
Medan, medanoke.com | Kritik tajam datang dari tokoh masyarakat Sumatera Utara, Drs. Safwan Khayat, MM, terkait lambannya penanganan tumpukan sampah pascabanjir di Kota Medan. Sosok yang telah dua periode memimpin MABMI Kota Medan itu menyoroti langsung kinerja Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Safwan menilai penanganan sampah di sejumlah titik pascabanjir tidak berjalan optimal dan menunjukkan lemahnya koordinasi antarinstansi.
“Saya ingin ingatkan pak Rico, tidak selamanya harus menggunakan Kepling. Anda mengumpulkan Kepling untuk ngangkat-ngangkat sampah, itu tidak efisien, “ujar Safwan pada video yang diserahkan ke awak media, Kamis (4/12/2025).
Safwan menawarkan ide agar kerja dalam mengatasi sampah lebih efisien, yaitu menggunakan alat berat.
“Turunkan alat berat, biar kerjanya cepat, kalau tak mampu, ajak kerjasama dengan swasta, ajak instansi-instansi lain untuk bergabung, Kepling itu manusia, tenaganya terbatas,” sambung Safwan.
Apalagi menurut Safwan, sampah-sampah yang berserakan tersebut terdiri dari berbagai material, besi, kaca, dan lain-lain yang tentunya akan membahayakan apabila para Kepling memunguti sampah tersebut dan mengangkatnya dengan tangan.
Safwan juga mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Medan untuk turun ke lapangan membantu proses penanganan pascabanjir. Menurutnya, hal itu penting mengingat tumpukan sampah yang semakin banyak berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan.
“Semua ASN harus turun. Kepling-kepling juga harus lebih aktif mendata dan membantu warga yang terdampak. Jangan ada yang hanya menonton,” tegas Safwan Khayat.
Safwan menambahkan bahwa situasi bencana tidak boleh dijadikan ajang pencitraan. Ia meminta seluruh unsur pemerintahan bekerja nyata, cepat, dan tepat sasaran.
“Kita tidak perlu pencitraan. Semua harus bekerja. Masyarakat sedang susah, dan pemerintah harus hadir secara maksimal,” katanya.
Kritik tersebut mencerminkan keresahan masyarakat atas kondisi sampah yang masih menumpuk di berbagai titik setelah banjir melanda Kota Medan beberapa hari terakhir. Pemerintah Kota Medan diharapkan segera mengambil langkah lebih agresif untuk memulihkan kondisi kota dan membantu warga terdampak.
Sejalan dengan yang dikatakan Drs. Safwan Khayat, awak media juga menemukan tumpukan sampah dimana-mana, terutama di sekitar jembatan kampung lalang yang memang terdampak banjir sangat parah dengan meluapnya sungai Lalang. Selain itu, di Kecamatan Medan Barat, terutama di Jl. Karya Dalam yang berada tidak jauh dari RS. Sufina Aziz, sampah bertumpuk-tumpuk dipinggiran jalan menyulitkan orang-orang yang melintas berkendara, dan kondisi ini sudah lebih dari seminggu.
Sedangkan di Jl. Karya Dame, masih di kecamatan yang sama, sudah mulai terlihat beberapa truk dan orang-orang yang mengangkati sampah. (Pujo)






