Oplus_16908288
BELAWAN –medanoke.com, Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung menunjukkan kinerja positif di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, arus peti kemas yang dikelola PT Prima Multi Terminal (PMT) mencapai 286.195 TEUs, meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut mencerminkan mulai pulihnya aktivitas logistik di wilayah barat Indonesia. Pertumbuhan didorong oleh tetap kuatnya distribusi domestik serta meningkatnya ekspor komoditas dan produk hasil hilirisasi dari kawasan industri di Sumatera, meskipun permintaan pasar global masih menghadapi berbagai tekanan.
Kontributor terbesar pertumbuhan berasal dari layanan peti kemas internasional di Terminal 2 Kuala Tanjung. Hingga Mei 2026, volume peti kemas internasional mencapai 15.734 TEUs, melonjak 220 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Kuala Tanjung juga meningkat 12 persen menjadi 30.057 TEUs. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya arus ekspor dan impor serta tetap terjaganya distribusi bahan baku industri, barang konsumsi, dan kebutuhan manufaktur nasional.
koordinasi operasional dengan pengguna jasa dan antarterminal guna mempercepat arus barang.
Di sisi lain, PMT turut memperkuat implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui inspeksi berkala, standardisasi peralatan operasional, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk mempertahankan target nihil kecelakaan kerja.
Rudi menilai keandalan pelabuhan akan semakin menentukan daya saing industri nasional. Efisiensi layanan kepelabuhanan diyakini mampu menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang, sekaligus meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar internasional.
Dengan posisi strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung diproyeksikan akan terus menjadi simpul logistik utama di wilayah barat Indonesia seiring berkembangnya kawasan industri, investasi, dan program hilirisasi di Sumatera.
PMT pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, produktivitas operasional, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung sistem logistik nasional yang semakin efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.