Medan, medanoke.com | Misteri kebakaran yang menghanguskan replika Rumah Adat Batak (Rumah Bolon) di kawasan Monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, Jalan Sisingamangaraja, Medan, akhirnya terungkap. Polisi mengamankan seorang remaja berinisial M (13) yang diduga menjadi penyebab kebakaran setelah bermain api menggunakan korek dan botol bekas insektisida.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Senin (22/6/2026) siang di kompleks Monumen Raja Sisingamangaraja XII, tepatnya di depan Polsek Medan Kota. Kobaran api melahap bagian atap dan sejumlah ornamen bangunan replika Rumah Adat Batak hingga mengalami kerusakan cukup parah.
Hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Medan Kota mengungkap bahwa kebakaran bukan dipicu unsur kesengajaan untuk membakar bangunan, melainkan akibat aksi bermain api yang dilakukan seorang remaja.
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak M. Tambunan, SH, menjelaskan bahwa M telah diamankan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan.
“Remaja berinisial M, berusia 13 tahun, telah kami amankan untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut,” ujar Poltak, Sabtu (27/6/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebelum kejadian M datang ke lokasi untuk beristirahat. Saat berada di sekitar bangunan, ia menemukan botol bekas Baygon, kemudian mengambilnya dan mencoba bermain api menggunakan korek.
“M hanya bermain-main. Ia menemukan botol Baygon bekas, kemudian menyalakan mancis dan menyemprotkan isi botol tersebut. M tidak mengetahui bahwa tindakannya dapat memicu kebakaran hingga akhirnya api membakar bangunan Rumah Adat Batak,” jelas Poltak.
Saat api mulai membesar, M sempat berusaha memadamkannya. Namun karena kobaran api semakin sulit dikendalikan, ia panik dan memilih melarikan diri dari lokasi.
Setelah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah keterangan saksi serta barang bukti, polisi akhirnya berhasil menemukan dan mengamankan M di tempat persembunyiannya.
Sebelumnya, kebakaran yang terjadi pada Senin siang itu sempat menggegerkan warga sekitar. Sejumlah saksi mengaku awalnya melihat kepulan asap tebal dari bagian atap bangunan, yang kemudian disusul kobaran api hingga menghanguskan replika Rumah Adat Batak yang berada di kawasan monumen bersejarah tersebut.
Polisi masih melakukan pendalaman terkait peristiwa itu, termasuk penanganan terhadap remaja yang masih berstatus anak dibawah umur, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Jhonson Siahaan)
Potongan video yang memperlihatkan warga memergoki sekelompok pria yang diduga anggota TNI saat diduga membawa…
Medan, medanoke.com | Di tengah persiapan menyambut Hari Jadi Kota Medan ke-436 pada 1 Juli…
Medan, medanoke.com | Ratusan massa yang tergabung dalam Generasi Negarawan Indonesia Sumatera Utara (GNI Sumut)…
Labuhanbatu, medanoke.com | Serikat Pemuda Pantai Peduli Labuhanbatu (SPPPLU) menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama…
Kordinator Nasional Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK), Azmi Hadly Medan, medanoke.com | Sidang perkara korupsi…
Rudy Hutabarat (ist) Medan, medanoke.com | Isu dugaan praktik percaloan proyek dan pengaturan jabatan di…
This website uses cookies.