Religius

MEDAN – medanoke.com, Dalam rangkaian kunjunganya di Sumatera Utara selama 2 hari (Kamis,13 – Jumat, 14 Oktober 2022), Tokoh nasional Dr Muhammad Zainul Majdi MA yang populer dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Fahmussalam Al-Aziziyah di Jalan Karya IV, Marindal, Kabupaten Deliserdang, Jumat (14/10/22).
 
Kunjungan mantan Gubernur NTB dua periode tersebut dalam rangka menjalin silaturrahmi dengan pengurus ponpes dan santri santriwati setempat.
 
Ketibaan rombongan disambut pengurus ponpes yang dipimpin dr Fahmi Karimuddin bersama santri dan santriwati.
 
Disebutkan, ponpes yang baru berusia beberapa tahun itu mengasuh ratusa santri santriwati. Para santri dan santriwati yang ditampung di ponpes tersebut berasal dari Sumatera Utara, Aceh dan daerah lainnya.
 
Pada kesempatan itu dr Karimuddin memaparkan sejarah singkat pendirian dan perjalanan ponpes tersebut. Teranyar, ponpes tersebut akan menjadi tuan rumah lomba pembacaan Al-Qur’an tingkat Kabupaten Deli Serdang dalam rangka memeringati Hari Santri yang puncaknya jatuh pada 22 Oktober 2022.
 
dr Karimuddin menyebutkan ponpes yang baru berdiri beberapa tahun tersebut masih membutuhkan berbagai pembenahan khususnya sarana dan prasarana infrastruktur umum.
 
Tuan Guru yang juga didaulat sebagai ketua Persatuan Alumni Universitas Al-Azhar Kairo dalam kesempatan yang sama juga memotivasi para santri santriwati yang sudah kukuh untuk berpisah dengan orangtua supaya belajar bersungguh sungguh.
 
Dia mengatakan, para santri yang bergabung belajar di ponpes tersebut sudah melangkah dan berjuang menuju masa depan yang cerah yang diridhai Allah SWT.
 
Selanjutnya, setelah menyelesaikan studi akan terjun ke masyarakat untuk mengabdi pada berbagai bidang.
 
Pesan TGB bahwa, dalam perjalanan menuju dan meraih kesuksesan demi masa depan yang cerah, ada proses yang panjamg dan tidak gampang. oleh karena iti TGB berpesan ke para santri agar memedomani petunjuk petunjuk yang diberikan Allah melalui para nabi.
 
Diakhir ceramahnya, TGB mengingatkan para santri/ wati agar tetap menjalin silaturahmi dan bersahabat sesama santri, serta tetap menjadikani teman seumur hidup dalam perjuangan meraih masa depan, sekaligus untuk selalu berdoa terhadap sesama rekannya.
 
Dalam kunjungan dan silaturrahmi tersebut TGB yang merupakan Ketua Nasional DPP Partai Perindo didampingi para pengurus DPW Perindo Sumut di antaranya Ketua Rudi Zulham Hasibuan, Sekretaris Donna Julietta Siagian, Bendahara Januazir Chuwady, Budianta Tarigan, Tatang Ginting dan lainnya.
(aSp)

MEDAN  – medanoke.com, Ketua Harian Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Dr. Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, menyebut Indonesia saat ini membutuhkan generasi muda yang memiliki visi keislaman yang kuat dan kebangsaan yang kokoh.

Hal itu dikatakan TGB saat berbicara di depan ratusan santri Taman Pendidikan Islam (TPI) Darul Hikmah di Jalan Pelajar, Kota Medan, Kamis (13/10/2022).

Kunjungan ke TPI Darul Hikmah ini merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja TGB di Sumatera Utara  yang digelar Kamis dan Jumat, 13-14 Oktober 2022.

TGB menyebutkan, untuk menghadirkan generasi muda seperti itu, dibutuhkan lembaga pendidikan yang bervisi serupa. Lembaga pendidikan jenis ini, kata TGB ada banyak di Sumatera Utara maupun di wilayah lain. Jumlahnya mencapai pilihan bahkan ratusan.

