Kisah Cerdik & Unik Saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

MedanOke.com,
Berbagai cerita unik telah terjadi tepat di bulan Agustus 78 tahun silam, saat Indonesia muda hendak memproklamirkan diri. suatu negara unik yang terdiri dari beribu suku bangsa & ras, yang juga mendiami beribu pulau disepanjang Nusantara, namun  menyatu & menyatakan telah merdeka melepaskan diri dari belenggu imprealis.

Seluruh Dunia tercengang saat Indonesia tampil terdepan di Asia Tenggara menyatakan Kemerdekaannya secara nyata. meski dunia mencatat Filipina sebagai negara yang pertama memproklamirkan diri pada tanggal 12 Juni 1898, namun hanya suatu pernyataan semu tanpa kuku, karena nyatanya Filipina masih terjajah. Proklamasi tersebut hanya tanda akhir penjajahan Spanyol selama kurang lebih 333 tahun. Republik Filipina harus menunggu hingga tahun 1946 untuk merdeka penuh dari Amerika Serikat setelah Tentara Dai Nippon berhasil diberamgus.

Kehadiran Indonesia sebagai sebagai suatu negara yang merdeka, berdaulat, mandiri secara Politik, Sosial, Pertahanan & Keamanan tak dipandang sebelah mata oleh dunia. Peran politik  bebas aktif Republik muda ini membuat bangsa Eropa yang terbagi jadi dua blok (blok Barat dan Timur) pasca Perang Dunia ke II (Ww II) menjadi rebutan, mereka saling berupaya mendapat simpati Indonesia dengan melakukan berbagai upaya. baik secara intelijen maupun kontra intelijen dalam menanamkan benih idealogi yang mereka usung (Kapitalis & Komunis) dengan harapan RI merapat dalam barisan (blok) mereka.

Namun, Republik yang meraih kemerdekaanya secara tak gampang jelas bukan Bangsa yang gampangan. Kemerdekaan yang diperoleh berkat (melalui) peran para pejuang & perjuangnya yang menyatakan “Merdeka Atau Mati” adalah “Perang Semesta Alam”, baik garis depan pertempuran maupun tehnik gerilya dari hutan ke hutan, yang sama mahal harganya, Harta atau Nyawa.

Tidak hanya sampai disitu, perjuangan dengan kekerasan pun masih juga harus ditempuh dengan  kecerdasan dalam melewati lika liku lorong gelapnya jalur delegasi & diplomasi.

(Ssstt…) Hal ini berbanding terbalik bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang mendapat “Hadiah Kemerdekaan” secara mudah dari Penjajah(nya) karena menurut tanpa menuntut.

Tuntutan percepat proklamir dari kaum muda itu merongrong sang abdi revolusi, berbagai konklusi dan perhitungan ketepatan waktu memaksa Ir Sukarno yang saat itu sedang sakit malaria berpikir jernih dan mau tak mau harus menurut untuk segera membacakan proklamasi, didampingi Moh.Hatta saat pembacaaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno didiagnosa mengalami gejala malaria tertian.

Bung Karno lantas beristirahat sejenak setelah disuntik dan diberi obat. Namun rasa sakit tak menghalangi Bung Karno untuk mengumandangkan tuntutan Kemerdekaan Indonesia pada dunia. Tepat pada saat yang dinanti-nanti, Sukarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Setelah upacara selesai, Bung Karno langsung kembali ke kamarnya dan istirahat.

Saat itu kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan sayup sayup gesekan biola WR Supratman pun mengiringi penaikan Sang Saka merah putih keatas puncaknya. Namun sebelum itu ukuran bendera terlampau kecil
Pada saat pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. berkembang cerita yang mengatakan bahwa Ibu Negara Fatmawati sebenarnya sudah menjahit sebuah bendera yang rencana akan dikibarkan pada hari kemerdekaan. Tetapi, ternyata ukuran bendera tersebut terlalu kecil untuk dikibarkan, karena hanya berukuran 50 sentimeter. Inisiatif Ibu Fatmawati menjadikan sprei berwarna putih miliknya pribadi yang ada di dalam lemarinya. untuk warna merahnya, Lukas Kastaryo mencari kain merah atas amanat Ibu Fatmawati. Kain merah pun didapat dari seorang penjual soto. Akhirnya, Ibu Fatmawati menjahit lagi bendera Merah Putih dari kain sprei & dari penjual soto.

Naskah Proklamasi yang sempat  menghilang juga menambah kejadian unik menjelang pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 78 tahun silam. Ternyata, menjelang pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, naskahnya mendadak hilang dan tidak ditemukan.

Untunglah, naskah tersebut sudah disalin oleh Sayuti Melik, dan akhirnya bisa dibacakan oleh Bung Karno. Uniknya lagi, naskah asli itu ditemukan di tempat sampah oleh seorang wartawan bernama BM. Diah.

Gegar suara Bung Karno yang selalu berkumandang jelang 17 an pun ternyata direkam ulang kembali. Saat ini rekaman suara Presiden RI yang pertama membacakan  proklamasi adalah rekaman ulang suara pada tahun 1951, yang kemudian disempurnakan & dikirimkan ke Lokananta pada 1959. Saat itu terknologi dokumentasi dan komunikasi adalah barang yang sangat langka dan mahal.

Proklamasi kemerdekaan yang sederhana
Upacara pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia amatlah sederhana. Tidak ada protokol yang resmi. Mikrofon atau pengeras suara yang dipakai untuk upacara itu pun dicuri dari stasiun radio milik Jepang. Bendera Merah Putih yang dikibarkan adalah hasil buah tangan Ibu Fatmawati. Sementara tiang bendera berasal dari batang bambu yang diambil dari belakang rumah Sukarno.(aSp/Ist)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Recent Posts

Stafsus Mendagri Tinjau Pengembangan Agribisnis Aren di Pesantren Al Hidayah, Dorong Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Deli Serdang, medanoke.com | Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Stafsus Mendagri) Bidang Keamanan dan Hukum,…

34 menit ago

Desak Kejatisu Periksa Wali Kota Binjai Terkait Dugaan Penyimpangan DIF, KAMAK Siapkan Aksi Jilid II

Medan, medanoke.com | Setelah menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati…

5 jam ago

KAMAK Siapkan Aksi Lebih Besar ke Kejatisu, Desak Usut Dugaan Penguasaan Puluhan Titik SPPG

Medan, medanoke.com | Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) memastikan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa…

11 jam ago

Pabrik Vape Narkoba Diduga Dikendalikan WNA, Sorotan Mengarah pada Potensi Celah Pengawasan Imigrasi di Sumut

Medan, medanoke.com | Terungkapnya pabrik vape mengandung narkotika yang diduga dikendalikan seorang warga negara asing (WNA)…

21 jam ago

Wakil Walikota Gorontalo Hadiri PLN Hijau, Sinergi Perlindungan Jamsostek

Gorontalo-medanoke.com Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Ia…

22 jam ago

This website uses cookies.