
MEDAN-medanoke.com, KOJIRA (Komando Ojol Indonesia Raya) dibentuk berdasarkan keprihatinan atas tewasnya Alfian seorang driver ojek online (Ojol) terlindas Rantis Polri saat aksi demo di Jakarta namun diprakarsai di Medan, Sumatera Utara oleh Rudi Zulham Hasibuan yang kemudian dipercaya sebagai Ketua Umum DPP (Dewan Pimpinan Pusat) KOJIRA, Jumat (14/08/2026) menyatakan telah menerima SK DPP KOJIRA sejak 1 Agustus 2026 dari Ketua Dewan Pembina, Meryawaty Amelia Prasetyo, di Restoran Srikandi, Jl. Samanhudi No.3, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.
Pada kesempatan yang sama, DPP KOJIRA juga memperkenalkan struktur kepengurusan organisasi, dimana Rudi Zulham Hasibuan sebagai Ketua umum, Sekretaris Selwa Kumar dan Bendahara umum Hamidah, SH, MKn, yang menyatakan siap memperjuangkan dan menampung aspirasi para driver ojol lintas aplikasi. Saat ini, sedikitnya KOJIRA memiliki anggota sebanyak 1.100 driver ojol dan siap membentuk di 34 kabupaten/ kota.
“Kami merangkul seluruh entitas ojol tanpa memandang dari mana perusahaan aplikatornya berasal. Dari awal hanya 14 komunitas, kini sudah berkembang menjadi 33 komunitas dan satu aliansi,” ujar Rudi Zulham Hasibuan.
Ditambahkannya bahwa saat iniDPP Kojira telah diperkuat oleh 210 pengurus dalam 22 bidang kerja, dan siap menjalankan visi dan misi setingkat Nasional.
Saat ini KOJIRA menyoroti implementasi regulasi potongan aplikasi.
Meskipun apresiasi diberikan atas kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui regulasi yang menekan batas potongan mitra menjadi 8 persen, praktik di lapangan justru menyimpan beban baru bagi pengemudi karena kebijakan 8 persen tersebut belum berlaku menyeluruh, melainkan baru diterapkan pada layanan pengantaran penumpang dan belum menyentuh layanan pengantaran makanan.
Selain itu, Kojira mendorong aplikator agar tidak melakukan pemutusan hubungan mitra (PM) secara sepihak dan semena-mena. KOJIRA juga berupaya membangun kemandirian ekonomi anggotanya melalui pelatihan UMKM dan pembentukan Koperasi Cakra. Koperasi simpan pinjam ini dirancang khusus untuk membebaskan mitra dari jerat finansial yang kerap menimpa pekerja informal. Hingga saat ini, sebanyak 259 anggota Kojira telah resmi bergabung menjadi anggota koperasi.
Menambahkan pernyataan Ketua Umum KOJIRA, Hamidah SH, MKn Bendahara umum berpesan agar seluruh jajaran pengurus dan anggota tetap menjaga soliditas di tengah dinamika lapangan.
“Jangan ada perselisihan di antara kita. Apapun warnanya, apapun aplikasinya, kita adalah satu keluarga besar. Tetap kompak, saling mendukung, dan saling menjaga di jalan,” tegas Hamidah yang juga berprofesi sebagai Notaris ini.