“Seperti di sini. Tadi saya sempat berinteraksi dengan santri-santri di sini. Dan menurut saya, kelihatan sekali mereka memiliki visi keislaman yang kuat dan visi kebangsaan yang kokoh. Itu lah yang kita harapkan dari anak-anak muda kita saat ini,” kata TGB.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu mengatakan, model lembaga pendidikan visioner ini perlu mendapatkan dukungan dari seluruh pihak. Termasuk pemerintah pusat dan daerah.

“Ini perlu menurut saya satu hal yang kita teladani. Upaya masyarakat untuk membangun pendidikan keislaman yang baik itu terus berkembang dan itu harus di dukung oleh semua pihak termasuk pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Wakil Direktur, TPI Darul Hikmah, Yose Rizal, mengucapkan terimakasih kepada TGB yang mau memenuhi undangan silaturahmi mereka.

Yose menegaskan bahwa mereka siap mendukung pembangunan manusia di Sumatera Utara dengan melahirkan santri-santri yang menjadi tenaga pembangunan di Indonesia.

“Mudah-mudahan silaturahmi ini membawa berkah bagi kami. Untuk pembangunan manusia, kami siap mendukung. Kami bukan santri yang diskriminatif. Bukan di kanan kiri. Kita umat di tengah. Kita harap santri di sini menjadi alumni nyang menjadi tenaga pembanguan  di Indonesia khususnya dan islam pada umumnya,” tandasnya. (aSp)

Presiden R.I pertama mengatakan “Jas Merah” jangan sekali-kali melupakan sejarah. Maka peranan Syekh Arsyad Thalib Lubis sebagai salah seorang tokoh pendiri Al Jam’iyatul Washliyah, sangat layak menjadi pahlawan nasional. Dibawah Ini adalah sekelumit kisah singkat calon pahlawan nasional negeri ini.

Syekh Arsyad Thalib Lubis melalui seluruh proses pendidikan di Sumatera Utara. Memulai sekolah dasarnya di sekolah umum Volgschool di Stabat, kemudian di tahun 1917-1920 mengkaji Alquran di madrasah Islam Stabat yang dipimpin oleh H. Zainuddin Bilah.

Pada tahun 1921-1922 belajar di Madrasah Islam Bandar Sinemba Binjai, dibawah asuhan Syekh Mahmud Ismail Lubis, melalui Syekh Mahmud, Syekh Arsyad Thalib diajarkan dan dibiasakan menulis di media massa.

Pada tahun 1932 Syekh Arsyad Thalib mendalami ilmu tafsir, hadis, ushul fikih dan fikih dari Syekh Hasan Maksum. Ilmu-ilmu tambahan didapatkan dari Syekh Hasan Maksum mengenai ilmu agama dan perbandingan agama. Selama proses belajarnya, beliau dikenal sebagai murid yang cerdas dan rajin.

Sebelum keluarga Syekh Arsyad Thalib tinggal di Stabat mereka tinggal di Paspat. Mereka pindah karena mengalami kesulitan ekonomi. Pada masa itu rakyat Indonesia berada di bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda, yang sedang berusaha keras melunasi hutang mereka kepada kerajaan Belanda. Maka terjadilah kerja paksa, kuli kontrak, penguasaan dan perampasan tanah rakyat setempat.

Pada tahun 1942 Jepang masuk menjajah Indonesia. Aktif menyebarkan doktrin politik kepada umat Islam dengan program “Nippon’s Islamic Grass Roots Policy” kebijakan politik yang ditunjukan kepada para ulama dengan menjauhkan ulama dari pada sistem politik Islam.

Hal tersebut didasari dari pengamatan mereka bahwa ulama memiliki pengaruh besar terhadap umat Islam, partai-partai politik di non aktifkan, hanya himpunan-himpunan sosial dan keagamaan yang diperbolehkan.

Selain dari penjajah, pergolakan di masyarakat juga ditimbulkan oleh PKI. Tahun 1965 terjadi pembunuhan para jendral secara besar-besaran, penolakan terhadap partai-partai agama, para ulama dan umat Islam.

