
Medan, medanoke.com | Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, memberi sinyal kuat perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengurus harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Medan. Sikap tersebut muncul menyusul beredarnya informasi mengenai minimnya persiapan dan pelaksanaan training center (TC) bagi peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang akan mewakili Kota Medan pada MTQ ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Pernyataan itu disampaikan Rico Waas usai melepas 55 kafilah Kota Medan menuju ajang MTQ Sumut dalam acara yang berlangsung di Ruang Rapat III Balai Kota Medan, Jumat (12/6/2026).
Menurut Rico, pembinaan generasi Qurani tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan atau sekadar berorientasi pada perolehan gelar juara. Ia menegaskan bahwa prestasi qari dan qariah harus dibangun melalui sistem pembinaan yang berkelanjutan, terukur, dan konsisten.
“Kita ingin para juara ini tidak hanya dikenal saat MTQ berlangsung. Suara mereka harus terus diperdengarkan dan menjadi bagian dari syiar Islam di tengah masyarakat. Bahkan kalau bisa, ayat-ayat yang mereka lantunkan dikenal dan dihafal oleh masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Rico mengaku siap memfasilitasi pembuatan album murattal bagi qari dan qariah berprestasi. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi sarana syiar sekaligus motivasi bagi generasi muda Islam di Kota Medan untuk lebih mendalami Al-Qur’an.
Di sisi lain, politisi Partai NasDem itu juga tidak menutup mata terhadap berbagai sorotan mengenai efektivitas penggunaan anggaran pembinaan yang selama ini dialokasikan Pemerintah Kota Medan kepada LPTQ. Pasalnya, sejumlah informasi yang berkembang menyebutkan persiapan peserta MTQ Kota Medan menuju tingkat provinsi dinilai belum berjalan maksimal.
Rico menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan tanggung jawab pengurus LPTQ untuk menjelaskannya kepada publik.
“Postur anggaran yang sudah diberikan semestinya dapat dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan para peserta. Kalau tahun ini menurut LPTQ terjadi efisiensi anggaran, tentu akan kita evaluasi agar ke depan pembinaan bisa berjalan lebih maksimal,” katanya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi kritik halus terhadap kinerja pengurus harian LPTQ Kota Medan yang dinilai belum mampu memastikan proses pembinaan berjalan optimal meskipun dukungan anggaran terus diberikan setiap tahun.
Sorotan publik semakin menguat setelah muncul informasi bahwa sejumlah pengurus harian LPTQ Kota Medan juga merangkap jabatan sebagai pengurus harian LPTQ Provinsi Sumatera Utara. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi fokus dan efektivitas pembinaan peserta MTQ Kota Medan.
Menanggapi hal itu, Rico menilai persoalan rangkap jabatan harus menjadi bahan evaluasi serius di internal organisasi.
“Ini harus menjadi pembahasan serius di internal LPTQ Medan. Yang paling penting dalam sebuah organisasi adalah bagaimana sumber daya manusia dan pertanggungjawaban kinerjanya dapat dioptimalkan,” tegasnya.
Jangan Bekerja Secara Musiman
Rico juga mengingatkan agar LPTQ tidak bekerja secara musiman. Menurutnya, setelah pelaksanaan MTQ tingkat kota selesai, strategi pembinaan untuk tahun berikutnya seharusnya langsung disusun, bukan menunggu menjelang perlombaan.
Ia berharap LPTQ Kota Medan mampu menghadirkan pola pembinaan yang lebih terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada lahirnya qari serta qariah berkelas nasional hingga internasional.
“Setelah MTQ Kota Medan selesai, strategi untuk tahun depan harus sudah dipersiapkan dari sekarang. Bagaimana mengemas pembinaan yang lebih baik sehingga generasi Qur’an Kota Medan mampu melahirkan qari dan qariah bertaraf internasional. Itulah yang harus dipersiapkan sejak dini,” pungkasnya.
Pernyataan Wali Kota Medan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari raihan prestasi di arena perlombaan. Lebih dari itu, keberhasilan juga ditentukan oleh sejauh mana pengurus LPTQ mampu mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran serta membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dan profesional.
Dengan mencuatnya isu minimnya pembinaan hingga dugaan rangkap jabatan pengurus, evaluasi terhadap kinerja pengurus harian LPTQ Kota Medan tampaknya menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa lagi ditunda jika ingin melahirkan generasi Qurani yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(KCU)






