Categories: Bencana Alam

Gempa M7,7 Guncang NTT, 14 Orang Meninggal Dunia, Sugiat Santoso: Innalillahi Wainnailaihi Raji’un

Medan, medanoke.com |  Ungkapan duka cita disampaikan Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., M.S.P., atas jatuhnya korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Gempa yang terjadi pada pukul 04.58.24 WIB tersebut menimbulkan dampak cukup signifikan di sejumlah wilayah Flores. Berdasarkan pemutakhiran data sementara hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 11 lainnya luka ringan.

Sugiat Santoso yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta masyarakat yang terdampak bencana.

«“Innalillahi wainnailaihi raji’un. Kami mengucapkan dukacita yang mendalam atas adanya korban meninggal dunia dan korban yang mengalami cedera akibat gempa tersebut,” kata Sugiat Santoso kepada wartawan di Medan.»

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra itu mengatakan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menerima laporan mengenai gempa yang mengguncang wilayah Flores. Pemerintah, kata dia, juga telah melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menangani dampak bencana.

“Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sudah menerima laporan mengenai gempa yang mengguncang Flores. Pemerintah telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait,” ujarnya.

Sugiat juga meminta pemerintah daerah segera memastikan kondisi bangunan yang terdampak serta melakukan pencarian apabila masih terdapat kemungkinan korban yang tertimbun reruntuhan.

“Kita juga meminta pemerintah daerah segera memastikan kondisi bangunan yang terdampak gempa dan melakukan pencarian terhadap kemungkinan adanya korban yang masih tertimbun reruntuhan agar dapat dilakukan secara cepat,” katanya.

14 Korban Meninggal, Puluhan Bangunan Rusak

Berdasarkan keterangan tertulis Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton S.P. Panjaitan, korban meninggal dunia sementara tercatat di tiga kabupaten.

Sebanyak tiga orang meninggal dunia di Kabupaten Sikka, enam orang di Kabupaten Manggarai, dan lima orang di Kabupaten Manggarai Timur.

Sementara itu, korban luka dilaporkan terdapat di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

BNPB menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan yang dilakukan BPBD bersama unsur terkait.

Selain korban jiwa, sekitar lima kepala keluarga terdampak dan sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian maupun evakuasi secara mandiri. Evakuasi dilakukan setelah warga merasakan guncangan kuat dan menyusul peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah bangunan. Sementara ini tercatat 54 unit rumah mengalami rusak berat, sembilan unit rusak sedang, dan 11 unit rusak ringan.

Kerusakan turut terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan.

Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan cukup signifikan. Di daerah tersebut tercatat 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan. Selain itu, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan.

Sementara di Kabupaten Manggarai Timur, tercatat 23 unit rumah mengalami rusak berat.

Berpusat di Laut, Empat Gempa Susulan

Gempa utama dilaporkan berpusat di laut pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer. Episentrum berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, dan Kota Bima. Getaran juga dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, antara lain Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.

Pasca gempa utama, tercatat empat gempa susulan dengan magnitudo antara M5,5 hingga M6,2. Berdasarkan informasi yang disampaikan, seluruh gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

Di tengah upaya penanganan darurat, sejumlah kebutuhan mendesak telah diidentifikasi, antara lain 15 tenda pengungsi, 12 tenda posko, 20 tenda pleton, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 velbed, 1.000 selimut, 1.000 tikar, dan 500 paket peralatan dapur.

Selain itu, dibutuhkan 12 tandon air berkapasitas 2.200 liter, 10 unit genset berkapasitas 5 KVA, 10 unit handy talky, serta 100 unit senter.

Sugiat Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sugiat Santoso mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa karena masih terdapat kemungkinan terjadinya gempa susulan yang dapat membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan tidak mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Hindari bangunan yang retak atau rusak karena masih ada potensi gempa susulan,” kata Sugiat.

Khusus masyarakat yang berada di wilayah pesisir, Sugiat meminta agar terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, kewaspadaan tetap diperlukan. Masyarakat diimbau tetap memperhatikan potensi gempa susulan serta berbagai bahaya lain yang dapat muncul akibat kerusakan bangunan.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait harus bergerak cepat memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi dan penanganan korban dilakukan secara maksimal,” pungkasnya. (KCU/Ril)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Share
Published by
redaksi
Tags: Gempa NTT

Recent Posts

GMP Sumut Laporkan Kadis BMBKCK, Pokja, ASN, dan Dirut BUMD Pembangunan Medan ke KPK

Jakarta, medanoke.com |  Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Mahasiswa dan Pemuda (GMP) Sumatera Utara melaporkan dugaan…

2 jam ago

Meriahkan HUT RI ke-81, Sepak Bola Sugiat Santoso Cup Digelar di Langkat

Langkat, medanoke.com | Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan berbagai perlombaan. Di Langkat…

4 jam ago

Pemko Dan PWPM Kibarkan Semangat Merah Putih di Jalanan Kota

MEDAN-medanoke.com, Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di depan…

19 jam ago

Meriahkan HUT RI ke-81, Gerindra Sumut Gelar Bakti Sosial, Donor Darah hingga Perlombaan

Medan, medanoke.com |  Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi keluarga besar DPD…

22 jam ago

Kemerdekaan ke-81 dan Pekerjaan Rumah Pendidikan: Saatnya Membenahi Cara Negara Mengelola Sekolah

Jakarta, medanoke.com |  Kemerdekaan Indonesia memasuki usia 81 tahun. Namun, di balik perayaan dan berbagai…

22 jam ago

PKBM Bumi Literasi Jadi Tuan Rumah Digitalisasi Pembelajaran SPNF Deli Serdang

Deli Serdang, medanoke.com |  PKBM Bumi Literasi dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Pemantauan dan Optimalisasi…

22 jam ago

This website uses cookies.