Pemahaman anti Tuhan disebarkan ke seluruh belahan Indonesia. Maka Syekh Arsyad Talib Lubis sangat menentang gerakan komunis ini. Beliau merayakan sebuah usaha kerjasama dengan berbagai kaum beragama untuk menghadapi bahaya komunis. Hal tersebut disampaikannya pada forum muktamar ulama se-Indonesia di Palembang.

Syekh Arsyad Thalib hidup dalam pergolakan penjajah dan musuh-musuh yang hendak menghancurkan Indonesia dan Islam. Walaupun demikian Syekh Arsyad Thalib Lubis sudah mampu berdakwah kepada masyarakat sejak usia 16 tahun. Pergolakan dan tantangan yang dihadapinya justru menjadikannya ulama yang berpendirian teguh dan berkarisma.

Syekh Arsyad Thalib tidak hanya terkenal sebagai tokoh agama dengan dakwah dengan kemampuan kristologi yang luar biasa, tetapi beliau juga pernah terlibat dalam politik Indonesia dengan menjadi pengurus di Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi), kemudian menjadi ketua pengurus Agama se-Sumatera Timur yang mana beliau adalah perwakilan pertama.

Syekh Arsyad Thalib Lubis adalah salah seoarang ulama yang berpengaruh  dari Sumatera Utara. Anak dari pasangan Lebai Thalib bin Haji Ibrahim dan Markoyom binti Abdullah Nasution itu lahir pada bulan Oktober 1908 di Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Menjadi wakil bagi Indonesia dalam kunjungan ke Uni Soviet dengan beberapa ulama Indonesia yang lainnya. Syekh Arsyad Thalib juga menjadi salah satu pendiri Al Jam’iyatul Washliyah, Beliau juga aktif mengajar di beberapa madrasah Al Washliyah dari tahun 1926-1957 M.

Lalu Syekh Arsyad menjadi Canselor Sekolah Persiapan Perguruan Tinggi Islam Indonesia di Medan pada tahun 1953-1954 M, menjadi guru besar di Universitas Islam Sumatera Utara pada tahun 1954-1957 M, dan pensyarah tetap di Universitas Al Washliyah sejak terbentuknya sampai akhir hayatnya.

Dalam berdakwah Syekh Arsyad Thalib Lubis tidak memandang sempit mad’unya. Tetapi yang menjadi fokus penting untuknya adalah membendung kemasukan misi Kristenisasi ke Sumatera Utara. Kemudian Syekh Arsyad Thalib juga aktif dalam Zending Islam Indonesia.

Syekh Arsyad Thalib meninggal pada 6 Juli 1972 pada usia 63 tahun. Syekh Arsyad Thalib memiliki pengaruh yang kuat, sehingga kepergiannya membawa duka bagi seluruh umat Islam, khususnya umat Islam di Sumatera Utara.

Selain Syekh Arsyaad Thalib, dalam mendirikan Al Washliyah ada nenerapa tokoh yang terlibat, antara lain H. Muhammad Arsyad Thalib Lubis, H. Abdurrahman Syihab, H. Ismail Banda, H. Yusuf Ahmad Lubis, H. Adnan Nur Lubis, H. Syamsuddin, H. Sulaiman, dan lain-lain.

MEDAN – medanoke.com, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mendukung pengusulan pendiri organisasi masyarakat (ormas) Islam, Al Jam’iyatul Washliyah, Syekh Muhammad Arsyad Thalib Lubis sebagai pahlawan nasional.
 
Hal itu dikatakan Ketua Harian Perindo, Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi saat bersilaturahmi dengan Pengurus Wilayah (PW) Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara di kantor mereka di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Kamis (13/10/2022).
 
“Kami Perindo sangat mendukung pendiri Al Jam’iyatul Washliyah menjadi pahlawan nasional. Beliau sangat layak. Minimal secara legal formal, mereka yang sudah berkontribusi mendapat pengakuan dari negara. Dengan kesadaran penuh, kita akan mendukungnya. Mereka memberikan semua yang mereka punya untuk bangsa ini. Kami juga mendukung itu dan akan ikut menyuarakannya,” kata TGB.
 
