
Medan -medanoke.com, Terkait Adanya Dugaan Ambil Jabatan Di Dinas Kesehatan Kota Medan dengan membayar administrasi melalui transfer, SM mengaku sebagai korban telah dipanggil oleh perwakilan di Dinkes kota Medan untuk mediasi melakukan perdamaian antara kedua belah pihak.
Dalam pertemuan itu SM mengatakan bahwa pihak Dinas Kesehatan akan membantu menyelesaikan masalahnya dengan EH, dia (EH red) berjanji akan melunasi uang yang dititipkan SM kepada EH pada tanggal 5 Mei 2026.
Namun hingga saat ini Shaiful Mahdi belum juga menerima sepeserpun dana pengembalian yang dijanjikan kepadanya. Menurutnya BAP yang dibuat oleh Dinas Kesehatan seolah olah hanya diatas kertas saja tidak ada tindak lanjutnya. Apalah arti mediasi itu, kalau pada kenyataannya tidak terselesaikan, ucap Shaiful pada awak media.
Saat dikonfirmasi, Shaiful juga mengatakan kalau dirinya sudah menagih langsung kepada EH melalui sambungan telepon bahwa EH janji membayar, namun janji tinggal janji, dan parahnya lagi EH mengatakan kalau dirinya juga sebagai korban. Yang menjadi pertanyaan apakah EH juga korban dari Dinas Kesehatan Kota Medan? Apakah uang yang di TF Shaiful Mahdi kepada EH disetor ke Dinas kesehatan atau hanya akal akalan EH saja.
Sementara, Plh Kadis Kesehatan Kota Medan Bu Henny saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsAap terkait kasus Shaiful Mahdi tersebut hanya menjawab ‘kemaren itu kan sudah ada kesepakatan’. Begitu juga dengan ibu Roida, seolah saling menutupi bukan membantu bagaimana supaya masalah ini dapat diselesaikan.
Untuk itu diminta kepada Bapak Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mohon evaluasi kinerja Dinas Kesehatan Kota Medan atas dugaan ambil jabatan dengan membayar administrasi, namun pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung didapatkan.






