Categories: Hukum

150 Ton Solar Subsidi Disita, Tapi Tanpa Tersangka: Ada Apa di Balik Gudang BBM Ilegal Medan Marelan?


Jakarta, medanoke.com | Penggerebekan gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Medan Marelan justru memunculkan tanda tanya besar. Meski 150 ton solar subsidi berhasil diamankan, hingga kini belum ada satu pun tersangka yang diumumkan ke publik.

Situasi ini memantik reaksi keras dari Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan. Ia menilai lambannya penanganan kasus ini berpotensi mengindikasikan adanya kekuatan besar di balik praktik mafia energi yang belum tersentuh hukum.

“Ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini kejahatan energi yang terorganisir. Kalau barang bukti sudah jelas, lalu kenapa belum ada tersangka?” tegas Hinca, Kamis (27/3/2026).

Penggerebekan yang dilakukan tim gabungan dari BAIS TNI, BINDA, Polri, dan Pemko Medan pada Selasa, 17 Maret 2026 lalu, seharusnya menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan distribusi BBM ilegal yang diduga telah lama beroperasi.

Namun hingga kini, aparat penegak hukum dinilai belum menunjukkan transparansi terkait siapa pemilik gudang, siapa pengendali distribusi, hingga ke mana aliran BBM subsidi tersebut selama ini disalurkan.

Nama perusahaan PT Sepertiga Malam Sinergi yang ditemukan di lokasi pun menjadi sorotan. Perusahaan yang diduga terkait dengan seorang bernama Andre Siregar itu dinilai harus segera diperiksa secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Hinca mengingatkan, praktik penimbunan BBM subsidi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menyengsarakan masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat.

“Di tengah krisis energi global dan peringatan Presiden soal kedaulatan energi, praktik seperti ini adalah bentuk pengkhianatan. Tidak boleh ada yang dilindungi,” ujarnya.

Ia juga mendesak Polda Sumatera Utara dan Polres Belawan untuk segera membuka perkembangan kasus secara terang benderang kepada publik.

Jika tidak, publik berhak curiga bahwa ada “tangan-tangan kuat” yang bermain di balik lambannya penegakan hukum dalam kasus ini.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum: apakah berani membongkar jaringan mafia BBM hingga ke akarnya, atau justru berhenti di level permukaan.

Sementara itu, masyarakat masih menunggu satu hal paling sederhana—kepastian hukum.(**)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Recent Posts

GMJA Desak Bupati Deli Serdang Pecat Kades Rugemuk Nonaktif, Pemkab Janji Sampaikan Aspirasi

Deliserdang, medanoke.com | Gerakan Mahasiswa Jaringan Aktivis (GMJA) mendesak Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan…

7 jam ago

Berkantor di Nias, Gubsu Tunjukkan Kepemimpinan Out of the Box

Nias, medanoke.com | Ada cara yang berbeda untuk menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat.…

2 hari ago

Langkah Awal Perkuat Profesionalisme, MIO Indonesia Sumut Resmi Daftarkan Organisasi ke Kesbangpol

Medan—medanoke.com, Pimpinan Wilayah Media Independen Online (MIO) Indonesia Sumatera Utara resmi mendaftarkan organisasi ke Kantor…

4 hari ago

Aksi Kamisan di Posbloc Medan Soroti Isu HAM, Supremasi Sipil, dan Persoalan Agraria

Medan – Puluhan peserta yang tergabung dalam Aksi Kamisan menggelar unjuk rasa di kawasan Posbloc…

4 hari ago

HIMASU Desak Polisi Usut Dugaan Peredaran Narkotika di Lapas Kelas I Medan

Medan, medanoke.com | Himpunan Mahasiswa Sumatera Utara (HIMASU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Lembaga…

4 hari ago

Cegah Korupsi Untuk Dukung Ketahanan Pangan, Kejati Sumut Gelar Penerangan Hukum di Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan

Medan-medanoke.com, Guna mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan di wilayah Sumatera Utara, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara…

5 hari ago

This website uses cookies.