Categories: Religius

Sultan Deli ke-14, Tuanku Aji, Tegaskan Isu Sholat Idul Fitri Menunggu Sultan Adalah Keliru dan Menyesatkan

Medan — medanoke.com, Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, yang dikenal dengan sapaan Tuanku Aji, kembali menegaskan posisinya sebagai penjaga marwah budaya Melayu sekaligus meluruskan informasi yang dinilai keliru di tengah masyarakat. Isu yang menyebutkan bahwa pelaksanaan sholat Idul Fitri dan Idul Adha di Masjid Raya Al Mashun harus menunggu kehadiran Sultan, ditegaskannya sebagai kesalahan besar yang tidak berdasar.

Dalam konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (26/3/2026), Sultan Deli ke-14 tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan sholat hari raya tetap mengikuti ketentuan syariat Islam, yakni setelah masuknya waktu sholat, bukan bergantung pada kehadiran dirinya sebagai simbol adat. Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas informasi yang sempat viral dan menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Bukan menunggu Sultan datang baru sholat Idul Fitri atau Idul Adha dilaksanakan. Itu salah besar. Sholat tetap dilaksanakan ketika sudah masuk waktunya, sesuai akidah Islam dan adat Melayu Deli,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tuanku Aji menjelaskan bahwa kehadiran Sultan dalam prosesi menuju masjid, termasuk tradisi dipayungi oleh para pengawal, merupakan bagian dari adat istiadat Melayu Deli yang telah diwariskan turun-temurun. Prosesi tersebut bukanlah syarat sah ibadah, melainkan simbol budaya dan penghormatan terhadap institusi kesultanan.

Tradisi berjalan menuju masjid dengan pengawalan dan payung kebesaran, lanjutnya, adalah bentuk pelestarian nilai-nilai budaya Melayu yang tetap dijaga di tengah perkembangan zaman modern. Hal itu tidak memiliki maksud lain selain menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal generasi masa kini.

Sebagai Sultan ke-14 Kesultanan Deli, Tuanku Aji yang dinobatkan sejak usia delapan tahun, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara adat dan syariat. Di tengah arus informasi yang kerap simpang siur, kehadirannya menjadi rujukan penting dalam meluruskan pemahaman masyarakat terkait tradisi dan agama.
Penegasan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa adat Melayu Deli berjalan selaras dengan ajaran Islam, bukan bertentangan. Sultan pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum tentu benar tanpa klarifikasi dari sumber yang sah.

(Syahdan/Red)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Recent Posts

GMJA Desak Bupati Deli Serdang Pecat Kades Rugemuk Nonaktif, Pemkab Janji Sampaikan Aspirasi

Deliserdang, medanoke.com | Gerakan Mahasiswa Jaringan Aktivis (GMJA) mendesak Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan…

12 jam ago

Berkantor di Nias, Gubsu Tunjukkan Kepemimpinan Out of the Box

Nias, medanoke.com | Ada cara yang berbeda untuk menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat.…

2 hari ago

Langkah Awal Perkuat Profesionalisme, MIO Indonesia Sumut Resmi Daftarkan Organisasi ke Kesbangpol

Medan—medanoke.com, Pimpinan Wilayah Media Independen Online (MIO) Indonesia Sumatera Utara resmi mendaftarkan organisasi ke Kantor…

4 hari ago

Aksi Kamisan di Posbloc Medan Soroti Isu HAM, Supremasi Sipil, dan Persoalan Agraria

Medan – Puluhan peserta yang tergabung dalam Aksi Kamisan menggelar unjuk rasa di kawasan Posbloc…

4 hari ago

HIMASU Desak Polisi Usut Dugaan Peredaran Narkotika di Lapas Kelas I Medan

Medan, medanoke.com | Himpunan Mahasiswa Sumatera Utara (HIMASU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Lembaga…

5 hari ago

Cegah Korupsi Untuk Dukung Ketahanan Pangan, Kejati Sumut Gelar Penerangan Hukum di Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan

Medan-medanoke.com, Guna mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan di wilayah Sumatera Utara, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara…

6 hari ago

This website uses cookies.