TGB menjelaskan, Al Jam’iyatul Washliyah sebagai salah satu ormas islam yang berdiri sebelum kemerdekaan, memiliki menempatkan  keislaman dan kebangsaan dalam posisi yang sama kuat. Sehingga para pendiri ormas bukan hanya berperan sebagai mujahid dakwah, tapi juga sebagai syuhada untuk mempertahankan negara.
 
“Ini adalah massa dimana negara membalas budi baik para pendiri bangsa. Walaupun sebenarnya mereka tidak minta. Tapi ini tanggungjawab kita sebagai generasi penerus,” sambungnya.
 
TGB pun mengapresiasi kerja-kerja Al Jam’iyatul Washliyah dalam bidang dakwah maupun kerja-kerja keumatan lainnya. TGB pun membuka pintu seluas-luasnya bagi kader Al Jam’iyatul Washliyah untuk berjuang bersama Perindo untuk mewujudkan Indonesia yang berkah.
 
“Kami membuka diri untuk para kader Al Jam’iyatul Washliyah. Kita yakin Indonesia pasti maju, tapi majunya seperti apa. Tentunya yang dipenuhi keberkahan dari Allah SWT, dan kita membutuhkan kader-kader Al Jam’iyatul Washliyah,” tukasnya.
 
Ketua PW Al Jam’iyatil Washliyah Sumut, Dr. Dedi Iskandar Batubara, mengucapkan terimakasih atas dukungan Perindo untuk penetapan pendiri Al Jam’iyatul Washliyah, Syekh Arsyad Thalib Lubis sebagai pahlawan.
 
“Kami terima kasih atas dukungannya. Dukungan Perindo ini menjadi penyemangat baru bagi kami,” kata Dedi.
 
Dedi menegaskan, secara administratif seluruh persyaratan sudah mereka penuhi untuk mengusung Syeh Arsyad sebagai pahlawan nasional. Mereka pun berharap Presiden bisa segera menetapkan Syah Arsyad sebagai pahlawan nasional karena tokoh mereka itu sangat layak dan hingga saat bini belum ada satupun tokoh Al Jam’iyatul Washliyah yang menjadi pahlawan nasional.
 
“Seluruh tahapan administratif sudah kita penuhi. Termasuk kajian akademiknya. Tapi kita memahami ada keterbatasan penetapan pahlawan nasional setiap tahunnya. Namun kita juga yakin jika presiden mau mengeksekusinya,” tukas Dedi.
 
Syekh Muhammad Arsyad Thalib Lubis adalah satu ulama yang berpengaruh  dari Sumatera Utara. Anak dari pasangan Lebai Thalib bin Haji Ibrahim dan Markoyom binti Abdullah Nasution itu lahir pada bulan Oktober 1908 di Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (aSp)

MEDAN – medanoke.com, Dihari jadinya yang ke 8 (delapan) pada tanggal 8 Oktober 2022, DPW Perindo Sumut merayakanya dengan bhakti sosial dengan menyambangi Karya Kasih, Panti Jompo yang berada di Jalan Mongonsidi Medan, Sumatera Utara.

Kehadiran rombongan pengurus teras partai Perindo Sumut ini disambut dengan senyum sumringah para manula yang terlihat langsung menyambut kedatangan para pengurus yang dipimpin oleh ketua DPW, Rudi Zulham Hasibuan, Sekretaris Donna Y Siagian, Bendahara Januazir & Budianta Tarigan.

Kegiatan bhakti sosial ini diawali dengan menghibur para manula dengan bernyanyi bersama, kemudian dilanjutkan dengan memberikan tali asih dan bingkisan khusus dari partai besutan Harry Tanoe, taipan media MNC Group, kepada 60 orang penghuni Panti Jompo.

Rudi Zulham Hasibuan mengaku sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk bertemu dan berbagi tali asih, serta suka cita ditempat ini.

“Hari ini kita hadir. Kita ingin melihat langsung opa dan oma, orang tua kita yang ada di sini. Kita melihat mereka menyambut Perindo hadir dengan penuh suka cita juga, ikut bernyanyi bersama. Tentu kita hadir di sini ingin memberikan hiburan kepada mereka,” ujar Rudi.

