News

Medanoke- Medan, Upaya mencegah kecanduan terhadap penyalahguna dan korban narkotika/narkoba, tidak semesti berujung penyelesaiannya menjalani hukuman penjara, akan tetapi melalui direhabilitasi.

“Dari berbagai kasus yang ditemui di Sumut, para penyalahguna yang ditangkap kemudian ditahan dan dihukum penjara, ternyata bukanlah merupakan solusi atau membuat jera. Sebab setelah menyelesaikan masa hukuman bukan berhenti justru kecanduan dan malah ikut menjadi kurir,” ucap Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Kejagung, Darmawel Aswar sesuai acara jaksa menyapa di live Streaming RRI Medan, Kamis (27/05/21).

Kegiatan yang dihadiri oleh Aspidum Kejatisu Sugeng Riyanta, Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian dan Kasi Pidum Kejari Medan, Riachard Sihombing, Darmawel pun menyampaikan bahwa ia banyak mendapatkan informasi di Sumut, penyalahguna yang dikenakan Pasal 127 justru dihukum penjara yang seharusnya rehabilitasi.

Bila merujuk pada SEMA No 4 Tahun 2010, lanjut Darmawel, seseorang dengan barang bukti sabu satu gram, atau ganja lima gram maupun delapan butir ekstasi, dikatagorikan penyalahguna. Kemudian meyakinkan pelaku sebagai pengguna, berkasnya dibawa kepada Tim Assement Terpadu (TAT) yang didalam terdiri dari pihak Kejaksaan, BNNP, Kepolisian dan tim medis serta Bapas, bila tertangkap masih dibawah umur untuk dilakukan analisis.

Nah, hasil rekomendasi ini nantinya mengajukan rehabilitas kepada pelaku dengan catatan si pelaku bukan merupakan residivis atau terlibat jaringan narkoba.

Diakui Darmawel, seharusnya dalam mengeluarkan rekomendasi tersebut dapat menjelaskan tempat rehabilitasi dan berapa lama menjalani rehab. Sehingga penuntut umum dan majelis hakim bisa memutusnya berdasarkan rekomendasi yang diberikan.

Namun, sejauh ini Dir Narkotika Kejagung ini melihat penerapan terhadap Pasal 127 masih banyak pelaku yang dihukum penjara, termasuk di Sumatera Utara. “Tentu kedepannya inilah yang kita benahi regulasinya,” katanya.

Begitu pula bagi pelaku yang dikenakan pada Pasal 112 atau 114 juga harus tegas membacakan tuntutan terhadap pelaku, sehingga benar- benar memberikan efek jera bagi para pelakunya. Saat disinggung dalam pengajuan rehabilitasi ada dikenakan dana, Darmawel pun menegaskan, kalau tempat rehabnya milik swasta pasti bayar.

Namun bila di Lokasi seperti yang ada di Deli Serdang itu gratis. Nah timbul pertanyaan bagaimana bila suatu daerah tidak punya tempat rehab. Itu bisa ditentukan tempatnya seperti di Rumah Sakit Jiwa, Rumah Bhayangkara. Dan bisa juga ditempat Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dibawah naungan Kemensos dan Kemenkes.

Untuk Sumut, Ia menyebutkan ada 37 lokasi tempat,sehingga ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan rehabilitasi bagi para penyalahguna narkotika/narkoba tersebut mengakhiri bincang- bincang  acara Jaksa Menyapa. 

Medanoke.com-Medan,Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Kecamatan Medan maimun merapatkan barisan untuk memenangkan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Bobby Nasution-Aulia Rachman, pada Pilkada 9 Desember 2020.

Hal tersebut disampaikan Ketua PAC Partai Gerindra Medan maimun, rahmadhan nurdin, di sela diskusi pengurus PAC dan Ranting Partai Gerindra se-Kecamatan Medan maimun d jln mantri , kelurahan aur kec.medan maimun d kantor sementara minggu (11/11) lalu.

