
medan, medanoke.com | Suasana Masjid Al Muhajirin di Jalan Seto No. 13, Medan, tampak lebih semarak dari biasanya pada Minggu (21/6/2026) sore. Ratusan jamaah, pengurus, anggota, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Persaudaraan Anak Seto (PAS) Kota Medan berkumpul dalam Pengajian Bulanan yang dirangkaikan dengan penyambutan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Mengusung tema “Berhijrah untuk Meningkatkan Kualitas Iman dan Takwa”, kegiatan tersebut berlangsung khidmat, hangat, dan penuh nuansa kekeluargaan. Momen pergantian tahun Hijriah dimanfaatkan sebagai sarana refleksi diri sekaligus memperkuat tali persaudaraan di tengah masyarakat.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan Qariah Ustazah Balqis Athifah Sitorus dari ISLAH (Ikatan Silaturahmi Hafidz dan Hafidzah) Kota Medan membuka rangkaian acara. Bacaan Al-Qur’an yang merdu menghadirkan suasana religius yang menenangkan dan menjadi pengingat akan pentingnya memulai tahun baru Islam dengan hati yang bersih dan penuh harapan.
Ketua Panitia yang juga bertindak sebagai pembawa acara, Ir. Syafaruddin Sikumbang, mengawali kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya pengajian bulanan PAS yang bertepatan dengan datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Menurutnya, pergantian tahun Hijriah tidak sekadar menjadi penanda perubahan kalender, melainkan momentum untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan.
“Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi sarana introspeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Semangat serupa juga disampaikan Ketua PAS Kota Medan, Syaiful Juhri Panyalai. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para donatur, penasehat, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Ia mengajak seluruh anggota PAS menjadikan perjalanan hijrah Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam membangun kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas ibadah.
“Semangat hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi bagaimana kita mampu berhijrah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat,” katanya.
Pesan yang tak kalah penting disampaikan Penasehat PAS Kota Medan, Ustaz H. Baylian Hasibuan. Ia menekankan bahwa pergantian tahun Hijriah merupakan waktu yang tepat untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan memperkuat komitmen keagamaan.
“Mari kita jadikan Tahun Baru Islam ini sebagai awal untuk memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, serta menjaga persatuan dan persaudaraan di lingkungan kita,” pesannya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Muhajirin. Mewakili pengurus masjid, Suwardi menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Masjid Al Muhajirin sebagai lokasi kegiatan. Ia berharap pengajian dan kegiatan keagamaan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan pemahaman keislaman masyarakat.
Puncak acara diisi dengan tausiah yang disampaikan Al Ustaz Milwan Septian, S.Pd.I. Dalam ceramahnya, ia mengupas makna hijrah secara lebih mendalam. Menurutnya, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga perubahan sikap, perilaku, dan pola pikir menuju kehidupan yang lebih taat kepada Allah SWT.
“Hijrah yang sesungguhnya adalah meninggalkan segala bentuk kemaksiatan menuju ketaatan, meninggalkan sifat malas menuju semangat beribadah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Jika kualitas iman meningkat, maka kualitas hidup juga akan menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan semangat hijrah sebagai praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan ibadah, menjaga shalat berjamaah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Menjelang akhir kegiatan, seluruh jamaah mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Milwan Septian. Doa dipanjatkan untuk memohon keberkahan, kesehatan, keselamatan, serta kemajuan bagi keluarga besar PAS Kota Medan dan masyarakat secara luas.
Pengajian Bulanan dan Penyambutan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah itu kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Lebih dari sekadar dokumentasi, momen tersebut menjadi simbol eratnya persaudaraan dan kebersamaan yang terus dijaga oleh keluarga besar Persaudaraan Anak Seto (PAS) Kota Medan.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, kegiatan sederhana namun sarat makna seperti ini menjadi pengingat bahwa semangat hijrah sejatinya adalah perjalanan tanpa akhir—sebuah upaya terus-menerus untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Sang Pencipta.(Pujo)