Rudi juga bersyukur melihat para penghuni panti sehat, tenang dan bahagia. Sehingga bisa berbagi kebahagiaan pula bagi mereka yang hadir di sana. (aSp)

Minta Kejati Sumut Segera Periksa Abdul Muin Pulungan

Medan – Medanoke.com, Mahasiswa yang tergabub dalam Kesatuan aktivis peduli korupsi Sumatera Utara (KAPK-SU), kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk yang ke tiga kali di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumut.

Mereka meminta Kejatisu memeriksa dan mempertanyakan terkait adanya dugaan pungli (pungutan liar) atas Program Penempatan & Pemberdayaan Tenaga Kerja melalui kegiatan peningkatan wirausaha dalam rangka penanganan covid 19 di bidang ketenaga kerjaan TA.2020 Sebesar Rp. 40.000.000 per UMKM se Sumatera Utara. Diduga sebanyak 141 UMKM menjadi korban pungli yang dilakukan olnum pengurus Partai Kebangkitan Bangsa.

Dalam aksinya para mahasiswa mengelar spanduk demo yang meminta Kejatisu memeriksa Oknum yang disebut berinisi AMP (Abdul Muin Pulungan) salah seorang oknum yang termasuk dalam unsur pengurus PKB dan kuasa pengguna anggaran (KPA) Direktorat Jendral Pembina Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian RI, serta PPK terkait.

Dalam orasinya, Abdul G Hasibuan selaku Kordinator Aksi dan Ismail Pandapotan Siregar selaku Kordinator Lapangan, mengutarakan bahwa pihak Kejatisu, terkhusus Kepala Kejatisu, Idianto SH MH harus serius melakukan Penyelidikan,Penyidikan dan tangkap aktor intelektual yang di duga di perankan oleh Abdul Muin pulungan (Oknum ,Unsur Pengurus PKB) dan kuasa pengguna anggaran Direktorat jendral pembina penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja kementerian RI serta PPK.

Setelah satu Jam lebih menyampaikan aspirasi pihak Kejatisu akhirnya menanggapi aspirasi mahasiswa dari KAPK-SU melalui staf Kasi Penhum, Juliana Sinaga.

Juliana mengatakan bahwa kasus Ini sudah di Proses dan sudah disampai dan langsung ke di Meja Kajatisu, “Kepada adek adek Mahasiswa mohon menunggu waktu dan sabar, kasus ini akan kita selesaikan secepatnya.” Ujar staf Penkum Kejatisu tersebut.

Mahasiswa yang tergabung dalam aksi demo damai yamg tergabung dalam wadah Kesatuan Aktivis Peduli Korupsi Sumut akhirnya membubarkan diri secara tertib dan berjanji akan datang kembali mempertanyakan sudah sejauh mana kasus ini. (aSP)

Medan – Medanoke.com, Kesatuan Aktivis Peduli Korupsi Sumatera Utara (KAPK-SU), kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPW Partai Kebangkita Bangsa ( PKB Sumut, Jl Walikota No.3, Medan, 5/8/22/, terkait adanya dugaan pungli (pungutan liar) atas bantuan Program Penempatan & Pemberdayaan Tenaga Kerja Melalui Kegiatan Peningkatan Wirausaha dalam rangka penanganan Covid 19, dibidang ketenaga kerjaan tahun anggaran.2020, dengan variasi nilai pungutan sejumlah Rp 10 juta sampai Rp 40 juta per UMKM se Sumatera Utara.
 
Dalam orasinya, Ismail Pandapotan Siregar selaku  Kordinator Lapangan  menyatakan “tangkap aktor intelektual yang diduga diperankan oleh Abdul Muin Pulungan dan KPA (kuasa pengguna anggaran) Dirjen Pembina Penempatan Tenaga Kerja & Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian R.I serta PPK.”

Sebagai kader idiologis yang secara politik merasa sangat kecewa terhadap perlakuan salah satu oknum dan unsur DPP PKB sahabat Abdul Muin Pulungan.
 
