Categories: Bencana Alam

Dampak Bencana Banjir Bandang di Nisel, Sejumlah Kebutuhan Pokok Meroket

Salah satu warung yaitu milik Ama Yove Laia yang mengeluh akibat meroketnya sejumlah harga Bahan Bahan pokok di Nias selatan Kamis (4/12).   [RD]

Nias selatan, medanoke.com | Bencana alam berupa banjir bandang yang melanda wilayah Tapteng, Tapsel, dan Taput, serta kota Sibolga Sumatera Utara merenggut ratusan nyawa warga.

Selain merenggut ratusan nyawa, bencana ini juga berdampak pada infrastruktur. Bahkan infrastruktur pada sarana komunikasi juga menjadi rusak.

Di wilayah kabupaten Nias selatan sudah 8 hari jaringan Wi-fi tidak berfungsi dan masih tahap perbaikan, sementara jaringan data seluler sudah berfungsi Dua hari yang lalu, walaupun dengan kualitas sangat sangat rendah, sinyalnya hilang-hilang timbul menurut warga.

Selain itu, pantauan medanoke.com di lapangan Kamis, (4/12) sejumlah bahan  sembako  harganya meroket. Seperti harga cabai rawit di harga Rp.135.000-150.000 dari harga Rp.60.000/kg, harga telur satu papan di harga Rp.95.000 dari harga semula Rp.55.000. Harga Gas Elpiji juga tak luput harganya meroket dari harga Rp.20.000 ke harga Rp.30.000.

Selain itu, beras yang merupakan kebutuhan pokok sudah langka di pasaran bahkan sejumlah toko/kedai penjual beras tutup karena kehabisan stok.

Ina Anton (45 tahun) Salah seorang penjual sembako yg berhasil di wawancarai oleh medanoke.com mengatakan, “kami nggak berani buka toko kami karena nggak ada lagi stok beras, kami takut di serbu pembeli tetapi barang nya nggak ada, kami sudah pesan barang dari Medan tetapi nggak bisa tembus karena jalan antara tarutung -sibolga masih putus, demikian juga jalan dari arah padang Sidempuan ke sibolga masih belum bisa di lalui oleh kendaraan besar,” tutur Ina Anton.

Salah seorang warga Nias Selatan ama Yove Laia (35 tahun) yang juga memiliki usaha warung makan mie mengeluh karena meroketnya harga sembako ini di Nias selatan, dirinya berharap pemerintah pusat secepatnya memulihkan kondisi infrastruktur yang terputus dan fasilitas akses komunikasi dapat segera di pulih kan kembali.

“Khusus nya kepada pemerintah Nias selatan di bawah kepemimpinan Soʻkhiatuloʻ Laia, agar dapat melakukan “operasi pasar (pengawasan harga)” karena adanya dugaan para penggalas dan pedagang sengaja menaik kan harga di luar dari kemampuan warga”, tutur Laia. (RDH)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Share
Published by
redaksi

Recent Posts

Kajati Sumut Muhibuddin Terima Audiensi General Manager PT.PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah

Bangun Sinergitas dan Dukung Pemerataan Energy Listrik Medan-medanoke.com,  Kajati Sumatera Utara Muhibuddin, SH.,MH menerima kunjungan…

4 jam ago

Direktur PT Hutama Karya (Persero) Temui Kajati Sumut

Bahas Isu Strategis Terkait Pembangunan Infrastruktur Di Wilayah Sumatera Utara Medan -medaboke.com,  Direktur PT.Hutama Karya…

4 jam ago

Kejati Sumut Banding Putusan Bebas Kasus Dugaan Korupsi Lahan PTPN–Ciputra

Medan, medanoke.com | Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara resmi mengajukan banding atas putusan bebas terhadap…

6 jam ago

Sinergi Kejuruan Bohorok dan LNK: Menjaga Warisan Melayu di Tengah Derap Industri

Langkat, medanoke.com |  Di tengah laju pembangunan dan aktivitas industri yang terus berkembang, upaya menjaga…

6 jam ago

Dari Afrika hingga Thailand, Perjalanan Rasa Persembahan Ismaya Grup dalam Brick Chickenette Series di Sun Plaza

Medan, medanoke.com | Di tengah persaingan dunia kuliner yang semakin dinamis, menghadirkan menu baru tidak…

6 jam ago

Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

Borong Lima Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Kembali Dinobatkan Sebagai Best Company to Work…

12 jam ago

This website uses cookies.