Categories: Pemerintahan

Terkait Pengosongan Pasar Sambas, Agus Setiawan: Kasih Mereka Waktu Untuk Tetap Berjualan Sampai Lebaran

Suasana Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPRD Medan, Direksi PUD Pasar dan para pedagang Pasar Sambas di gedung DPRD Medan, pada Selasa (3/2/2026). (ist)

Medan, medanoke.com | Para pedagang Pasar (Pajak) Sambas, Kota Medan menolak untuk meninggalkan lapak-lapak dagangannya, yang diagendakan mulai hari ini, Rabu (4/2/2026).

Para pedagang menyatakan, permintaan pengosongan Pasar Sambas terlalu terburu-buru sehingga para pedagang tidak mempunyai waktu yang cukup untuk direlokasi ke tempat yang baru.

Hal itu disampaikan sejumlah pedagang Pasar Sambas ketika menghadiri rapat yang digelar Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Agus Setiawan dan segenap Direksi PUD Pasar Kota Medan di ruang Komisi III DPRD Medan, Selasa (3/2/2026).

“Baru hari Sabtu (31/1/2026) kemarin ada sosialisasi agar kami meninggalkan Pasar Sambas. Mendadak kali, terus bagaimana nasib kami ke depan, mau dimana kami jualan lagi,” ucap salah seorang pedagang.

Menanggapi pernyataan pedagang, Agus Setiawan meminta Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan yang didampingi Direktur Operasional, Agus Syahputra, Direktur Keuangan/Adm, Bobby Oktavianus Zulkarnaen serta Direktur SDM dan Pengembangan, Rudiansyah untuk memberikan solusi terbaik kepada para pedagang.

“Mereka ini harus dibantu, jangan biarkan mereka tergusur begitu saja. Mereka ini ada 355 pedagang loh, harus ada solusi untuk mereka. Setidaknya kasih mereka waktu untuk tetap berjualan disana sampai lebaran,” kata Agus.

Sementara itu, Dirut PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, mengatakan bahwa pihaknya telah menyurati pihak Pengadilan maupun Kepolisian terkait permintaan para pedagang untuk diberi tenggat waktu.

“Kita sudah menyurati pengadilan dan polrestabes terkait aspirasi pedagang ini, setidaknya mereka diberi waktu sampai lebaran nanti. Kita sepakat dengan pedagang dan DPRD Medan bahwa tidak semudah itu pedagang mengosongkan dan meninggalkan lapak dagangannya, tentu butuh waktu,” tuturnya.

Pedagang Tak Mau Direlokasi ke 6 Pasar
Pada rapat tersebut, para pedagang Pasar Sambas juga menyampaikan bahwa mereka menolak untuk pindah ke 6 pasar yang dikabarkan akan menjadi tempat relokasi. Adapun ke 6 pasar tersebut, yakni Pasar Sukaramai, Pasar Halat, Pasar Bakti, Pasar di Pusat Pasar, Pasar Sambu, dan Pasar Glugur.

“Kalau bisa kami direlokasi masih di sekitar Pasar Sambas juga, jangan ke pasar yang lain. Kalau 6 pasar itu kami sudah cek, gak layak kami pindah kesana,” kata salah satu pedagang.

Menanggapi hal itu, Anggia Ramadhan, mengatakan bahwa PUD Pasar Kota Medan tidak pernah menetapkan 6 pasar tersebut sebagai tempat relokasi. Akan tetapi, PUD Pasar menilai bahwa keenam Pasar tersebut merupakan pasar yang paling dekat dengan Pasar Sambas.

“Kalau mau ke pasar yang lain juga tidak masalah, selama pasar itu di bawah naungan PUD Pasar, tentunya kita lihat dulu kondisi lapak yang ada di pasar-pasar tersebut. Karena yang mau direlokasi ini jumlah tidak sedikit, sampai 355 pedagang,” kata Anggia.

Anggia memastikan, PUD Pasar Kota Medan akan terus berada di pihak para pedagang. PUD Pasar Kota Medan pun berjanji akan memperjuangkan hak-hak para pedagang Pasar Sambas.

“Kita akan berjuang bersama, PUD Pasar akan meminta agar pengosongan Pasar Sambas dapat ditunda, setidaknya sampai lebaran nanti. Di masa tenggat waktu itu, kita akan menyiapkan relokasi yang terbaik untuk para pedagang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pengosongan Pasar Sambas dilakukan karena adanya putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan yang sudah berkekuatan hukum tetap (cara hukum formal), menyusul penetapan Pengadilan Negeri Medan tanggal 13 Januari 2026 Nomor: 20/Pdt.Eks/2025/PN/Mdn jo Nomor: 314/Pdt.G/2023/PN/Mdn.

Putusan tersebut menetapkan lokasi Pasar Sambas harus dikosongkan paling lambat 4 Februari 2026. Ini menjadi dasar utama mengapa pedagang diminta keluar dari lapaknya.

Pasar Sambas awalnya dibangun di atas tanah pasar yang statusnya pernah dipersoalkan di pengadilan (ada gugatan atas kepemilikan lahan).
Selanjutnya, hasil litigasi membuat pasar atau lahan itu menjadi objek yang harus dikosongkan. (KC)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Share
Published by
redaksi

Recent Posts

Hadir di Seminar STIKP, Arrahman Pane: Medan Tekankan Peran Jurnalis dalam Pembangunan Kota

Medan - medanoke.com, Guna mendukung pembangunan Kota Medan melalui kegiatan jurnalistik, Kepala Dinas Komunikasi dan…

2 jam ago

Pesan di Balik Lensa, STIKP Medan Dorong Jurnalisme Empati Bencana Sumatera

Medan - medanoke.com, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan sukses menggelar seminar fotografi jurnalistik…

2 jam ago

Muslim Personality Foundation (MPF) Kembali Tunjukkan Komitmen Beri Bantuan Korban Bencana Tamiang

Aceh Tamiang, medanoke.com | Muslim Personality Foundation (MPF) kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan dengan…

5 jam ago

Sudah Hampir Setahun, Arrahman Pane Tak Juga Mampu Fasilitasi Coffee Morning Wartawan Bersama Wali Kota Medan

Wali Kota Rico Waas bersama Kadis Kominfo Medan, Arrahman Pane dalam sebuah kesempatan beberapa waktu…

23 jam ago

Sambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Polsek Kualu Hulu Bagikan Sembako Kepada Penderita Struk

Kapolsek Kualu Hulu, AKP Citra Yani Barus SH MH didampingi personil kepolisian Polsek Kualu Hulu…

24 jam ago

This website uses cookies.