
Medan, medanoke.com | Presidium LTKP (Lingkaran Transparansi Kebijakan Publik), Syafaruddin Sikumbang, mendesak Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, untuk segera melakukan evaluasi serta penindakan tegas terhadap jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Alexander Sinulingga terkait persoalan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026–2027 tingkat SMA/SMK Negeri sederajat.
Desakan itu muncul setelah aplikasi pendaftaran [SPMB Sumut Berkah 2026] (https://spmbsumutberkah.disdik.sumutprov.go.id) dikeluhkan banyak masyarakat karena dinilai berjalan lambat dan menyulitkan orang tua maupun calon siswa saat melakukan proses pendaftaran ke SMA/SMK Negeri di berbagai daerah di Sumatera Utara.
Menurut Syafaruddin Sikumbang, gangguan pada sistem sudah terjadi sejak hari pertama pembukaan pendaftaran pada Senin, 25 Mei 2026. Sejumlah pengguna mengaku kesulitan mengakses laman pendaftaran akibat server yang lambat, sulit dibuka, hingga proses penginputan data yang berulang kali gagal.
“Jangan terkesan canggih, tapi servernya lemot. Kondisi ini membuat masyarakat kecewa karena sistem yang seharusnya mempermudah justru menimbulkan kesulitan bagi calon peserta didik dan orang tua,” ujar Syafaruddin Sikumbang dalam keterangannya kepada wartawan, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut akses pendidikan ribuan siswa di Sumatera Utara. Karena itu, LTKP meminta Dinas Pendidikan Sumut memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait penyebab gangguan sistem serta langkah penanganannya.
Menurutnya, persoalan ini juga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kesiapan pemerintah dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru, terutama untuk sekolah-sekolah favorit di sejumlah daerah seperti Medan, Pematangsiantar, dan Binjai.
“Jangan sampai muncul dugaan adanya permainan dalam proses penerimaan siswa baru akibat sistem yang tidak berjalan maksimal,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara disebut belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan masyarakat terhadap aplikasi SPMB Sumut Berkah 2026, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat dichat awak media juga belum memberikan komentar.(**)






