Oplus_16908288
Medan, medanoke.com, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi, tetapi berkembang menjadi organisasi pers yang profesional, berintegritas, kritis, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Medan.
Dorongan itu disampaikan Rico saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) PWPM 2026 di Hotel Madani, Medan, Rabu (19/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Rico juga mengapresiasi langkah PWPM memberikan penghargaan kepada 21 anak wartawan yang berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Menurut Rico, Raker pertama harus menjadi momentum penting untuk membangun fondasi organisasi yang kuat, mulai dari legalitas, aturan internal hingga struktur kelembagaan yang jelas. Rico menegaskan, PWPM harus mampu menjadi organisasi yang memiliki gagasan dan ikut memberi kontribusi pemikiran terhadap arah pembangunan, bukan sekadar paguyuban yang berkumpul karena kepentingan profesi.
“Kami menganggap PWPM ini sebuah organisasi yang tidak hanya sekadar dibuat sebagai paguyuban saja, tetapi harus bisa menjadi pemikir dan bagaimana arah kebijakan setidaknya bisa dijaga,” ujar Rico di hadapan Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting, Ketua Panitia Pran Hasibuan dan jajaran pengurus.
Ia menilai posisi wartawan sangat strategis karena pers memiliki fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi salah satu jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, menurut Rico, penguatan kelembagaan PWPM harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas wartawan dan produk jurnalistik yang dihasilkan.
“Sebuah organisasi yang berkembang menjadi profesional tentunya insan-insan pers yang di dalamnya akan menjunjung tinggi profesionalisme tersebut, sehingga pemberitaan-pemberitaan kita semakin berkualitas, semakin baik,” katanya.
Rico juga mengingatkan wartawan untuk tidak gagap menghadapi perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat. Menurutnya, perkembangan media digital justru harus menjadi peluang bagi wartawan untuk memperluas distribusi karya jurnalistik melalui berbagai platform, seperti media daring, YouTube, TikTok, Reels, Instagram hingga Facebook.
“Kami mengharapkan di Raker ini juga bisa dirumuskan bagaimana cara ke depannya rekan-rekan wartawan bisa mengkanalisasi pola pemberitaan, supaya pemberitaan semakin banyak platform yang bisa dipakai,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa ekspansi ke berbagai platform tidak boleh mengorbankan prinsip jurnalistik. Kecepatan dan popularitas konten, katanya, harus tetap dibarengi fakta, akurasi dan tanggung jawab. Wartawan tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik maupun pemberitaan yang tidak menguntungkan pemerintah, sepanjang berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pemberitaan yang baik, buruk, ataupun netral, selama berdasarkan sebuah realitas dan memang bisa dipertanggungjawabkan, saya rasa ini sah-sah saja. Tapi kalau misalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan, ini yang harus kita hindari,” tegasnya.
Rico juga meminta wartawan yang tergabung dalam PWPM memperluas perspektif pemberitaan. Karya jurnalistik menurutnya tidak harus selalu berkutat pada aktivitas pemerintahan. Potensi Medan di bidang sejarah, kebudayaan, kuliner dan pariwisata dinilai memiliki banyak sisi yang layak diangkat menjadi produk jurnalistik.
“Kita punya kuliner, punya kebudayaan. Rekan-rekan juga memiliki kapasitas untuk menulis hal tersebut. Kami mendorong ini bisa menjadi karya tulis-karya tulis yang bisa kita sebarkan,” katanya.
Ia juga membuka peluang pengembangan konten kreatif melalui podcast dengan menghadirkan wali kota, camat maupun pimpinan perangkat daerah sebagai narasumber.
Rico berharap Raker pertama tersebut tidak berhenti pada penyusunan program kerja, tetapi benar-benar menjadi titik awal PWPM memperkuat kapasitas organisasi dan profesionalisme anggotanya.
Ia juga meminta Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting dapat memimpin organisasi secara adil, terbuka dan mampu mengayomi seluruh anggota.
“Kami menyampaikan selamat atas pelaksanaan Rapat Kerja Pertama PWPM Medan ini. Mudah-mudahan berjalan dengan baik. Terima kasih juga kepada pak ketua bersama seluruh panitia. Pak ketua, kami harapkan bisa menjadi pemimpin yang baik dan adil bagi para anggotanya, memberikan pencerahan, masukan, serta mengayomi,” pungkasnya.
Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting mengatakan, Raker pertama menjadi forum penting untuk menentukan arah organisasi, menyusun program kerja, memperkuat kelembagaan serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada anggota, Pemko Medan dan masyarakat.
Ginting menegaskan, profesionalisme wartawan harus dibangun melalui kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik, objektivitas dan keberanian melakukan konfirmasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, ia mengingatkan wartawan agar tidak terjebak pada pola pemberitaan yang hanya mengejar kecepatan tanpa memastikan kebenaran informasi.
“Wartawan itu tidak hanya menerima informasi dari sebelah pihak, tapi juga harus ada konfirmasi dari yang bersangkutan yang kita beritakan,” ujar pria yang akrab disapa Ginting Cobra ini.
Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan dan penguasaan teknologi informasi. Selain profesionalisme, Ginting menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan persaudaraan dengan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Apresiasi Anak Berprestasi
Raker PWPM tahun ini juga mendapat sentuhan berbeda. Sebanyak 21 anak wartawan tingkat SD, SMP dan SMA menerima apresiasi atas prestasi yang mereka raih, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Ketua Panitia Raker, Pran Hasibuan, mengatakan pemberian apresiasi tersebut sengaja dilakukan agar Raker tidak hanya menjadi agenda administratif organisasi, tetapi memiliki nilai sosial dan kekeluargaan.
“Rapat kerja ini sebenarnya hal yang biasa dalam sebuah organisasi. Namun, Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting memiliki niat agar rangkaian kegiatan ini memiliki nilai lebih. Karena itu, ada apresiasi kepada anak-anak kita yang berprestasi, baik akademik maupun nonakademik,” ujarnya.
Pran menambahkan, Raker juga membahas dan memfinalisasi berbagai program kerja dari masing-masing bidang. Sejumlah program baru turut dirumuskan untuk memperkuat aktivitas organisasi ke depan.
“Anak wartawan juga bisa berprestasi. Untuk kali ini sebenarnya kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota Medan yang juga tetap memikirkan hal-hal yang bisa sifatnya berkontribusi kepada kawan-kawan wartawan, khususnya yang di Pemko Medan,” katanya.
Rangkaian kegiatan Raker turut diwarnai yel-yel yang dipimpin panitia untuk membangkitkan semangat peserta. Kegiatan tersebut dihadiri Kadis Kominfo Arrahman Pane, Sekdis Kominfo Budi Hariono, Kabag Umum Muhammad Ridho Nasution, Kabag Prokopim Arafat Syam, Camat Medan Kota M Andi Syahputra, pengurus dan anggota PWPM serta keluarga dari anak-anak wartawan penerima apresiasi.
Medan-medanoke.com, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui Seksi Penerangan hukum terus melakukan upaya pencegahan tindak pidana…
Deliserdang, medanoke.com | Persidangan praperadilan yang diajukan Sumantri dan Muhammad Fajar Fathurahman di Pengadilan Negeri…
Medan, medanoke.com | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera…
Medan, medanoke.com | Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) pelaksanaan…
Belawan–medanoke.com, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan melaksanakan konsultasi publik sebagai bagian dari proses…
Medan–medanoke.com, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pelayaran hingga cargo…
This website uses cookies.