
Patumbak, medanoke.com | Surat panggilan kembali dilayangkan pihak Polsek Patumbak terhadap warga yang berada disekitar gudang cangkang sawit milik PT. Universal Gloves (PT.UG) pada Senin (15/12/2025).
Adapun tiga surat dilayangkan kepada Sumantri (49), Tumaham Bernard Nadapdap (44), dan M. Fajar Faturrahman (21).
Ketiganya dipanggil pihak kepolisian, terkait laporan PT. UG (baca Hatta), dengan tuduhan pengrusakan alat berat.
Riki Irawan SH MH, selaku penasehat hukum warga sampai merasa heran dengan sikap pihak Polsek Patumbak yang sepertinya begitu senang memanggil para warga terkait perselisihan dengan PT. UG.
Yang mana hal ini menurut Riki berbanding terbalik dengan penanganan mereka (kepolisian), terhadap dugaan perintangan dan kekerasan wartawan dilokasi yang sama yaitu juga di PT. UG.
“Ada hubungan apa sebenarnya semua kejadian ini, kenapa masih berlanjut panggilan dari kepolisian kepada warga, padahal seperti sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa laporan PT. UG itu tidak berdasar,” ujar Riki kepada awak media.
Riki mencurigai ada keterkaitan spesial antara PT.UG, Polsek Patumbak, dan sekelompok orang yang sebelumnya mencoba membubarkan demo warga, merintangi wartawan dalam meliput, dan juga memukul seorang wartawan lainnya.
“Serius saya heran, orang-orang yang menghalangi tugas jurnalistik, dan memukul wartawan, justru masih berkeliaran tanpa rasa kuatir,” sambung Riki.
Selain itu Riki juga menyoroti tentang semakin tingginya tumpukan cangkang di gudang penyimpanan milik PT. UG yang hanya berbatas pagar dengan rumah warga, dimana bukan saja bau cangkang sangat mengganggu penciuman, juga akan sangat membahayakan apabila alat-alat berat tergelincir dari tumpukan cangkang yang menggunung, dan menimpa rumah yang berada didekatnya.
“Aku heran dengan lambannya kinerja aparatur negara ini, harus ada kejadian dulu baru heboh. Contoh terdekat adalah bencana yang baru-baru ini melanda Pulau Sumatera, padahal aku yakin sebelum kejadian sudah banyak keluhan masyarakat terkait penebangan liar, tapi diduga aparatur main mata dengan pengusaha, setelah kejadian baru pemerintah kebingungan. Apa musti seperti itu baru keluhan warga ditanggapi? Sesudah jatuh korban diantara warga sekitar PT. UG baru pemerintah bergerak? “Tutup Riki.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Omrin Siallagan SH saat dikonfirmasi awak media melalui chat WhatsAppnya memberi jawaban singkat terkait pemanggilan kembali untuk pemeriksaan terhadap warga, dan terkait laporan perintangan/ kekerasan terhadap wartawan diseputaran PT. UG.
“Dalam proses ini sejalan dalam 2 laporan. Dan sama-sama nantinya digelar.” (Pujo)






