
Aceh Tenggara, medanoke.com | Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Jumat (24/7/2026). Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat karena kesulitan memperoleh BBM, sehingga mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari.
Sejak sore hari, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mulai memadati area SPBU. Panjangnya antrean terus bertambah hingga malam, sementara pasokan BBM yang tersedia belum mampu memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat.
Sejumlah warga mengaku baru berhasil mendapatkan BBM setelah menunggu selama berjam-jam. Bahkan, sebagian di antaranya baru dilayani sekitar pukul 21.00 WIB hingga menjelang tengah malam.
Salah seorang warga, Abdurrahman, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, mengatakan kelangkaan BBM di wilayah mereka berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak aktivitas menjadi terhambat.
“Kelangkaan BBM membuat masyarakat resah. Kami harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Kondisi ini menghambat aktivitas masyarakat, terutama bagi pekerja, pelaku usaha, dan warga yang bergantung pada kendaraan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah bersama Pertamina segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan distribusi dan memastikan ketersediaan BBM di wilayah Aceh Tenggara. Warga juga menginginkan adanya kepastian pasokan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa harus dihadapkan pada antrean panjang.
Catatan Redaksi : Hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan pasti penyebab kelangkaan BBM di lokasi tersebut, berita ini dapat berubah apabila ada konfirmasi langsung dari pihak terkait. (Jeri)






