Categories: Lingkungan Hidup

Dari Lumpur Hutan Mangrove ke Panggung Nasional : Jejak Wibi Nugraha Menjaga Alam

Jakarta, medanoke.com | Di tengah derasnya arus pembangunan dan berbagai persoalan lingkungan yang terus bermunculan, masih ada sosok-sosok yang memilih bekerja dalam diam. Mereka tidak selalu tampil di depan kamera, tetapi pengabdiannya meninggalkan jejak nyata bagi alam dan masyarakat. Salah satunya adalah Wibi Nugraha.

Tahun 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang pegiat lingkungan asal Sumatera Utara tersebut. Dedikasinya selama puluhan tahun dalam menjaga kelestarian alam membawanya meraih Penghargaan Kalpataru Nasional 2026 kategori Perintis Lingkungan, penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diberikan kepada individu dengan kontribusi luar biasa dalam pelestarian alam.

Penghargaan yang diterima di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (11/6/2026), itu bukan sekadar pengakuan atas kerja keras seorang individu. Bagi Wibi, Kalpataru adalah simbol perjuangan kolektif.

“Penghargaan ini bukan hanya milik saya, tetapi milik kita semua,” ujarnya usai menerima penghargaan.

Kalimat tersebut mencerminkan perjalanan panjang yang telah ditempuhnya. Selama bertahun-tahun, Wibi aktif menggerakkan berbagai kegiatan konservasi dan edukasi lingkungan di Sumatera Utara. Baginya, menjaga alam bukan sekadar menanam pohon atau menjalankan kegiatan seremonial, melainkan memastikan generasi mendatang tetap memiliki lingkungan yang sehat dan lestari untuk ditinggali.

Namun dukungan terbesar, menurut Wibi, justru datang dari lingkaran terdekatnya.

Di tengah kesibukan mengurus berbagai aktivitas lingkungan, keluarga menjadi tempatnya kembali. Sang istri, Wina Widya, serta anak-anaknya—Langit Biru, Lembayung Senja, dan Launa Seindah Lelangi Malaka—menjadi sumber energi yang membuatnya terus bertahan dalam perjalanan panjang tersebut.

Bagi seorang pegiat lingkungan, dukungan keluarga sering kali menjadi faktor yang tak terlihat, tetapi sangat menentukan. Sebab menjaga alam bukan pekerjaan yang mengenal jam kantor. Ia menuntut waktu, tenaga, bahkan pengorbanan yang tidak sedikit.

Namun Kalpataru 2026 bukanlah penghargaan pertama yang diraih pria yang dikenal sebagai “Tukang Nanam Mangrove” itu. Jauh sebelum namanya bergema di tingkat nasional, berbagai penghargaan telah menjadi saksi atas konsistensinya menjaga lingkungan.

Pada 2017, ia meraih Juara I Konservasi Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang. Setahun kemudian, Wibi kembali meraih Juara I Konservasi Lingkungan tingkat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara. Kiprahnya semakin mendapat perhatian ketika pada 2019 ia dinobatkan sebagai Penerima Penghargaan Wana Lestari Kategori Kader Konservasi Alam Terbaik I Nasional.

Pengabdiannya dalam rehabilitasi mangrove juga mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada 2023, Wibi menerima penghargaan sebagai Mitra KLHK Terbaik dalam Rehabilitasi Mangrove, sekaligus memperoleh apresiasi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas dedikasinya menjaga kawasan pesisir Sumatera Utara. Bahkan sebelum meraih Kalpataru, namanya telah masuk sebagai Nominator Kalpataru Nasional 2024 kategori Perintis Lingkungan.

Deretan penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Kalpataru 2026 bukanlah keberhasilan yang datang secara tiba-tiba. Penghargaan itu merupakan puncak dari perjalanan panjang seorang pejuang lingkungan yang telah mengabdikan lebih dari dua dekade hidupnya untuk menjaga mangrove, melindungi pesisir, mengedukasi masyarakat, dan menanam harapan bagi masa depan lingkungan Sumatera Utara.

Di balik pencapaian tersebut, Wibi menyadari bahwa dirinya tidak berjalan sendiri. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara Heri Wahyudi Marpaung, para pegiat lingkungan, serta insan pers yang selama ini turut mengawal berbagai isu lingkungan.

Secara khusus, ia juga mempersembahkan penghargaan tersebut kepada keluarga yang menjadi sumber kekuatan dalam setiap langkah pengabdiannya.

“Aku persembahkan juga untuk almarhum ayah, juga untuk keluargaku di Bogor. Terima kasih untuk teman-teman wartawan dan seluruh media yang selalu mendukung saya. Salam hormat,” ucapnya pada awak media Selasa 16/6/2026 disela kesibukannya yang sedang menuju hutan mangrove di pangkalan susu.

Di akhir perjalanannya menuju panggung nasional, Wibi justru mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama. Baginya, Kalpataru adalah pengingat bahwa alam membutuhkan lebih banyak orang yang peduli, lebih banyak tindakan nyata, dan lebih banyak kolaborasi.

Kisah Wibi Nugraha membuktikan bahwa kepedulian yang dirawat dengan konsisten dapat tumbuh menjadi gerakan besar. Dari pesisir dan hutan mangrove Sumatera Utara hingga panggung penghargaan nasional, ia menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu lahir dari sorotan, melainkan dari kerja nyata yang dilakukan tanpa lelah dan tanpa pamrih.

Kalpataru 2026 menjadi pengakuan atas perjalanan itu. Namun bagi Wibi, perjuangan sesungguhnya masih terus berlanjut: menjaga alam agar tetap menjadi rumah yang layak bagi generasi yang akan datang.(Pujo)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Share
Published by
redaksi

Recent Posts

Pelindo Regional 1 Dukung Semarak Pawai Obor 1 Muharram 1448 H di Belawan

BELAWAN – medanoke.com, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan…

51 menit ago

Menjaga Jejak Persaudaraan: Reuni Alumni Y.P. Al-Masruriyah Jadi Momen Pulang yang Dinanti

Medan, medanoke.com |  Ada kalanya sebuah sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga…

58 menit ago

APII Geruduk Kejagung dan Kemendiktisaintek, Desak Usut Dugaan Penyimpangan KIP Kuliah di Sumut

Jakarta, medanoke.com | Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Pemuda Intelektual Indonesia (DPP APII) menggelar aksi unjuk…

3 jam ago

Diduga Aniaya Warga, Anggota DPRD Medan Didesak Di-PAW: Kursi Dewan Bukan Ring Tinju

Ketua BK DPRD Medan, Lailatul Badri, bersama anggota BK Robi Barus dan Edi Saputra menerima…

15 jam ago

LBH PPRS Indonesia Dampingi Korban Dugaan Penganiayaan Oknum Anggota Dewan

MEDAN–medanoke.com, Komitmen LBH PPRS Indonesia memperjuangkan keadilan dan memberikan perlindungan hukum bagi keturunan Raja Silahisabungan…

15 jam ago

Kejaksaan R.I Serahkan Rp 1.029 T Hasil Lelang Barang Rampasan Negara

Badan Pemulihan Aset Kejaskaan R.I Terus Berupaya Memulihkan Dan Mengembalikan Aset Dan Kekayaan Negara Yang…

22 jam ago

This website uses cookies.