
www.medanoke.com – MEDAN | Viral di media sosial (medsos), suasana di Kota Medan saat bulan Suci Ramadhan terusik oleh aksi dua kelompok remaja, Selasa (18/03/2024) dinihari. Pasalnya, dua kelompok remaja yaitu dari Genk Lambada (Lapangan Masuk Dalam) dan Genk Makmur Brader Hut, terlibat tawuran di Jalan Halat Gang Makmur, Medan. Akibat tawuran tersebut, seorang remaja tertusuk senjata tajam.
Informasi yang diperoleh awak media, kejadian tawuran dua kelompok remaja tersebut terjadi Selasa dinihari di Jalan Halat, Medan saat salah satu kelompok remaja melakukan penyerangan ke Jalan Halat Gang Makmur. Saat itu sedang berlangsung aksi saling lempar, lalu dua orang remaja mengendarai sepeda motor membawa sajam menerobos begitu saja. Sepeda motor yang mereka naiki baru terhenti setelah di serang kelompok lawannya.
Kedua remaja itu terjatuh dan salah satu remaja berhasil melarikan diri meninggalkan temannya yang langsung menjadi sasaran penyerangan kelompok remaja lainnya. Saat terjatuh dan tidak sadarkan diri, remaja tersebut pun diserang dan terlihat sebilah senjata tajam jenis klewang tertancap di badan remaja tersebut.
Masyarakat sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi pihak kepolisian. Mendengar laporan dari masyarakat, personil kepolisian Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polsek Medan Area pun tiba di lokasi. Selanjutnya, remaja yang tertusuk sajam itu langsung diboyong ke RS Madani, Medan guna mendapatkan perawatan medis. Lalu pihak kepolisian segera melakukan pengamanan dan penyisiran di sekitar lokasi guna menghindari terjadinya bentrok susulan.
Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Poltak M Tambunan SH MH mengatakan, bentrokan (tawuran) tersebut terjadi antara kelompok anak Jalan Japaris yang tergabung dalam Genk Lambada (Lapangan Masuk Dalam) dengan kelompok anak Jalan Halat Gang Makmur yang tergabung dalam Genk Makmur Brader Hut. Lanjut, ujar Poltak M Tambunan, sebelum terjadi tawuran kedua kelompok melakukan janjian tawuran di Jalan Halat pukul 04.00 WIB
“Masyarakat sekitar langsung melaporkan kejadian tersebut dan personil pun langsung turun ke lokasi dan melakukan penyisiran di seluruh ruas Jalan Halat sekitarnya dan membubarkan remaja yang terlihat sedang kumpul,” kata Poltak M Tambunan.
Saat sedang terjadi tawuran, jelas Poltak M Tambunan, personil langsung membubarkan para kelompok remaja tersebut dan para remaja tersebut pun berlarian berhamburan meninggalkan lokasi begitu personil tiba dilokasi tawuran.
“Pada saat berlarian meninggalkan lokasi tawuran salah satu anggota Genk Lambada, Disgo Wilis (yang mengemudikan sepeda motor) dan Dimas Syahputra (yang membawa senjata tajam) yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio, di kejar dan dilempar dengan batu,” ujar Poltak M Tambunan.
Akibat dikejar dan dilempar dengan batu, terang Poltak M Tambunan, sepeda motor yang dikendarai kedua remaja itu pun hilang kendali sehingga terjatuh di jalan raya tepatnya di Jalan Halat dan sajam yang di pegang Dimas Saputra tertancap di badan Disgo Wilis. “Dimas Syahputra pun langsung lari meninggalkan temannya karena diserang dan dilempar dengan batu meninggalkan Disgo Wilis begitu saja,” jelas Poltak M Tambunan.
Poltak M Tambunan menuturkan, pihaknya pun langsung membawa korban ke RS Madani Medan, untuk dilakukan perawatan medis akibat luka tertusuk sajam itu.
Sambung Poltak M Tambunan, pihaknya sampai saat ini sudah mengamankan anggota Genk Lambada yakni Disgo Wilis (tertancap sajam di punggungnya) dan saat ini sedang perawatan medis, Dimas Syaputra (luka di pelipis dan mata kaki), juga Riski dan Fikri.
“Saat ini Polsek Medan Area mengamankan pihak yang terlibat tawuran bersama sejumlah barang bukti. Polsek Medan Area juga sudah berkoordinasi dengan para Kepling yang berada di wilayah kelurahan yang rawan tawuran agar mengintensifkan SATGAS TAWURAN, agar tidak terulang kejadian seperti itu lagi,” ungkapnya. (Jhonson Siahaan)