Categories: advetorial

GEMES IX 2026 Dinilai Minim Inovasi dan Disorot Soal Anggaran Rp2,5 Miliar, LTKP Desak Wali Kota Medan Evaluasi Kadis Pariwisata

Medan, medanoke.com | Pelaksanaan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX Tahun 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Medan ke-436 sekaligus menyambut Rakernas APEKSI XVIII dimana Kota Medan ditunjuk sebagai tuan rumah telah menuai sorotan tajam.

Presidium Lingkaran Transparansi Kebijakan Publik (LTKP), Syafaruddin Sikumbang, meminta Wali Kota Medan, Rico Waas, segera mengevaluasi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara, menyusul pelaksanaan acara yang dinilai tidak menghadirkan inovasi maupun terobosan baru.

Menurut Syafaruddin, kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) dan akan berlangsung sampai Selasa (30/6/2026) tersebut justru terkesan monoton dan tidak mencerminkan sebuah agenda budaya berskala internasional yang seharusnya menjadi etalase kebudayaan Melayu sekaligus wajah Kota Medan di hadapan para tamu daerah.

“Kami menilai pelaksanaan GEMES tahun ini sangat minim inovasi. Tidak terlihat konsep baru yang mampu mengangkat nilai budaya Melayu secara lebih modern, kreatif, dan berdaya tarik tinggi. Padahal kegiatan ini membawa nama besar Kota Medan dan digelar bertepatan dengan Hari Jadi Kota Medan serta Rakernas APEKSI,” ujar Syafaruddin.

LTKP menilai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Medan gagal memanfaatkan momentum besar tersebut untuk membangun citra pariwisata daerah. Dengan dukungan anggaran yang cukup besar, menurut mereka, masyarakat seharusnya dapat menikmati sebuah pertunjukan budaya yang lebih spektakuler, inovatif, dan memberikan dampak nyata terhadap sektor ekonomi kreatif.

Soroti Anggaran Rp2,5 Miliar
Tidak hanya mengkritik kualitas penyelenggaraan acara, LTKP juga menyoroti besarnya anggaran pelaksanaan GEMES IX Tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Berdasarkan data yang disebut berasal dari laman LPSE Kota Medan, paket pekerjaan Jasa Penyelenggaraan Acara dengan kode tender 10136337000 dimenangkan oleh PT Global Gemilang.

Syafaruddin mengatakan bahwa besarnya nilai proyek harus sejalan dengan kualitas hasil yang diterima masyarakat.

“Ketika anggaran mencapai miliaran rupiah tetapi output kegiatan dinilai biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan kreativitas maupun inovasi yang signifikan, maka publik tentu berhak mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran tersebut,” katanya.

LTKP mengaku mencium adanya indikasi dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran kegiatan. Namun demikian, organisasi tersebut menegaskan bahwa dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui audit dan pemeriksaan oleh aparat yang berwenang.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Dugaan itu harus diuji melalui pemeriksaan yang objektif oleh lembaga penegak hukum maupun aparat pengawasan. Karena itu kami meminta dilakukan audit menyeluruh agar penggunaan anggaran benar-benar transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Minta Wali Kota Bertindak Tegas
LTKP mendesak Wali Kota Medan agar tidak menutup mata terhadap kritik masyarakat. Evaluasi terhadap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dinilai penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan event budaya Kota Medan ke depan.

Menurut Syafaruddin, evaluasi tidak semata menyangkut persoalan administrasi, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan menghadirkan inovasi, efektivitas penggunaan anggaran, serta keberhasilan mempromosikan budaya daerah.

“Jangan sampai event budaya hanya menjadi agenda seremonial yang menghabiskan anggaran besar tanpa memberikan dampak yang signifikan bagi pariwisata maupun ekonomi masyarakat. Kota Medan membutuhkan pejabat yang memiliki visi, kreativitas, dan keberanian menghadirkan inovasi,” pungkasnya.

Tuntutan Evaluasi Kejati Sumut
LTKP juga mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut untuk bersikap tegas mengusut dugaan penyimpangan anggaran pelaksanaan GEMES dari tahun ke tahun. (**)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Recent Posts

Dugaan Korupsi Rumah Eks Pejuang Timor Timur Mandek, PP GPA Desak Kejaksaan Agung Segera Tetapkan Tersangka

Jakarta, medanoke.com | Penanganan dugaan korupsi pembangunan rumah bagi eks Pejuang Timor Timur di Kabupaten…

44 detik ago

Listrik Padam Hampir 4 Jam di RS PHCM Belawan, M. Idris Sarumpaet Desak APH Usut Tuntas Dugaan Kelalaian Keselamatan Pasien

Belawan, medanoke.com | Padamnya aliran listrik selama hampir empat jam di Rumah Sakit PHCM Belawan…

1 jam ago

PMT Perkuat Budaya Keselamatan Melalui Safety Down di Terminal Kuala

Tanjung BatuBara–medanoke.com, PT Prima Multi Terminal (PMT) kembali menegaskan komitmennya terhadap keselamatan kerja dengan menggelar…

4 jam ago

Arus Petikemas Belawan dan Kuala Tanjung Naik 6%

BELAWAN –medanoke.com, Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung menunjukkan kinerja…

4 jam ago

Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah

Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan bersama Direktur TI dan Operasional PT Bank Sumut (Perseroda)…

2 hari ago

GEMES 2026: Ahoii.. Ketika Medan Menjadi Beranda Dunia Melayu

Medan, medanoke.com | Di kota yang dibangun dari perjumpaan berbagai etnis, bahasa, dan peradaban, Melayu…

2 hari ago

This website uses cookies.