Categories: Sosialisasi

Kerapatan Kejuruan Bohorok Jalin Sinergi Strategis Bersama PT PP Lonsum Bungara Estate

Langkat, medanoke.com | Untuk memperkuat tali silaturahmi dan sekaligus mengangkat serta menjaga marwah adat istiadat Melayu di tanah ulayat, delegasi lembaga adat Kerapatan Kejuruan Bohorok menggelar pertemuan resmi dengan Manajemen PT PP London Sumatra Indonesia (Lonsum) Bungara Estate.

Dalam pertemuan di Kantor Kebun Bungara Estate, pada Sabtu (13/6/2026), menghasilkan komitmen dan visi bersama untuk saling bersinergi secara harmonis. Kehadiran delegasi lembaga adat itu yang bertindak sebagai utusan resmi mewakili Yang Mulia (YM) Tuanku Diraja Kejuruan Bohorok Tengku Ali Hanafiah Bin Tengku Dahcrul Bin Tengku Bahagi Raja Bohorok, bergelar Sakmar Diradja Kejuruan Bohorok.

Kunjungan kehormatan tersebut dipimpin langsung oleh Ns. Tengku Ahmad Jajuli, MM selaku Setia Usaha Kejuruan Bohorok, didampingi Tengku Zulkarnain (Kejuruan Selesai) dan unsur Kerapatan Adat Tengku Khairi. Ikut serta memperkuat delegasi, perwakilan generasi muda masyarakat adat Kerapatan Kejuruan Bohorok, Wan Alfa Rizky Armi dan Tengku Ahmad A., S.Tr.P.

Estate Manager PT PP Lonsum Bungara Estate, Herry M foto bersama Ns. Tengku Ahmad Jajuli, MM selaku Setia Usaha Kejuruan Bohorok, didampingi Tengku Zulkarnain dan unsur Kerapatan Kejuruan Bohorok, Wan Alfa Rizky Armi dan Tengku Ahmad A dengan menunjukkan simbol persatuan dan komitmen sinergi yang kokoh antara dunia korporasi dan institusi adat lokal. (ist)

Kedatangan para pemangku adat dan zuriat kesultanan itu disambut oleh jajaran Pimpinan PT Lonsum Bungara Estate, yang dipimpin Estate Manager, Herry M didampingi Kepala Tata Usaha (KTU), Ibu Diah Retno, serta KTU Incharge, Samuel S. Pertemuan itu sebagai tanda babak baru kolaborasi yang tidak hanya menyentuh aspek operasional industri perkebunan, melainkan juga berkomitmen menjaga eksistensi dan kelestarian nilai-nilai luhur adat budaya Melayu di wilayah Bohorok.

Kolaborasi Strategis dan Penguatan Regulasi Berkelanjutan
Pertemuan ini menjadi ruang diskusi yang sangat produktif dalam menyelaraskan operasional industri perkebunan moderen dengan perlindungan ruang hidup adat melalui beberapa poin kesepakatan strategis, di antaranya,
Implementasi Regulasi Sertifikasi ISPO & RSPO Berdasarkan Perpres No. 16 Tahun 2025: Pihak perusahaan bersama lembaga adat sepakat untuk mengawal jalannya tata kelola industri kelapa sawit berkelanjutan yang patuh terhadap regulasi nasional terbaru, untuk memastikan aktivitas industri memberikan dampak kemakmuran yang adil bagi masyarakat lokal sekitar konsesi.

Integrasi Kearifan Lokal (Local Wisdom): Manajemen PT Lonsum Bungara Estate menegaskan komitmennya untuk senantiasa menghormati, mengadopsi, dan melibatkan kearifan lokal masyarakat Melayu Bohorok dalam setiap kebijakan sosial dan lingkungan perusahaan, untuk meminimalisir potensi konflik dan mempererat kohesi sosial.

Pengelolaan Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value – HCV Area): Kedua belah pihak berkomitmen mengidentifikasi, menjaga, dan memetakan kawasan HCV di lingkungan perkebunan yang memiliki keterikatan historis, situs keramat, maupun fungsi ekologis penting bagi kelangsungan hidup masyarakat adat ulayat Bohorok.

Kerja Sama Operasional (KSO): Merumuskan formulasi kemitraan yang inklusif untuk membuka peluang keterlibatan produktif masyarakat adat dalam rantai nilai perusahaan, sehingga kemajuan industri berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal.

Estate Manager PP Lonsum Bungara Estate, Herry M menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan delegasi Kejuruan Bohorok. “Bagi kami, keberadaan perusahaan harus menjadi bagian yang menyatu dengan urat nadi kehidupan masyarakat sekitar. Kehadiran para tokoh adat ini adalah kehormatan besar, dan kami siap berkomitmen penuh menjaga keselarasan industri dengan warisan budaya luhur Melayu di wilayah Bohorok ini,” katanya.

Sedangkan, Ns. Tengku Ahmad Jajuli, MM selaku Setia Usaha Kejuruan Bohorok menegaskan bahwa marwah adat akan tetap terjaga apabila terjalin hubungan saling menghormati antara dunia usaha dan pemangku wilayah ulayat.

“Sinergi ini adalah bukti nyata bahwa modernisasi industri melalui instrumen ISPO, RSPO, dan tata kelola HCV, dapat berjalan selaras tanpa harus menafikan eksistensi sejarah dan kebudayaan adat Melayu ulayat Kejuruan Bohorok,” pungkas Tengku Ahmad Jajuli.(KCU)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Share
Published by
redaksi

Recent Posts

Abdul Rahman Lubis: Kritik terhadap Pemimpin Harus Disampaikan Secara Proporsional dan Beretika

Medan, medanoke.com | Wakil Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Abdul Rahman Lubis,…

6 jam ago

Dugaan Kriminalisasi terhadap Pejuang Lingkungan Hidup, LBH Medan Desak Polrestabes Medan Bebaskan Parlindungan Silitonga

Medan, medanoke.com, 29 Juli 2026 | Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan secara resmi mendesak Polrestabes…

7 jam ago

LHKPN Komut Bank Sumut Minus Rp233 Juta Jadi Sorotan, Pengamat Minta Penjelasan Terbuka

Medan, medanoke.com | Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisaris Utama PT Bank Sumut, Firsal…

8 jam ago

Ketua Gen Z Sumut Kritik Aksi Walkout Gubernur Sumut di Sidang Paripurna, Singgung Sikap Sejumlah Pemuda yang Terkesan Membela

Medan, medanoke.com | Ketua Pemuda Gen Z Sumatera Utara, Rudi Hutabarat, S.H., menyampaikan kritik terhadap…

8 jam ago

Ombudsman RI Mulai Penilaian Maladministrasi di Sumut, Penilaian Libatkan Kepuasan Masyarakat

Medan, medanoke.com |  Ombudsman Republik Indonesia menggelar Entry Meeting sebagai pendahuluan sekaligus sosialisasi Penilaian Maladministrasi…

1 hari ago

Polresta Deli Serdang Diminta Meningkatkan Penanganan Dugaan Korupsi Dana Desa Rugemuk dan Kasus Penjualan Tanah PT PS

Medan, medanoke.com |  Proses hukum terhadap Kepala Desa Rugemuk nonaktif, Muliadi, terus menjadi sorotan publik.…

2 hari ago

This website uses cookies.