
Medan – medanoke.com, Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor air minum terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Yayasan Pendidikan Tirta Darma Pamsi, PD PERPAMSI Provinsi Sumatera Utara, dan Lembaga Sertifikasi Profesi Air Minum Indonesia. Ketiganya menggelar Pelatihan Manajemen Air Minum Tingkat Madya Angkatan 148 bersertifikat kompetensi, yang berlangsung mulai Senin (4/5/2026) hingga Jumat (8/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PD PERPAMSI Sumatera Utara Salman Sihotang, Ketua PD PERPAMSI Provinsi Aceh Imran, serta perwakilan Pengurus Pusat Yayasan Pendidikan Tirta Darma Pamsi Jakarta, Hendra Setiawan.
Pelatihan ini diikuti oleh jajaran Perumda Tirtanadi Sumatera Utara, mulai dari Dewan Pengawas, Kepala Divisi, Kepala Cabang hingga Kepala Instalasi. Beberapa peserta yang hadir antara lain Kepala Divisi SDM Hamdan Syahri, Kepala Instalasi Limau Manis Yan Henri, Kabid Transmisi dan Distribusi Elfis, Kepala Divisi Suprianto, Kabid Publikasi dan Komunikasi Lokot Parlindungan Siregar, Kabid Aset Afrik, Kepala Cabang Tuasan Choky, serta Kepala Cabang Belawan Hafis dan yang lainnya.
Selain itu, pelatihan ini juga diikuti oleh direksi dan perwakilan dari sejumlah Perumda Air Minum di berbagai daerah, seperti Kabupaten Deli Serdang, Dairi, Aceh Utara, Aceh Singkil, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, hingga Kota Pematang Siantar.
Ketua PD PERPAMSI Sumatera Utara, Salman Sihotang, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan kapasitas manajerial di tengah dinamika industri air minum yang semakin kompleks.
“Kolaborasi antar wilayah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), baik dari sisi teknologi maupun regulasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi pengelola SPAM saat ini, termasuk bagaimana menyeimbangkan fungsi sosial Badan Usaha Milik Daerah Air Minum (BUMDAM) dengan kebutuhan profit untuk menjaga keberlanjutan operasional perusahaan. Di era digitalisasi dan tuntutan efisiensi tinggi, kemampuan manajerial yang kuat menjadi faktor penentu keberhasilan.
Melalui pelatihan tingkat madya ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan sistem pengelolaan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan kerja masing-masing.
Salman juga berharap peningkatan kompetensi ini dapat mendorong Perumda Tirtanadi menjadi perusahaan yang semakin sehat, profesional, serta mampu memberikan pelayanan air minum dan air limbah terbaik bagi masyarakat Sumatera Utara, sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, Narasumber kegiatan Arif Haryadian menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membangun pemahaman terhadap paradigma baru dalam pengelolaan sumber daya manusia, serta mendorong transformasi SDM menjadi modal manusia (human capital) yang unggul dan berdaya saing.
Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan SDM unggul di sektor air minum, sekaligus memperkuat sinergi antar daerah dalam menghadirkan layanan publik yang berkualitas. (Syahdan/Red)






