Categories: Bencana Alam

Pemerintah Aceh Secara Resmi Surati UNDP dan UNICEF

Muzakir Manaf (Mualem), Gubernur Aceh (ist)

Banda Aceh, medanoke.com | Pemerintah Aceh secara resmi menyurati dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF), untuk ikut terlibat dalam upaya penanganan dan pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Langkah tersebut diambil menyusul luasnya dampak kerusakan infrastruktur serta besarnya jumlah korban akibat bencana alam yang terjadi di Tanah Rencong ini. Pemerintah Aceh menilai keterlibatan lembaga internasional yang memiliki rekam jejak dan pengalaman dalam penanganan bencana berskala besar sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan bahwa permintaan keterlibatan UNDP dan UNICEF telah disampaikan secara resmi. Kedua lembaga PBB tersebut dinilai memiliki pengalaman panjang dalam penanganan bencana di Aceh, khususnya saat tragedi tsunami 2004 silam.

“Secara khusus Pemerintah Aceh telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF,” ujar Muhammad MTA yang dikutip dari Kanalaceh, Minggu (14/12/2025).

Menurutnya, keputusan untuk menyurati UNDP dan UNICEF didasarkan pada kebutuhan mendesak akan dukungan dalam fase pemulihan, terutama pada sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta perlindungan kelompok rentan, termasuk anak-anak dan perempuan.

“Benar, sudah kami surati secara resmi. Mempertimbangkan mereka merupakan lembaga resmi PBB yang ada di Indonesia, maka meminta keterlibatan mereka dalam pemulihan kami rasa sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Pemerintah Aceh mencatat, hingga memasuki pekan ketiga pascabencana, eskalasi kerusakan akibat banjir dan longsor di 18 kabupaten/kota terbilang cukup luas. Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan berat pada infrastruktur publik, tetapi juga mengakibatkan ratusan warga meninggal dunia, sementara sebagian lainnya masih dinyatakan hilang.

Di sisi lain, dukungan dari berbagai elemen terus mengalir ke Aceh. Pemerintah Aceh mencatat hingga saat ini telah ada 77 lembaga serta 1.960 relawan yang terlibat langsung dalam upaya penanganan dan pemulihan bencana. Para relawan dan lembaga tersebut berasal dari unsur lokal, nasional, hingga internasional.

Sejumlah lembaga yang telah tergabung dalam desk relawan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk Aceh di antaranya Save the Children, Islamic Relief, ABF, DH Charity, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, Mahtan Makassar, Relawan Nusantara, Baznas, EMT AHS UGM, Koalisi NGO HAM, Katahati Institute, Orari, Yayasan Geutanyoe, serta sejumlah lembaga lainnya.

Muhammad MTA menambahkan, jumlah lembaga dan relawan yang terlibat dalam respon kebencanaan di Aceh diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan di lapangan yang semakin kompleks.

“Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respon kebencanaan ini. Atas nama masyarakat Aceh dan para korban, Gubernur Aceh menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas niat baik dan kontribusi yang telah dan sedang diberikan demi pemulihan Aceh,” pungkasnya. (Ril KC)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Share
Published by
redaksi

Recent Posts

Black Out Berujung Petaka di Madina, Ratusan Kilo Ikan Mati, Peternak Rugi Puluhan Juta

Mandailing Natal, medanoke.com | Gelombang black out yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera pada…

41 menit ago

Blackout Sumut: Rakyat Diminta Paham, Tapi Siapa Memahami Rakyat?

Medan, medanoke.com | Beberapa awak media pada Senin, 25 Mei 2026, menyampaikan pengaduan resmi ke…

3 jam ago

Berkomitmen Terus Melaju “MengEMASkan Indonesia”, Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026

MEDAN –medanoke.com, PT Pegadaian kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan mencatatkan…

7 jam ago

KUNJUNGAN SPESIFIK KOMISI III DPR-RI TAHUN 2026 Monitoring Tantangan Pelaksanaan KUHP Dan KUHAP Di Kejati Sumatera Utara, Polda Sumatera Utara Dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara

Medan-medanoke.com, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia berkunjung ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara…

11 jam ago

Hendra Suriadi Kembali Nahkodai PP Medan Tenggara Periode 2026–2028

Medan-medanoke.com, Musyawarah Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai…

20 jam ago

Nilai Bisa Diatur, Kursi Bisa Diukur: Drama SPMB di Sumut Kembali Subur

Medan, medanoke.com | Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri di Sumatera Utara tahun 2026…

20 jam ago

This website uses cookies.