
Medan, medanoke.com | Ada kalanya sebuah sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuh yang meninggalkan jejak panjang dalam kehidupan para muridnya.
Kenangan tentang ruang kelas, nasihat para guru, canda di sela pelajaran, hingga nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini sering kali tetap hidup meski waktu telah membawa para alumninya ke berbagai penjuru dunia.
Semangat itulah yang melatarbelakangi digelarnya Reuni Alumni Yayasan Pendidikan Al-Masruriyah yang rencananya akan digelar pada Rabu, 19 Juli 2026 nanti, di Rakan Kuphi, Jalan Gagak Hitam No. 114, Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Acara yang dijadwalkan mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus temu kangen bagi para alumni lintas angkatan.
Namun, reuni kali ini memiliki makna yang lebih istimewa. Salah satu sosok yang begitu membekas dalam perjalanan pendidikan banyak alumni, Ummi Afrahul Fhadillah, dijadwalkan hadir secara langsung.
Mantan Kepala Sekolah Yayasan Pendidikan Al-Masruriyah pada periode yayasan lama itu (dikabarkan saat ini Yayasan ini telah dikelola oleh manajemen yang baru) saat ini mengabdikan diri sebagai ustadzah di Islamic Center London, Inggris.
Kehadiran Ummi Afrah menjadi alasan utama penyesuaian jadwal reuni tahun ini. Panitia sengaja menetapkan tanggal pelaksanaan berdasarkan agenda kunjungan beliau ke Indonesia agar para alumni memiliki kesempatan langka untuk kembali bertemu, bersilaturahmi, dan mengenang masa-masa ketika beliau memimpin serta membimbing para siswa di Al-Masruriyah.
“Bagi banyak alumni, Ummi Afrah bukan hanya seorang kepala sekolah. Beliau adalah sosok pendidik yang membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai keislaman, dan menjadi bagian penting dari perjalanan hidup kami. Kesempatan bertemu kembali setelah bertahun-tahun tentu menjadi momen yang sangat berharga,” ungkap Ketua Panitia Reuni yaitu Chairunisa Nasution.
Selain menghadirkan Ummi Afrahul Fhadillah, reuni tersebut juga akan dihadiri delapan guru yang pernah mengajar di Al-Masruriyah. Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi penerus. Rencananya para guru akan menerima bingkisan yang dipersembahkan oleh para alumni.
Panitia berharap reuni ini tidak sekadar menjadi ajang bernostalgia, tetapi juga menjadi sarana memperkuat jaringan persaudaraan antaralumni yang kini telah menempuh berbagai profesi dan jalan kehidupan. Dari ruang kelas sederhana yang pernah mereka tempati bersama, lahirlah kisah-kisah perjuangan yang kini tersebar di berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara.

Di tengah kesibukan dan jarak yang memisahkan, reuni ini menjadi pengingat bahwa ada rumah kenangan yang selalu menunggu untuk disinggahi kembali. Dan pada 19 Juli mendatang, rumah itu bernama Al-Masruriyah—tempat persahabatan, ilmu, dan nilai-nilai kehidupan pernah tumbuh bersama puluhan tahun yang lalu.(Pujo)




