Medan, medanoke.com | Ada bangunan yang jika malam hari menimbulkan rasa takut karena kisah mistis. Ada pula bangunan yang membuat orang bergidik di siang bolong karena tak kunjung selesai. Nasib proyek pembangunan dan rehabilitasi ruangan medis Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Muhammad Ildrem senilai Rp9,4 miliar tampaknya lebih dekat pada kategori kedua.
Proyek yang ditargetkan rampung pada Desember 2025 itu hingga Juli 2026 diduga belum juga selesai. Kondisi tersebut pun menuai sorotan dari Tokoh Pemuda Gen Z Sumatera Utara, Rudi Hutabarat, S.H.
Rudi mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) untuk turun melakukan pemeriksaan terhadap dugaan mangkraknya proyek tersebut. Ia juga meminta aparat menelusuri dugaan keterlibatan sosok berinisial RPS, yang belakangan ramai disebut-sebut dalam berbagai perbincangan terkait proyek itu. Menurutnya, seluruh informasi yang beredar perlu diuji secara hukum agar tidak terus menjadi bahan spekulasi di ruang publik.
“Bukan apa-apa, saya takut proyek yang mangkrak nanti ada hantunya, seram. Ini fasilitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat, jangan sampai dibiarkan terbengkalai,” ujar Rudi dengan nada menyindir.
Ia bahkan menyatakan siap menggelar aksi bersama massa di depan Kejati Sumut apabila tidak ada tindak lanjut terhadap dugaan tersebut.
Berdasarkan dokumen Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang beredar, proyek senilai Rp9,4 miliar itu memiliki jadwal pekerjaan mulai 8 April hingga 6 Juni 2025. Dalam dokumen tersebut tercantum pelaksana pekerjaan, yakni CV Yudha Pratama dengan SPMK Nomor 602/2134/RSJ/VII/2025 tertanggal 14 Juli 2025 dan PT Cipta Karina Persada dengan SPMK Nomor 602/2134/RSJ/VII/2025 tertanggal 6 Agustus 2025. Perbedaan tanggal dalam dokumen tersebut juga menjadi salah satu hal yang memunculkan pertanyaan di tengah publik.
Di sisi lain, beredar pula informasi mengenai sosok berinisial RPS yang disebut oleh sejumlah pihak sebagai orang dekat petinggi di Sumatera Utara dan diduga memiliki kaitan dengan proyek tersebut. Namun demikian, informasi itu masih sebatas dugaan dan hingga kini belum terdapat klarifikasi resmi dari pihak yang disebut maupun temuan aparat penegak hukum yang membuktikan keterlibatan tersebut.
Rudi mengaku mengetahui informasi mengenai RPS dari unggahan di media sosial yang menampilkan inisial dan foto seseorang melalui akun seperti Info Nasional.id dan Daltonews.com. Menurutnya, ia telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak yang disebut, namun hingga 8–9 Juli 2026 belum memperoleh tanggapan.
Bagi Rudi, yang paling disayangkan bukan sekadar ramainya isu di media sosial, melainkan tertundanya manfaat yang semestinya dirasakan masyarakat. Ruangan medis yang seharusnya melayani pasien justru belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau memang tidak ada masalah, buktikan dengan menyelesaikan proyeknya. Kalau memang ada persoalan, biarkan aparat yang mengungkapnya. Jangan sampai bangunan rumah sakit lebih lama menjadi bahan cerita daripada menjadi tempat masyarakat berobat,” pungkasnya.(**)
MEDAN–medanoke.com, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menghadiri undangan Wali Kota Medan yang diselenggarakan di…
Belawan-medanoke.com, PT Pelindo Terminal Petikemas menambah dua unit Quay Container Crane (QCC) dan empat unit…
Medan-medanoke.com, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menerima kunjungan pejabat Direktorat Jenderal Imigrasi kantor wilayah Sumatera Utara…
MEDAN –medanoke.com, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menggelar kegiatan Silaturahmi dan Pemberian Cinderamata kepada…
Medan, medanoke.com | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)…
Aceh Besar, medanoke.com | Di balik ketenangan perbukitan Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, puluhan relawan dari…
This website uses cookies.