Categories: Konflik

GERINDRA dan GEKIRA Sumut Klarifikasi Persoalan Chappel ke USU

Medan, medanoke.com | Gerakan Kristen Indonesia Raya (Gekira) Sumatera Utara turun ke Universitas Sumatera Utara (USU) untuk melakukan klarifikasi terkait permasalahan penutupan Chappel USU yang kini memicu kontroversi.

Ketua Gekira Sumut, John Sari Haloho mengatakan kedatangan mereka ke kampus tersebut untuk bertemu langsung dengan pihak yayasan Chappel USU guna mendapatkan informasi yang lengkap terkait masalah yang kini menjadi salah satu sorotan di media massa dan media sosial.

“Kami turun karena sekarang narasinya juga mulai berkembang dan ada yang menyinggung nama Presiden kita pak Prabowo Subianto. Kami meminta apa pun persoalan soal Chappel ini janganlah bawa-bawa nama pak Prabowo,” kata John Sari Haloho, pada Senin, 25 Mei 2026.

John Sari Haloho mengatakan dalam pertemuan tersebut dirinya didampingi Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut Robert Lumban Tobing. Mereka bertemu dengan unsur pengurus Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) USU yang diwakili Ketua Prof. Dr. Robert Sibarani dan Sekretaris Ir. Richard Marpaung, Yayasan Chapel USU yang diwakili Prof. Dr. Ningrum Natashya Sirait serta mantan Wakil Rektor USU Bidang Aset Prof. Dr. Luhut Sihombing.

“Dalam klarifikasi tersebut kami mendapatkan informasi bahwa bahwa tidak pernah ada larangan beribadah maupun penutupan rumah ibadah di lingkungan USU. Sebaliknya, pihak kampus disebut memiliki komitmen untuk menghadirkan fasilitas kerohanian yang lebih baik bagi sivitas akademika Kristen,” ujar John Sari.

Dalam pertemuan itu kata John, para pihak yang hadir juga menjelaskan bahwa Chapel USU merupakan fasilitas kerohanian kampus yang melayani berbagai denominasi Kristen dan bukan gereja di bawah lembaga gerejawi tertentu. Chapel selama ini digunakan sebagai pusat kegiatan ibadah, pembinaan iman, hingga sekretariat bersama Unit Kegiatan Mahasiswa Kristen.

Selain itu, dijelaskan pula bahwa pihak universitas tidak pernah memberikan izin perubahan status Chapel USU menjadi gereja. Meski demikian, USU disebut tetap membuka ruang bagi pelaksanaan kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan mahasiswa Kristen di lingkungan kampus.

Dengan jumlah mahasiswa Kristen yang diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 orang, kebutuhan akan fasilitas kerohanian yang lebih representatif dinilai menjadi hal penting dalam mendukung kehidupan akademik dan spiritual mahasiswa.

Atas kondisi ini, Gerindra dan GEKIRA Sumut mengajak seluruh pihak menjaga suasana tetap kondusif serta tidak menggiring persoalan internal kampus ke arah politisasi maupun narasi yang berpotensi memicu perpecahan.

“Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi provokatif maupun bernuansa SARA terkait persoalan Chapel USU. Seluruh pihak berharap penyelesaian persoalan dapat dilakukan melalui dialog, komunikasi yang sehat, dan semangat kekeluargaan,” kata John Sari.

John mengatakan usai pertemuan tersebut mereka memahami secara utuh persoalan yang ada. Mereka berharap publik juga dapat memahami persoalan yang ada secara utuh sehingga tidak terprovokasi dengan isu yang lain.(KC)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Share
Published by
redaksi

Recent Posts

Kejati Sumut Raih Penghargaan Kategori Kejaksaan Tinggi Type A Berprestasi dalam Malam Anugerah Komisi Kejaksaan Award 2025

Medan-medanoke.com, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menerima penghargaan sebagai Kejaksaan Tinggi Type A berprestasi ke-II saat…

2 jam ago

Cegah Penyimpangan SPMB, Ombudsman Sumut Buka Posko Pengaduan

Pimpinan Ombudsman Republik Indonesia, Nuzran Joher Medan, medanoke.com | Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Sumatera…

6 jam ago

Pimpinan Daerah GPI Kota Medan Lantik Kader, Siap Hadirkan Program Positif bagi Pemuda

Medan, medanoke.com | Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan tantangan yang dihadapi generasi muda…

10 jam ago

Dukung Asta Cita Pemerintah, Pegadaian Kukuhkan Posisi sebagai Wajah Utama Bank Emas Indonesia

MEDAN—medanoke.com, PT Pegadaian semakin memperkuat posisinya sebagai wajah utama layanan Bank Emas di Indonesia. Sejalan…

12 jam ago

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Batam– medanoke.com, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melakukan Soft Operational Launching NTAA (Nipah Transfer…

1 hari ago

This website uses cookies.