
Sembahe, medanoke.com | Di bawah terik matahari yang menyengat, tawa dan keakraban justru semakin terasa hangat di tepian Sungai Sembahe. Minggu itu, 17/6/2026, suasana di Sembahe View, kawasan wisata alam yang berada di Jalan Sembahe–Namorambe, Desa Rimo Mungkur, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, dipenuhi wajah-wajah penuh keceriaan. Mereka datang bukan sekadar untuk berwisata, melainkan untuk merayakan perjalanan panjang sebuah ikatan persaudaraan.

Komunitas Sahabat Sejati (KSS) memperingati milad ke-7 dengan menggelar kegiatan silaturahmi yang dihadiri anggota komunitas serta sejumlah tamu undangan. Lokasi yang dipilih pun terasa tepat. Di pinggiran aliran sungai yang jernih dan dihiasi bebatuan besar khas kawasan Sembahe, perayaan berlangsung dalam nuansa santai namun penuh makna.
Meski cuaca cukup terik sejak pagi, antusiasme peserta tidak surut. Sejak sekitar pukul 10.00 WIB, satu per satu anggota komunitas berdatangan untuk mengikuti rangkaian acara yang telah dipersiapkan panitia. Kehangatan pertemuan tampak dari banyaknya obrolan yang terjalin, saling menyapa, dan berbagi cerita di antara sesama anggota yang selama ini dipersatukan oleh semangat kebersamaan.

Di lokasi acara, sebuah spanduk besar terpasang dengan pesan yang mencerminkan semangat perayaan tahun ini: “Dengan semangat milad ke-7 ini, marilah kita jalin silaturahmi dan persaudaraan di antara kita.” Kalimat sederhana itu seakan menjadi pengingat bahwa usia tujuh tahun bukan hanya tentang perjalanan waktu, tetapi juga tentang menjaga hubungan yang telah tumbuh dan berkembang bersama.
Acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal KSS, Ir. Syafaruddin Sikumbang, yang bertindak sebagai pembawa acara. Setelah itu, Ketua Umum KSS, Marwandi Piliang, menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan nilai-nilai persaudaraan yang selama ini menjadi fondasi komunitas.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan sambutan singkat dari Ketua Panitia, Fery Nasution, yang lebih dikenal dengan nama Fery Irenk. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya perayaan milad ke-7 KSS.
Memasuki siang hari, suasana semakin akrab saat seluruh peserta menikmati makan bersama. Kebersamaan yang terbangun di lantai kayu tanpa alas menjadi cerminan hubungan yang tidak sekadar sebatas komunitas, tetapi telah berkembang menjadi keluarga besar yang saling mengenal dan mendukung.
Kemeriahan berlanjut dengan berbagai perlombaan yang melibatkan anggota KSS. Gelak tawa dan sorak-sorai peserta mewarnai tepian sungai, menciptakan suasana yang hidup dan penuh kegembiraan. Berbagai permainan yang digelar bukan semata-mata untuk mencari pemenang, melainkan menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama anggota.
Hingga menjelang sore, semangat kebersamaan tetap terasa. Acara yang berlangsung hingga usai salat Ashar itu menjadi penanda bahwa tujuh tahun perjalanan KSS bukan hanya tentang bertahan sebagai sebuah komunitas, tetapi juga tentang merawat nilai-nilai persahabatan, silaturahmi, dan persaudaraan yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.
Di tengah derasnya perubahan zaman dan semakin sibuknya aktivitas sehari-hari, perayaan sederhana di alam terbuka itu menjadi pengingat bahwa hubungan antarmanusia tetaplah aset yang paling berharga. Dan bagi Komunitas Sahabat Sejati, tujuh tahun perjalanan tampaknya baru menjadi awal untuk terus menjaga arti dari nama yang mereka sandang: sahabat sejati.(Pujo)