Abdul Gani mengutarakan ” kami akan  melaporan secara resmi ke pihak kejaksaan tinggi Sumatera Utara, ” Tutup Gani. (aSp)

Medan – Medanoke.com, Majelis Amal Sosial Pimpinan Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara menggelar kunjungan muhibbah guna merajut tali kasih ke sejumlah panti asuhan di Medan. Selain untuk mempererat silaturrahmi, anjangsana muhibbah itu juga disertai dengan penyerahan bantuan.

“Anjangsana muhibbah ini merupakan program rutin Majelis Amal Sosial Pimpinan Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara. Program ini akan terus berlanjut untuk menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama, juga untuk mempererat silaturrahmi,” ucap Ustadz Erwinsyah Putra SPdI, Ketua Majelis Amal Sosial PW Al Washliyah Sumatera Utara, di sela-sela kunjungannya, Sabtu 6 Agustus 2022.

Menurut Ustadz Erwin, kunjungan muhibbah dilakukan sebagai bentuk realisasi penjabaran dari Khittah, Sibghoh dan Wijhah Al Jam’iyatul Washliyah, dan merupakan bahagian dari pelaksanaan Panca Amal Al Washliyah.

“Sesuai namanya, Al Jam’iyatul Washliyah memiliki arti yakni perkumpulan yang menghubungkan. Maksud dari nama ini adalah menghubungkan manusia dengan Allah SWT dan menghubungkan manusia dengan manusia lainnya agar bersatu, serta menghubungkan manusia dengan alam sekitarnya. Dan, cara yang paling efektif memperkuat hubungan antar sesama manusia itu adalah dengan mempererat silaturrahmi melalui kunjungan-kunjungan muhibbah,” papar ustadz yang dikenal berjiwa entrepreneur tersebut.

Sebagai perkumpulan yang menghubungkan manusia dengan manusia, tutur Ustadz Erwin, Majelis Amal Sosial Al Washliyah Sumatera Utara dalam pelaksanaan kunjungan muhibbah tidak memandang adanya perbedaan isme (paham) antar organisasi. Karena itulah, Majelis Amal Sosial Al Washliyah Sumatera Utara tidak hanya menyambangi panti-panti asuhan yang dikelolah Al Washliyah saja, tetapi juga panti asuhan pihak lainnya.

“Ada lima panti asuhan yang kami kunjungi dalam rangka muhibbah untuk mempererat silaturrahmi. Yakni Panti Asuhan Al Washliyah di Jalan Ismailiyah Medan, Panti Asuhan Daarul Aitam, Panti Asuhan Mamiyai, Panti Asuhan Muhammadiyah Jalan Amaliun Gg. Umanat, dan Panti Asuhan Zending Islam Medan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara, ustadz Dr H Dedi Iskandar Batubara SSos SH MAP. “Kunjungan muhibbah ini merupakan jembatan untuk mempererat silaturrahmi. Dengan seringnya melakukan kunjungan seperti ini, maka akan terjalin hubungan yang lebih erat,” ujar senator DPD RI asal Sumut ini.

Melalui kunjungan muhibbah yang digelar Majelis Amal Sosial, tutur ustadz Dedi, akan tercipta hubungan yang harmonis antara Al Washliyah Sumatera Utara dengan masyarakat, khususnya umat Islam. “Hubungan selama ini memang sudah sangat harmonis, tapi tentu dengan seringnya melakukan kunjungan akan semakin lebih harmonis lagi,” katanya.

Dalam setiap kunjungan muhibbah ke panti asuhan tersebut, pengurus Majelis Amal Sosial Al Washliyah Sumatera Utara menyerahkan bantuan sebagai tali kasih. “Jangan dilihat nilainya, namun ketulusan untuk menerima dan berbagi adalah tujuan utama, sebagai tali kasih mempererat silaturrahmi,” tukas ustadz Erwinsyah diamini pengurus lainnya. (aSp)

Medan – Medanoke.com, Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara menggelar tahtim, tahlil dan doa bersama dalam rangka dimulainya pembangunan Gedung Training Centre Al Washliyah Sumatera Utara, Asrama
Pelajar Al Washliyah Nias Selatan dan Perbaikan Kantor PW Al Washliyah
Sumatera Utara, Rabu (20/7/22)

Tahtim, Tahlil dan doa munajat bersama dilaksanakan di gedung lama bekas Musala yang berada di komplek Sekretariat Al Washliyah Sumut. Di lahan gedung lama itu nantinya akan dibangun Training Centre Al Washliyah Sumut.

