
Langkat, medanoke.com | Bagi banyak anak muda, keberhasilan lolos ke perguruan tinggi negeri merupakan pencapaian yang membanggakan. Namun, bagi sebagian lainnya, kelulusan justru menjadi awal kegelisahan karena terbentur persoalan biaya. Berangkat dari kenyataan itu, Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat (Sumut Bergiat) meluncurkan Program Beasiswa Pendidikan untuk membantu mahasiswa berprestasi yang membutuhkan dukungan finansial.
Peluncuran program berlangsung di Rumah Aspirasi Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., S.H., M.SP., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Gerakan Sumut Bergiat. Pada tahap perdana, yayasan menyerahkan bantuan kepada empat mahasiswa yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri.
Secara simbolis, Direktur Yayasan Sumut Bergiat, Fuad Ginting, menyerahkan beasiswa kepada tiga mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dan satu mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED). Para penerima berasal dari Program Studi Teknik Logistik, Ilmu Sejarah, dan Statistika Vokasi di USU, serta Teknik Elektro di UNIMED.
Fuad Ginting menjelaskan, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pembayaran penuh uang kuliah. Yayasan juga akan menanggung biaya akomodasi tempat tinggal serta memberikan uang saku bulanan kepada seluruh penerima beasiswa.
Menurutnya, program ini secara khusus ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi dan telah dinyatakan lulus di perguruan tinggi negeri, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan.
Gagasan program tersebut lahir dari kepedulian Sugiat Santoso terhadap masa depan generasi muda Sumatera Utara. Ia meyakini bahwa tidak boleh ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena alasan finansial.
Komitmen itu, kata Sugiat, akan diwujudkan melalui perluasan cakupan program ke berbagai daerah di Sumatera Utara. Ia menargetkan jumlah penerima manfaat terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Kita targetkan tahun depan penerima manfaat Beasiswa Pendidikan Yayasan Sumut Bergiat bisa mencapai 100 orang. Hal ini merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Sugiat Santoso.
Bagi Yayasan Sumut Bergiat, beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul. Harapannya, para penerima manfaat kelak mampu menyelesaikan pendidikan, meraih prestasi, dan kembali memberikan kontribusi bagi pembangunan Sumatera Utara maupun Indonesia. (KCU)






