Categories: KORUPSI

Fakta Sidang DJKA Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Akbar Himawan Buchari, KAMAK Minta KPK Jangan Diam

Medan, medanoke.com | Koordinator Nasional Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK), Azmi Hadly, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa Akbar Himawan Buchari terkait pusaran dugaan korupsi proyek di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

Desakan ini mencuat setelah keterangan pada persidangan Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (20/4), dimana Eddy Kurniawan Winarto saat memberikan keterangan secara gamblang mengungkap identitas penerima aliran dana sebesar Rp3,5 miliar.

Di ruang sidang Cakra 9, di hadapan majelis hakim yang dipimpin Khamozaro Waruwu, Eddy Kurniawan Winarto menyebutkan bahwa uang miliaran rupiah tersebut diperuntukkan bagi sosok bernama Akbar.

Kuasa hukum Eddy, Daniel Heri Pasaribu, kemudian mempertegas bahwa sosok yang dimaksud kliennya adalah Akbar Himawan Buchari, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Pintu Masuk Bagi KPK

Azmy Hadly

Atas hal ini Azmi Hadly menilai bahwa fakta persidangan merupakan pintu masuk krusial bagi KPK untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, baik dari kalangan politik maupun dunia usaha.

“Jika benar ada penyebutan nama dan nilai Rp3,5 miliar dalam persidangan, KPK tidak boleh berdiam diri. Harus segera dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan untuk klarifikasi,” tegas Azmi, Rabu (22/04/2026).

Ia menambahkan, penanganan perkara korupsi harus dilakukan secara menyeluruh dan tanpa tebang pilih, terutama jika menyangkut dugaan aliran dana yang berkaitan dengan kepentingan politik.

Dalam perkembangan perkara DJKA, persidangan juga mengindikasikan bahwa aliran dana proyek tidak berhenti pada level pelaksana teknis, melainkan diduga mengalir hingga ke ranah politik, termasuk kepentingan kontestasi Pilkada dan Pilpres.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari KPK terkait rencana pemanggilan Akbar dalam perkara tersebut. Sebelumnya, Akbar diketahui pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK dalam kasus berbeda terkait proyek di Kota Medan.

Azmi kembali menegaskan pentingnya transparansi dan keberanian aparat penegak hukum untuk menjaga kepercayaan publik.

“Jangan sampai muncul kesan hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Semua nama yang disebut dalam fakta persidangan harus diperiksa, bukan sekadar menjadi formalitas seremonial,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian wilayah Medan yang digelar di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan pada Senin (20/04/2026), salah seorang terdakwa, Eddy Kurniawan Winarto, menyebut adanya aliran uang Rp3,5 miliar yang mengarah ke sosok tertentu.

“Uang yang terkait tiga setengah miliar itu untuk Akbar,” ujar Eddy di hadapan majelis hakim.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh kuasa hukum Eddy, Daniel Heri Pasaribu, yang menyatakan bahwa sosok “Akbar” yang dimaksud adalah Akbar Himawan Buchari, yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Pernyataan itu muncul saat majelis hakim yang dipimpin Khamozaro Waruwu memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk menanggapi keterangan saksi.

Hingga berita ini diturunkan, Akbar Himawan Buchari belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang diajukan terkait dugaan tersebut.(**)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Share
Published by
redaksi
Tags: DJKAKAMAK

Recent Posts

Kelangkaan BBM di Medan, Ombudsman Dalami Penyebab Gangguan Distribusi

Medan, medanoke.com | Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kota Medan dan sekitarnya…

3 jam ago

Bank Sumut Gandeng Tiga LPK-SO Luncurkan KUR PMI, Perluas Akses Pembiayaan Calon Pekerja Migran Indonesia

Medan – medanoke.com, PT Bank Sumut (Perseroda) resmi meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja…

5 jam ago

Polrestabes Medan Tetapkan ADT, Oknum Anggota DPRD Medan Aktif Sebagai Terduga Penganiyaan

Medan- medanoke.com, Babak baru terkait dugaan tindak pidana penganiyaan secara bersama-sama seorang oknum anggota DPRD…

12 jam ago

Danantara Perkuat Transformasi Pelindo, Laba Semester I 2026 Tumbuh 60%

Jakarta- medanoke.com, Transformasi yang dijalankan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo di bawah arahan strategis…

20 jam ago

Rp 300 T Berhasil Ke Kas Negara, Massa Aksi Demo Dukung Kinerja Pidsus Kejaksaan R.I

Medan-medanoke.com, Dibalik serangan bertubi tubi atas dugaan kesalahan atau pelanggaran yang secara fakta hukum dipersidangan…

1 hari ago

Sambut Hari Anak Nasional 2026, Menteri Imipas dan Kepala KSP, Sapa Anak Binaan di Seluruh Indonesia

Tangerang, medanoke.com | Menyambut Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas)…

2 hari ago

This website uses cookies.