Categories: Daerah

Menempa Relawan Tangguh di Tanah Rencong

Aceh Besar, medanoke.com | Di balik ketenangan perbukitan Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, puluhan relawan dari berbagai daerah di Sumatera Bagian Utara ditempa bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Selama tiga hari, 3–5 Juli 2026, kawasan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium kemanusiaan bagi para peserta Volunteer Basic Training (VBT) Sumbagut 2026 yang diselenggarakan Rumah Zakat.

Tahun ini, Rumah Zakat Cabang Aceh dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tahunan tersebut. Sebanyak 50 peserta yang berasal dari Medan, Tapanuli Selatan, Batu Bara, Subulussalam, Aceh Tamiang, Lhokseumawe, Bireuen, dan Banda Aceh berkumpul dengan satu tujuan yang sama: mempersiapkan diri menjadi relawan yang tangguh ketika bencana datang. Kesuksesan kegiatan ini juga didukung oleh kerja keras 24 orang panitia yang memastikan setiap rangkaian acara berjalan dengan baik.

Sejak hari pertama, disiplin menjadi napas utama pelatihan. Dengan pendampingan langsung dari personel SPN Polda Aceh, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Tidak hanya berisi teori, para peserta diajak merasakan berbagai simulasi yang menggambarkan situasi nyata saat terjadi bencana.

Materi yang diberikan dirancang untuk membangun kesiapsiagaan secara menyeluruh. Mulai dari penanganan tanggap darurat pascabencana, pembekalan mengenai manajemen kebencanaan, hingga simulasi menghadapi berbagai kondisi darurat. Namun, pelatihan ini tidak berhenti pada aspek teknis semata.

Rumah Zakat juga menanamkan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi utama seorang relawan. Melalui kegiatan membaca wasiat, simulasi alam kubur, dan muhasabah diri, peserta diajak merenungkan makna pengabdian, keikhlasan, serta tanggung jawab kemanusiaan. Sebab, dalam setiap misi kemanusiaan, kekuatan mental dan keteguhan hati sering kali menjadi modal yang sama pentingnya dengan keterampilan di lapangan.

Ketua panitia, Anas, bersama seluruh tim memastikan setiap agenda berjalan sesuai rencana. Sementara itu, salah seorang panitia, Abdurrahman, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan.

“Kegiatan ini berjalan dengan lancar tanpa kendala. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk melatih mental para relawan ketika menghadapi situasi bencana, sehingga mereka lebih siap siaga dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat,” ujarnya.

Puncak kegiatan ditandai dengan penutupan resmi oleh Adi Syahputra selaku perwakilan Rumah Zakat Pusat. Dalam sambutannya, ia berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebagai bekal pribadi, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.

“Semoga ilmu yang didapatkan selama kegiatan ini dapat diimplementasikan dalam aksi nyata untuk membantu sesama. Kami juga berharap Volunteer Basic Training pada tahun-tahun mendatang terus berkembang dan menjadi lebih baik,” katanya.

Representative Manager Rumah Zakat Aceh, Riadhi, turut menyampaikan apresiasi kepada SPN Polda Aceh dan seluruh panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, penunjukan Aceh sebagai tuan rumah memberikan nilai tambah bagi seluruh peserta.

“Sebagai tuan rumah, tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri. Para peserta akan kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengalaman tentang Aceh, semangat baru setelah mengikuti VBT, serta kesiapan untuk mengabdikan diri membantu sesama di mana pun mereka berada,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar pelatihan, VBT Sumbagut 2026 menjadi momentum memperkuat jejaring relawan Rumah Zakat di kawasan Sumatera Bagian Utara. Pertemuan lintas cabang ini mempererat koordinasi, membangun solidaritas, sekaligus meningkatkan kapasitas relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang kerap mengancam wilayah Sumatera, khususnya Aceh dan Sumatera Utara.

Pada akhir acara, panitia mengumumkan peserta terbaik Volunteer Basic Training 2026. Untuk kategori akhwat, penghargaan diberikan kepada Fitra Nabila dari Rumah Zakat Cabang Bireuen. Sementara kategori ikhwan diraih Muhammad Hujairi Khoir dari Rumah Zakat Cabang Medan.

Penghargaan tersebut menjadi penutup manis dari tiga hari proses pembelajaran yang penuh makna. Namun sesungguhnya, VBT bukanlah garis akhir. Ia adalah titik awal lahirnya relawan-relawan yang tidak hanya terampil menghadapi bencana, tetapi juga memiliki empati, ketangguhan, dan semangat pengabdian yang akan terus menyala ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.(Pujo)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Share
Published by
redaksi

Recent Posts

Posbakumadin Luncurkan Panduan Advokasi Hukum Pertanahan, Soroti Dugaan Cacat Administrasi Sertifikat Tanah

Medan, medanoke.com | Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap sengketa pertanahan dan dugaan praktik mafia…

2 jam ago

Komit Wujudkan BUMN Bersih, Dirut Inalum Sambangi Kejati Sumut

Medan-medanoke.com, PT.Indonesia Asahan Inalum (INALUM) mengunjungi dan bertemua Kajati Sumatera Utara Muhibuddin, SH.,MH pada hari…

18 jam ago

Tuduhan Hilangnya Barang Bukti Tak Benar, IYE Apresiasi Ketegasan Kepala BNNP Sumut

Jakarta, medanoke.com | Indonesia Youth Epicentrum (IYE) mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh maupun menyebarkan…

19 jam ago

Jalan Veteran Pasar 9 Rusak Parah, Ombudsman Desak Perbaikan Secepatnya

Deli Serdang, medanoke.com | Kondisi Jalan Veteran di kawasan Pasar 9, tepatnya di lokasi yang…

19 jam ago

Laporan Masyarakat ke Ombudsman Meningkat 118,6 Persen, Penyelenggara Diminta Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Medan, Juli 2026 – Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara mencatat lonjakan signifikan jumlah pengaduan masyarakat…

19 jam ago

Pertahankan Keharmonisan Rumah Tangga, Kejaksaan RJ-kan Perkara KDRT

Medan-medanoke.com, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara kembali menyelesaikan penanganan perkara pidana dengan humanis melalaui pendekatan keadilan…

20 jam ago

This website uses cookies.