Categories: Lalu Lintas

Jembatan Berubah Fungsi Jadi Lapak Dagangan, Camat Medan Denai Bantah Ada Setoran Pedagang

Medan, medanoke.com |  Sejumlah jembatan dan ruas jalan di Kota Medan kini dinilai mengalami pergeseran fungsi. Fasilitas publik yang seharusnya menjadi penunjang kelancaran arus lalu lintas justru dimanfaatkan sebagai lokasi berjualan oleh pedagang musiman. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena kerap memicu kemacetan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Fenomena itu terlihat di beberapa titik di Kecamatan Medan Denai, di antaranya Jembatan Jalan Denai, Jalan Menteng Raya (Pasar Merah Ujung), serta Jalan Seksama. Hampir setiap hari, area jembatan dipenuhi berbagai lapak dagangan, mulai dari pedagang buah menggunakan mobil pikap, penjual buku sekolah, hingga pedagang musiman lainnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan pada Sabtu (11/7/2026), beredar dugaan bahwa para pedagang menyetor sejumlah uang kepada oknum di tingkat kelurahan maupun kecamatan agar dapat terus berjualan di atas jembatan tanpa ditertibkan.

Namun, tudingan tersebut dibantah tegas oleh Camat Medan Denai, Yogi Prayoga. Ia memastikan pihak kecamatan tidak pernah melakukan pungutan terhadap para pedagang dan justru telah berulang kali memberikan peringatan agar mereka tidak menggunakan jembatan sebagai tempat berjualan.

“Tidak ada (tidak benar) itu, Bang. Sudah pernah kita surati mereka agar tidak berjualan di jembatan. Nanti akan kita koordinasikan lagi dengan Satpol PP untuk melakukan penertiban,” ujar Yogi.

Menurutnya, keberadaan lapak di atas jembatan memang menjadi perhatian pemerintah kecamatan karena berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Yogi menambahkan, pihaknya akan segera memerintahkan lurah di wilayah terkait untuk kembali mengecek kondisi di lapangan dan memastikan fasilitas umum tersebut bersih dari aktivitas perdagangan.

“Nanti lurah saya perintahkan untuk mengecek lokasi lagi. Yang pasti, kami tidak pernah melakukan pungutan kepada pedagang yang berjualan di atas jembatan maupun badan jalan,” tegas Yogi.

Masyarakat berharap penataan ruang publik dapat dilakukan secara konsisten sehingga fungsi jalan dan jembatan sebagai sarana transportasi tetap terjaga. Di sisi lain, pemerintah diharapkan juga dapat menghadirkan solusi bagi para pedagang agar tetap memiliki ruang usaha tanpa mengganggu kepentingan umum.(**)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Share
Published by
redaksi

Recent Posts

Tiga Belas Penggeledahan, Dua Tersangka: Ujung Penyidikan yang Menyeret Nama Mantan Jampidsus

Jakarta, medanoke.com | Rangkaian penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri…

1 jam ago

Proyek Rehabilitasi TPI Percut Rp2,5 Miliar Disorot, Kejari Deli Serdang Didesak Telusuri Dugaan Penyimpangan

Ketua Pusat Analisis Hukum dan Kebijakan Sumut, Kevin Situmeang. (ist) Deli Serdang, medanoke.com | Proyek…

2 jam ago

Ronald Bakkara, Jaksa Kejati Sumut Kini Dipercaya Sebagai Kabiro Hukum Di Kementerian Perumahan & Kawasan Permukiman

Medan-medanoke.com, Salah satu pejabat utama (PJU) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dipercaya mengemban tugas diluar institusi…

3 jam ago

Pelindo Regional 1 Gelar Lomba Lingkungan Libatkan 143 Lingkungan dari 6 Kelurahan di Belawan

Belawan— medanoke.com, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan…

24 jam ago

Menjaga Harmoni dari Ruang Dialog: Sinergi Polda Sumut, Pemerintah, dan Tokoh Agama Perkuat Kerukunan

Medan, medanoke.com | Di tengah keberagaman yang menjadi wajah khas Sumatera Utara, menjaga kerukunan bukan…

1 hari ago

Pelindo Tanam 2.500 Pohon di Belawan Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026

Belawan– medanoke.com, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 melaksanakan penanaman 2.500 pohon di kawasan Belawan…

1 hari ago

This website uses cookies.