Categories: Bencana Alam

Bencana di Tamiang, Pejabat Cuma Wara Wiri, Korban Tak Tersentuh

Tamiang, medanoke.com | Viral di chat WhatsApp, video seorang pria yang bernama Habibi, selaku Ketua LSM Kebenaran Keadilan DPC Kota Medan yang sedang berada di Aceh dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah Kabupaten Tamiang.

Pada video tersebut terlihat Habibi sedang berdiri di depan tumpukan truk. Bagi kita yang tidak tahu apa yang terjadi disana tentunya akan berpikir ini adalah merupakan hal ajaib dimana sebuah truk tangki yang begitu berat dapat berada diatas beberapa truk lain.

Namun dijelaskan Habibi dalam video tersebut, bahwa truk tangki dengan tonase yang begitu berat itu diangkat dan diseret air lalu menimpa beberapa truk dibawahnya. Dan itu benar-benar mengagetkan karena ternyata seperti itu lah dahsyatnya banjir yang melanda sebagian besar kabupaten Tamiang.

Pada video, Habibi menyayangkan walau kumpulan truk yang saling menimpa tersebut, yang menurutnya sudah diketahui orang-orang dari berbagai pelosok, dan pejabat-pejabat juga hadir dilokasi untuk melihatnya, namun tepat diseberang lokasi truk-truk tersebut, terlihat rumah-rumah warga yang hancur, yang sepertinya diabaikan.

“Kemana Menteri Republik Indonesia, Kemana Pemerintah Republik Indonesia. Kemana Pejabat Daerah dan Dinas Terkait. Mereka hanya wara-wiri dan tidak bekerja menetralisir situasi keadaan bencana. Kenapa mereka tidak perduli dengan rumah warga yang ada disitu,” ujar Habibi.

Selain itu Habibi juga menyoroti kinerja BNPB yang terkesan tak mau tahu atas apa yang sedang berlaku.

“Saya Ketua LSM Kebenaran Keadilan DPC Kota Medan menyayangkan adanya posko dan tenda bencana dari BNPB, tapi mereka hanya duduk manis, sambil menunggu bantuan dari para donasi dan relawan, sama sekali mereka tidak bekerja melakukan pembersihan, berkolaborasi dengan relawan dan kelompok-kelompok yang hadir membantu,” tutup Habibi.

Perlu diketahui, banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang sejak 26 November 2025 disebut sebagai bencana terparah dalam sejarah wilayah ini, bahkan di medsos wilayah ini sempat disebut “seperti kota zombie” oleh warga, karena lumpur setebal 2 meter, listrik dan air bersih terputus berhari-hari, serta desa-desa yang “hilang” tertutup kayu gelondongan dan puing.

Dampak banjir nyaris menyeluruh hampir di 12 kecamatan, terutama Karang Baru, Kejuruan Muda, Kuala Simpang, dan Tamiang Hulu, dengan ketinggian air hingga 7 meter yang menyapu segalanya seperti truk tangki dan ratusan mobil. Hingga 11 Desember 2025, pemulihan masih lambat, tapi bantuan mulai mengalir termasuk genset yang menyala setelah 3 minggu gelap gulita.(Pujo)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Share
Published by
redaksi

Recent Posts

Semangat Tak Mengenal Usia, BMX Drag Bike Ramaikan Jalan Masjid Raya

Putra Komo Medan, medanoke.com | Deru roda kecil sepeda BMX berpadu dengan riuh sorak penonton…

3 jam ago

Menghindar Dari Proses Hukum, Tersangka Korupsi Pencairan Kredit Pada PT.Bank Sumut Farah Hasmina Ditangkap Oleh Tim Intelijen Kejati Sumut Di Jakarta

Medan-medanoke.com, Tim tangkap buron (Tabur) Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dengan dibackup jajaran intelijen Kejaksaan…

3 jam ago

Rapat Koordinasi dengan BPN Sumut, Ombudsman Soroti Delapan Laporan Agraria

Medan, medanoke.com | Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Sumatera Utara menggelar rapat koordinasi dengan Kantor…

1 hari ago

Arus Peti Kemas PMT Belawan dan Kuala Tanjung Naik 4 Persen Pada Semester I Tahun 2026

Belawan – medanoke.com, Arus peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, mencatat…

1 hari ago

Cegah Kecelakaan Kerja, PMT Edukasi Bahaya Blind Spot di Terminal Belawan

Belawan- medanoke.com, PT Prima Multi Terminal (PMT) menggelar kegiatan Ngobras & Safety Induction Bahaya Titik…

1 hari ago

Abdul Rahman Lubis: Kritik terhadap Pemimpin Harus Disampaikan Secara Proporsional dan Beretika

Medan, medanoke.com | Wakil Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Abdul Rahman Lubis,…

2 hari ago

This website uses cookies.