
Medan, medanoke.com | Riuh tepuk tangan dan semangat sportivitas mengisi GOR Bowling Jalan Willem Iskandar, Kamis (9/4/2026), saat cabang tenis meja Pekan Olahraga Wartawan Sumatera Utara (PORWASU) 2026 mencapai puncaknya. Di tengah persaingan yang ketat, satu nama pendatang baru justru mencuri perhatian: Rasyid Hasibuan.
Wartawan dari Mimbar Umum itu menjalani debutnya di gelar pertandingan tenis meja PORWASU dengan performa yang tak bisa dianggap remeh.
Langkahnya yang konsisten sejak babak awal mengantarkannya hingga ke partai final—sebuah capaian yang tidak mudah bagi peserta yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi ini.
Namun, di laga puncak, Rasyid harus mengakui keunggulan Safri Junanda Siahaan dari Berita Sore. Pertandingan berakhir dengan skor 3–0, memastikan Safri berdiri di podium tertinggi, sementara Rasyid menutup turnamen dengan gelar juara kedua—sebuah hasil impresif untuk seorang debutan.
Di posisi ketiga, Asril Tanjung dari medandaily.com berhasil mengamankan kemenangan setelah menundukkan Dedi Riono dari Harian Waspada dengan skor 3–1.
Lebih dari sekadar hasil pertandingan, PORWASU 2026 cabang tenis meja juga mencerminkan semangat kebersamaan di kalangan jurnalis. Koordinator pertandingan, Kesuma Ramadhan (Umek), mengapresiasi soliditas panitia dan antusiasme peserta.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pertandingan tenis meja berjalan lancar tanpa hambatan. Ini berkat kerja sama semua panitia dan peserta. Semoga ini menjadi contoh baik bagi cabang olahraga lainnya agar PORWASU tahun ini berlangsung sukses,” ujarnya.
Ia juga menyoroti disiplin para peserta yang mayoritas berprofesi sebagai wartawan, namun tetap mampu meluangkan waktu di tengah kesibukan.
“Kami sangat mengapresiasi para peserta yang bisa hadir tepat waktu sejak pertandingan dimulai pukul 09.00 WIB. Sampai akhirnya kita mendapatkan juara dari cabang ini,” tambahnya.
Bagi Rasyid Hasibuan, PORWASU 2026 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan panggung pembuktian bahwa wartawan tak hanya piawai merangkai kata, tetapi juga mampu bersaing di arena pertandingan. Debutnya yang berbuah podium menjadi sinyal kuat: ia bukan sekadar peserta—melainkan penantang serius di tahun-tahun mendatang.(Pujo)