“Puing-puing bangunan ini tidak dibuang, namun dijadikan untuk timbunan dan pondasi Gedung Training Centre nanti,” ujar Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara saat menyampaikan sambutannya di hadapan Pengurus PB Al Washliyah Dr Ismail Efendi, ulama Al Washliyah, pengurus Wilayah dan Organ Bagian Al Washliyah Sumut dan PD Al Washliyah.

Dedi Iskandar menambahkan, traning center Al Washliyah Sumut dibangun 3 lantai yang meliputi asrama dan aula.

Selanjutnya pembangunan yang bersumber dari dana hibah Pemprovsu sebesar Rp3 miliar tersebut juga diperuntukkan untuk rehab kantor, kamar mandi PW Al Washliyah Sumut. Selanjutnya juga dilaksanakan pembangunan rumah singgah atau asrama pelajar di Nias Selatan.

“Dengan nawaitu kita segera mulai pembangunannya. Saya sedih dengan Musala ini, sejarahbga panjang, tahun 1997 masih ada ustad Abdul Halim,” kenangnya.

Senator asal Sumut ini juga menjelaskan, pelaksanaan Tahtim, Tahlil dan doa bersama untuk mengenang ulama, tokoh dan kader Al Washliyah yang telah meninggal dan berjasa berdirinya kantor PW Al Washliyah Sumut.

“Untuk itu saya juga mengajak majelis amal sosial, dakwah melanjutkan wirid ini untuk mendoakan para ulama, tokoh dan kader Al Washliyah yang telah meninggal dan menjadikan ini sebagai tradisi baru kita, saya berharap kita mulai 1 Agustus mendatang,” harapnya.

Sementara itu PB Al Washliyah yang diwakili Dr Ismail Efendi mengaku bersyukur bisa menyaksikan bangunan lama bekas Musala sebelum dirobohkan untuk dibangun Training Centre Al Washliyah Sumut.

Untuk itu, dia berharap agar semangat dan persatuan kader Al Washliyah untuk berjuang menjaga Al Washliyah.

“Semangat persatuan Mark kita jaga dan yakinlah Al Washliyah tempat kita bersatu dan berjuang dan Allah akan membantu kita,” kata Ismail Efendi.

Acara Tahtim yang dipimpin Al Ustaz Tuah Sirait, Tahlil H Muhammad Rinaldi dan Doa H Sibawaihi diakhiri dengan kumandang azan masuknya waktu salat isya. (aSp)

Medanoke.com-Medan, Rayakan Idul Adha 1443 Hijriah, Pengurus DPW Perindo Sumatera Utara melaksanakan penyembelihan hewan qurban. sebayak 3 ekor lembu dan 1 ekor kambing disebembelih sesuai syariat Islam di halaman Kantor sekretariat DPW Perindo Sumatera Utara, Jalan Cut Nyak Dhien, No 2 Medan, Senin (11/7/22).
 
Ketua DPW Perindo Sumatera Utara, Rudi Zulham Hasibuan melaksanakan penyembelihan ini langsung dan mengatakan bahwa hewan kurban yang disembelih tersebut terdiri dari 1 hewan kurban berupa lembu dari keluarga Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan beberapa lainnya dari pengurus DPW Partai Perindo Sumatera Utara.
 
“Kami berterima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang tahun ini menyumbangkan hewan kurban ke DPW Perindo Sumut,” kata Rudi Zulham Hasibuan.
 
Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban ini dihadiri oleh sejumlah pengurus DPW Perindo Sumatera Utara, seperti sekretaris DPW Donna Yulietta Siagian dan Bendahara Januazir Chuwadi serta jajaran pengurus lainnya seperti Budianta Tarigan, Iskandar, Syamsul Bahri, Joko Sukardi Lelono dan lainnya.
 
“Daging kurban ini nantinya akan kami salurkan nanti kepada masyarakat,” demikian Rudi Zulham Hasibuan.(aSp)