
Labuhanbatu Utara, medanoke.com | Bagi sebagian orang, tiga truk tanah mungkin hanya tumpukan material. Namun, bagi puluhan siswa SD Negeri 118194 di Dusun Pulo Gambut I, Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, tanah itu menjadi harapan agar mereka dapat belajar dan bermain tanpa harus menginjak lumpur setiap kali hujan turun.
Selama bertahun-tahun, halaman sekolah itu kerap berubah menjadi kubangan saat musim hujan. Anak-anak harus melangkah hati-hati menuju ruang kelas, sementara aktivitas belajar dan bermain sering terganggu karena genangan air dan tanah yang becek.
Kondisi tersebut akhirnya sampai ke telinga Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Hardiyanto SH MH. Di tengah kesibukannya memberantas peredaran narkoba, ia memilih meluangkan waktu untuk menjawab kebutuhan sederhana, namun penting, bagi sebuah sekolah dasar.
Tanpa banyak seremoni, tiga truk tanah timbun pun dikirim ke SD Negeri 118194. Bantuan itu diterima langsung oleh Kepala Sekolah, Romauli Samosir SPd, sebagai upaya memperbaiki halaman sekolah agar lebih layak digunakan para siswa.
Bagi AKP Hardiyanto, bantuan itu bukan sekadar pekerjaan sosial. Ada kenangan masa kecil yang selalu ia bawa hingga kini.
“Secara filosofi dan logikanya, seseorang tidak mungkin bisa melanjutkan ke SMP, SMA, hingga perguruan tinggi tanpa terlebih dahulu menempuh pendidikan di sekolah dasar. Dari SD saya belajar membaca dan menulis. Karena itu, sudah sepatutnya saya mengucapkan terima kasih dengan membantu sekolah dasar, apalagi ketika sekolah tersebut memang sedang membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Perwira yang akrab disapa Bang Didot itu mengaku, apa yang diberikannya tidak sebanding dengan jasa para guru yang telah mengantarkannya hingga menjadi seorang anggota Polri.
“Saya hanya ingin berterima kasih kepada sekolah dan para guru. Mohon maaf, hanya ini yang bisa saya bantu,” katanya dengan rendah hati.
Bagi Romauli Samosir, bantuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar tanah timbun. Ia melihatnya sebagai wujud kepedulian yang akan dirasakan langsung oleh para murid setiap hari.
Menurutnya, halaman sekolah yang sebelumnya mudah tergenang kini akan lebih nyaman digunakan. Anak-anak dapat mengikuti kegiatan belajar maupun bermain tanpa harus khawatir sepatu dan pakaian mereka dipenuhi lumpur.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak AKP Hardiyanto SH MH atas perhatian yang diberikan kepada sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, kesuksesan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas,” ujar Romauli.
Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi dunia pendidikan, kisah dari Pulo Gambut ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar atau anggaran yang fantastis. Terkadang, perubahan justru berawal dari langkah sederhana yang dilakukan dengan ketulusan.
Bagi anak-anak SD Negeri 118194, tiga truk tanah itu bukan sekadar material timbunan. Di atas tanah yang kini lebih rata dan tidak lagi berlumpur, mereka akan berlari, bermain, dan menapaki mimpi-mimpi mereka menuju masa depan.(Jhonson Siahaan)