpahan membuat surat pernyataan diatas kertas kop surat ,dihadapan Notaris tersebut.
Terkait hal itu , Notaris Mariama SH telah menjelaskan tentang waktu pembayaran sisa uang sebesar 350 juta rupiah.
Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi langsung Notaris Mariama SH.
Terimakasih, katanya melalui pesan WhatsApp nya.

Sebelumnya, dengan itikad baik, Rostina telah menemui mereka untuk berbicara secara kekeluargaan, namun ia malah mendapat perlakuan yang semena-mena dan tidak menyenangkan.

Terkait hal ini, Rostina akan segera memprosesnya secara hukum dan melaporkannya ke Polda Sumut untuk ditindaklanjuti.

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Recent Posts

Residivis Kasus Penikaman Diamankan Polsek Medan Area Setelah Ancam Bunuh Ibunya

Pelaku, Ferry Diansyah Sirait, yang mengancam akan membunuh ibunya karena tidak diberikan uang saat sedang…

2 hari ago

Lagi-lagi Coretax Tak Bisa di Akses, Ada Apa?

Medanoke.com | Dikutip dari laman pajak.go.id Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengumumkan bahwa aplikasi…

2 hari ago

AKBP Yon Edi Winara : Kebakaran Pajak TPO yang Menghanguskan 204 Kios Dipicu Sakit Hati

Kapolres Tanjung Balai, AKBP Yon Edi Winara SH SIK MH didampingi Kasat Reskrim, Iptu MK…

3 hari ago

Aktif Berjaga Selama Berlebaran, AKBP Yon Edi Winara SH SIK MH Himbau Personil Tetap Jaga Kesehatan

Kapolres Tanjung Balai, AKBP Yon Edi Winara SH SIK MH saat melakukan pengecekan ke Pos…

3 hari ago

AKBP Oloan Siahaan SIK MH Hadiri Keberangkatan Personil Yonif 126/KC ke Papua

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan SIK MH, disela-sela keberangkatan anggota TNI-AD dari Yonif 126/KC…

3 hari ago

Jelang Lebaran, AKBP Oloan Siahaan SIK MH Bagikan 30 Paket Sembako

Salah seorang warga Jalan Menteng II Gang Pelita, Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Area,…

5 hari ago

This website uses cookies.