Nias Selatan, medanoke.com | Kedatangan Tim Investigasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, Dirjen Balai lingkungan Hidup Bersama Aliansi lintas Sektoral Masyarakat Nias selatan di Lokasi Basecamp PT.GRUTI Buni Mbuaya – Desa Wawa kecamatan Pulau-pulau Batu Utara disambut ratusan massa pendemo yang beringas dari Desa Daratan pulau Tello.
Awalnya, kedatangan Tim investigasi dari Dinas LHK propinsi sumatera utara ini merupakan respon atas arahan dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang mendapat perintah dari Wakil Presiden, seusai Wapres menerima audiensi Aliansi Lintas Sektoral Masyarakat Nias Selatan pada kunjungan kerjanya di Nias Selatan-Sumatera utara, minggu (21/12/2025) di kecamatan Lahusa.
Massa pendemo yang jumlahnya ratusan ini terdiri dari laki laki dewasa, ibu rumah tangga hingga anak-anak. Mereka datang dengan mengendarai kapal milik perusahaan PT. GRUTI dan menghadang rombongan Dinas LHK propinsi sumatera utara beserta rombongan. Menghindari situasi yang tak diinginkan, rombongan Dinas LHK segera menghindar untuk dapat melanjutkan tugas mereka melakukan pengecekan pada Kantor PT.GRUTI yang berada di Km 8.
Awak media medanoke.com yang kebetulan berada didalam rombongan, menyaksikan langsung upaya penghadangan oleh ratusan massa tersebut, juga saat massa yang tiba dilokasi base camp milik PT.Gruti tersebut meneriakkan berbagai kalimat dengan nada mengancam.
“Jangan tutup PT.GRUTI, jangan coba-coba masuk di lokasi ini tanpa izin dari Humas PT.GRUTI,” ujar salah seorang yang merupakan bagian dari massa.
Mereka berteriak sambil memegang botol bir dan sesekali menenggak minuman dari botol tersebut.
Saat wartawan coba menelusuri, didapat informasi dari salah seorang massa pendemo yang mengatakan bahwa mereka hadir karena dibayar oleh salah seorang manajer di PT. GRUTI berinisial TSP. Baik transport maupun biaya minuman keras yang mereka konsumsi juga ditanggung oleh orang yang sama.
“Kami datang di sini karena di bayar oleh Tony Siau Ping, transport kami gratis dan minuman kami gratis, berapa saja kami minum tidak masalah,” ujar seorang pendemo kepada awak media medanoke.com.
Dari informasi berikut yang dapat dipercaya diketahui bahwa massa itu dikondisikan dan dibayar oleh TSP melalui salah seorang warga lokal berinisial Zam.
Sementara itu Kepala Dinas LHK Provinsi Sumatera Utara, Hery wahyudi Marpaung,S.STP., M.AP., menanggapi demo tersebut mengatakan, “silahkan saja mereka lakukan Demo yang penting tujuan kita datang di sini kita laksanakan, nggak perlu di layani mereka.”
Senada dengan penelusuran awak media, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Lintas Sektoral Nias selatan, Amoni Zega kepada awak media mengatakan “masyarakat yang datang ini adalah masyarakat yang tidak memiliki hubungan dengan lokasi pembalakan hutan, mereka semuanya tinggal dan berdomisili di daratan pulau Tello, yang bahkan berada di kecamatan yang berbeda, mereka-mereka ini adalah massa yang di bayar oleh perusahaan PT.GRUTI”.
“Inilah liciknya otak perusahaan ini. Selama beroperasi di kepulauan batu, bukan hanya sekali mereka mengadu domba masyarakat kami disini, masyarakat bentrok untuk menutupi kejahatannya, perbuatan kejinya yang membalak dan merusak ekosistem tanah kami, mereka kejam dan bertindak seperti PKI dalam merusak hutan kami,” sambung Amoni Zega yang juga anggota DPRD Nias selatan dari fraksi PDI-Perjuangan. (RDH)
Medan, medanoke.com | Warga Lingkungan I dan Lingkungan 2, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, mengeluhkan…
Pengurus AMAL-Nisel melakukan press conference terkait kegiatan PT.GRUTI dalam melakukan perambahan Hutan di wilayah kepulauan…
MEDAN-medanoke.com, Proses hukum alih lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN I Regional 1 (PTPN II)…
Medan- medanoke.com, Ketua Umum (Ketum) DPP Purbaya Indonesia DR Ali Yusran Gea,SH, MKn,MH dan Wakil…
MEDAN — medanoke.com, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan menggelar kegiatan donor darah…
Medan, medanoke.com | Jajaran Direksi PUD Pasar Kota Medan melaksanakan peninjauan ke Pasar Simalingkar dan…
This website uses cookies.