Categories: Business

Stafsus Mendagri Tinjau Pengembangan Agribisnis Aren di Pesantren Al Hidayah, Dorong Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Deli Serdang, medanoke.com | Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Stafsus Mendagri) Bidang Keamanan dan Hukum, Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan, S.H., M.Hum., melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Al Hidayah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (13/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan perkebunan sekaligus hilirisasi agribisnis komoditas aren yang tengah dikembangkan di lingkungan pesantren sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Pesantren Al Hidayah merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah pembinaan Densus 88 Antiteror Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Pesantren ini didirikan serta dipimpin oleh Ustadz Khairul Ghazali, yang kini aktif mendedikasikan dirinya sebagai Duta Damai dan penggerak program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi produktif.

Di atas lahan seluas lima hektare, Pesantren Al Hidayah mengembangkan budidaya pohon aren secara terpadu. Seluruh area pesantren dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan komoditas yang dinilai memiliki potensi besar dalam menopang kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan energi berkelanjutan.

Dalam kunjungannya, Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Pesantren Al Hidayah. Menurutnya, langkah yang diinisiasi Ustadz Khairul Ghazali menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Aren, Tanaman Strategis untuk Masa Depan Indonesia
Pemilihan pohon aren (Arenga pinnata) sebagai komoditas utama dinilai sangat tepat karena memiliki manfaat yang luas, baik dari sisi ekonomi, pangan, energi, maupun lingkungan.

Potensi Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi
Salah satu keunggulan utama aren terletak pada hasil niranya yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, seperti gula aren cetak, gula semut, dan gula cair. Produk-produk tersebut semakin diminati karena memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah dibandingkan gula tebu serta memiliki peluang pasar yang menjanjikan, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor.

Tak hanya itu, batang aren yang telah tua juga dapat menghasilkan pati berkualitas tinggi sebagai bahan baku berbagai produk pangan alternatif, seperti soun dan kerupuk. Sementara buah aren menghasilkan kolang-kaling yang selama ini memiliki nilai jual cukup tinggi di pasar.

Menjadi Sumber Energi Terbarukan
Selain berperan dalam sektor pangan, pohon aren juga memiliki prospek besar dalam mendukung ketahanan energi nasional. Nira aren dapat difermentasi menjadi bioetanol berkualitas tinggi yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati (BBN) untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Stafsus Mendagri Prof Dr Hoiruddin Hasibuan bersama Ustadz Khairul Ghazali meninjau langsung fasilitas pengolahan aren, termasuk mesin produksi dan wajan besar pengolahan nira yang menjadi motor penggerak agribisnis di pesantren tersebut.

Keunggulan lain dari aren adalah kemampuannya menghasilkan bahan baku bioetanol tanpa mengganggu kebutuhan pangan masyarakat. Berbeda dengan beberapa komoditas lain yang kerap memunculkan dilema antara penggunaan untuk konsumsi dan energi, aren mampu menjembatani kedua kebutuhan tersebut secara seimbang.

Menjaga Kelestarian Lingkungan
Dari sisi ekologis, pohon aren dikenal memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam sehingga efektif mencegah erosi, mengurangi risiko longsor, serta meningkatkan kemampuan tanah menyimpan cadangan air. Karena itu, pengembangan perkebunan aren tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

Melalui kunjungan tersebut, Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan berharap model pengembangan agribisnis aren yang diterapkan di Pesantren Al Hidayah dapat menjadi contoh bagi pesantren-pesantren lain di seluruh Indonesia.

Program ini menunjukkan bahwa pesantren mampu bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya mencetak generasi berakhlak dan berwawasan kebangsaan, tetapi juga menjadi lokomotif kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, serta pengembangan energi terbarukan demi mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (KCU)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Recent Posts

Dugaan Kriminalisasi terhadap Pejuang Lingkungan Hidup, LBH Medan Desak Polrestabes Medan Bebaskan Parlindungan Silitonga

Medan, medanoke.com, 29 Juli 2026 | Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan secara resmi mendesak Polrestabes…

4 menit ago

LHKPN Komut Bank Sumut Minus Rp233 Juta Jadi Sorotan, Pengamat Minta Penjelasan Terbuka

Medan, medanoke.com | Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisaris Utama PT Bank Sumut, Firsal…

29 menit ago

Ketua Gen Z Sumut Kritik Aksi Walkout Gubernur Sumut di Sidang Paripurna, Singgung Sikap Sejumlah Pemuda yang Terkesan Membela

Medan, medanoke.com | Ketua Pemuda Gen Z Sumatera Utara, Rudi Hutabarat, S.H., menyampaikan kritik terhadap…

38 menit ago

Ombudsman RI Mulai Penilaian Maladministrasi di Sumut, Penilaian Libatkan Kepuasan Masyarakat

Medan, medanoke.com |  Ombudsman Republik Indonesia menggelar Entry Meeting sebagai pendahuluan sekaligus sosialisasi Penilaian Maladministrasi…

1 hari ago

Polresta Deli Serdang Diminta Meningkatkan Penanganan Dugaan Korupsi Dana Desa Rugemuk dan Kasus Penjualan Tanah PT PS

Medan, medanoke.com |  Proses hukum terhadap Kepala Desa Rugemuk nonaktif, Muliadi, terus menjadi sorotan publik.…

1 hari ago

BPIP dan Komisi XIII DPR Kukuhkan Semangat Kebangsaan

Medan, medanoke.com | Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerjasama dengan Komisi XIII DPR RI menggelar…

2 hari ago

This website uses cookies.