Categories: Sumut

Anggaran Jamda XI Pramuka Sumut 2026 Belum Dipublikasikan, Pengamat Perkirakan Capai Miliaran Rupiah

Medan, medanoke.com | Pelaksanaan Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara resmi berakhir pada Minggu (12/7/2026). Meski kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut dinilai sukses dan menjadi yang pertama di Indonesia dengan konsep bebas biaya bagi seluruh peserta, besaran anggaran penyelenggaraannya hingga kini belum dipublikasikan secara rinci kepada masyarakat.

Selama ini, Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumatera Utara diketahui menerima dukungan dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, belum terdapat informasi resmi yang merinci berapa nilai anggaran yang dialokasikan khusus untuk penyelenggaraan Jamda XI tahun 2026.

Jamda XI digelar di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, pada 8–12 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti ribuan Pramuka Penggalang dari 32 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Sumatera Utara.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Utara, Dikky Anugerah Panjaitan, sebelumnya menyampaikan bahwa kebijakan membebaskan biaya perkemahan bagi seluruh peserta bertujuan agar seluruh Pramuka Penggalang dapat mengikuti kegiatan tanpa terkendala kemampuan ekonomi. Pembiayaan kegiatan disebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Meski demikian, sejumlah kalangan menilai keterbukaan informasi mengenai penggunaan anggaran tetap diperlukan sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.

Arief Tampubolon, kader Gerakan Pramuka yang pernah mengikuti Pertikara Nasional Saka Bhayangkara di Desa Selorejo, Malang, Jawa Timur, pada 1997, berharap Kwarda Sumut dapat menyampaikan secara terbuka besaran anggaran yang digunakan.

“Masyarakat ingin mengetahui berapa anggaran Jamda Pramuka Sumut. Jika memang menggunakan dana yang bersumber dari APBD, sudah sewajarnya informasi tersebut disampaikan secara terbuka karena berasal dari uang rakyat,” ujar Arief kepada awak media, Minggu (12/7/2026).

Menurut Arief, transparansi anggaran juga sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini diajarkan dalam Gerakan Pramuka.

“Gerakan Pramuka mendidik generasi muda tentang kejujuran, tanggung jawab, dan pengabdian. Karena itu, keterbukaan dalam pengelolaan anggaran juga menjadi bagian dari keteladanan yang penting,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Sumatera Utara, Fakhruddin Pohan, menilai bahwa meskipun angka resmi belum dipublikasikan, nilai anggaran penyelenggaraan Jamda XI diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Menurut Fakhruddin, perkiraan tersebut didasarkan pada skala kegiatan yang berlangsung selama lima hari dengan ribuan peserta, serta kebutuhan operasional seperti konsumsi, penyediaan tenda, sarana air bersih, listrik, MCK, layanan kesehatan, keamanan, transportasi, hingga berbagai kegiatan pendidikan kepramukaan.

Sebagai pembanding, ia mengungkapkan bahwa Jambore Nasional XI di Cibubur pada 2022 menghabiskan anggaran sekitar Rp75 miliar untuk sekitar 11 ribu peserta. Dengan mempertimbangkan jumlah peserta Jamda Sumut yang mencapai ribuan orang, ia memperkirakan kebutuhan anggarannya berada pada kisaran Rp5 miliar hingga Rp8 miliar.

Meski demikian, Fakhruddin menegaskan bahwa angka tersebut hanyalah estimasi dan bukan nilai resmi penyelenggaraan Jamda XI.

Ia juga menjelaskan bahwa sumber pendanaan kegiatan seperti Jamda umumnya berasal dari kombinasi dana hibah APBD, anggaran internal Kwarda, dukungan sponsor, serta kontribusi peserta untuk kebutuhan tertentu seperti transportasi dan atribut.

Untuk memperoleh angka yang akurat, Fakhruddin menyarankan masyarakat memanfaatkan mekanisme keterbukaan informasi publik.

“Apabila masyarakat ingin mengetahui besaran anggaran secara pasti, mereka dapat mengajukan permohonan informasi kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, termasuk meminta dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) apabila memang tersedia dan termasuk informasi yang dapat diakses publik,” ujarnya.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Utara mengenai total anggaran yang digunakan dalam penyelenggaraan Jamda XI Tahun 2026.(KCU)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Recent Posts

Tiga Belas Penggeledahan, Dua Tersangka: Ujung Penyidikan yang Menyeret Nama Mantan Jampidsus

Jakarta, medanoke.com | Rangkaian penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri…

1 hari ago

Proyek Rehabilitasi TPI Percut Rp2,5 Miliar Disorot, Kejari Deli Serdang Didesak Telusuri Dugaan Penyimpangan

Ketua Pusat Analisis Hukum dan Kebijakan Sumut, Kevin Situmeang. (ist) Deli Serdang, medanoke.com | Proyek…

1 hari ago

Jembatan Berubah Fungsi Jadi Lapak Dagangan, Camat Medan Denai Bantah Ada Setoran Pedagang

Medan, medanoke.com |  Sejumlah jembatan dan ruas jalan di Kota Medan kini dinilai mengalami pergeseran…

1 hari ago

Ronald Bakkara, Jaksa Kejati Sumut Kini Dipercaya Sebagai Kabiro Hukum Di Kementerian Perumahan & Kawasan Permukiman

Medan-medanoke.com, Salah satu pejabat utama (PJU) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dipercaya mengemban tugas diluar institusi…

1 hari ago

Pelindo Regional 1 Gelar Lomba Lingkungan Libatkan 143 Lingkungan dari 6 Kelurahan di Belawan

Belawan— medanoke.com, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan…

2 hari ago

Menjaga Harmoni dari Ruang Dialog: Sinergi Polda Sumut, Pemerintah, dan Tokoh Agama Perkuat Kerukunan

Medan, medanoke.com | Di tengah keberagaman yang menjadi wajah khas Sumatera Utara, menjaga kerukunan bukan…

2 hari ago

This website uses cookies.