Sebagai pengurus yang baru dikukuhkan, kami nyatakan siap mengemban amanah untuk membesarkan Gerindra di Medan maimun, serta akan memenangkan Pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman ,” kata rahmadhan nurdin,

Madhan mengatakan, tidak mudah mengemban amanah menjadi Ketua PAC Medan maimun. Karena tanggung jawab yg besar, harus meyakinkan kepada keluarga rekan dan masyarakat.namun rahmadhan nurdin yg biasa d sapa madhan yakin bisa membesarkan partai gerindra dan memenangkan bobby aulia dengan bekal penggalaman yg d punya,serta merangkul seluruh ranting yg berada d PAC medan maimun

Ada pun ranting yg terbentuk d 6 kelurahan yg sudah d kukuhkan bersama kemarin d jln.melati kelurahan hamdan kec.medan maimun rabu (28/10)
1.RANTING JATI YG D PIMPIN FIKRI AULIA
2.RANTING SEI MATI YG D PIMPIN MASRUL TANJUNG
3.RANTING KP.BARU YG D PIMPIN M ZAHAR
4.RANTING AUR YG D PIMPIN AHMAT SUKRI
5.RANTING HAMDAN YG D PIMPIN ILHAM
6.RANTING SUKARAJA YG D PIMPIN DENI

Madhan berharap seluruh kader partai gerindra khusus nya PAC medan maimun dan seluruh ranting yg berada d bawah kepemimpinan nya bekerja ikhlas untuk memenangkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yg sudah d usung dari partai gerindra, madhan pun ber kata akan siap perintah dan patuh terhadap DPC yg d pimpin KETUA IHWAN RITONGA DAN SEKJEN HIDAYAT TANJUNG tandas nya.(RED)

Medanoke.com – Medan, Puluhan pengacara yang tergabung dalam KAUM (Kantor Advokat Alumni UMSU) yang berada di Jalan Waringin No 29 A/ 30 CC Siap mengawal dan mendampingi proses hukum yang dihadapi oleh Yati Uce, istri dari Maya Dipa yang mengalami penganiayaan ketika mengantarkan surat pengunduran dirinya di Kantor SPBU jalan H Anif. Hal ini disampaikan oleh Mahmud Irsad Lubis, kepada Medanoke.com Kamis (07/05/2020).

“Kita akan siap mendampingi korban yang sudah sangat jelas alat buktinya jika beliau adalah korban penganiayaan dan bahkan fitnah. Ia korban dan harus dibela. Jangan image jika yang susah tidak mampu melawan sampai terjadi di negara hukum kita. Orang susah bukan berarti tidak boleh membela diri dari tirani pengusaha kaya,”ujar Mahmud Irsad

Dengan didampingi 35 pengacara lainnya, Mahmud Irsad terus memperjuangkan nasib Yati Uce yang dianiaya oleh anak Pengusaha Multi Bisnis berinisial MI dan WA. Ia dianiaya ketika mengantarkan surat resign dari jabatannya kasir di kantor SPBU di Jalan H Anif. Bahkan, suaminya tidak mampu menjemput dan menolongnya ketika ia berada dalam sekapan kedua terduga pelaku penganiayaan tersebut.

Akibat penganiayaan Yati Uce menderita bekas memar di matanya dan leher bekas cekikan. Penganiayaan itu didapati Yati setelah ia dtuduh melakukan penggelapan dana di tempat ia bekerja.

Tim pengacara KAUM pun atas hal ini langsung membuat laporan ke Polrestabes Medan, dengan Nomor: STTLP/1145/YAN.2.5/YAN.2.5/K/V/2020/SPKT RESTABES MEDAN

“Atas peristiwa itu kami akan proses secara hukum” ujar Irsad.

Lanjut Irsad peristiwa itu terjadi Senin (04/05/2020) sekira pukul 14.00 Wib. Saat itu Yati diantarkan oleh suaminya Maya Dipa pada pukul 11.00 Wib untuk mengantarkan surat pengunduran diri setelah 5 bulan bekerja di SPBU tersebut. Atas surat resign tersebut Yati Uce di audit dan dituduh menggelapkan uang Rp 800 juta.

Namun selama berada di dalam kantor tersebut Maya Dipa pun mendapatkan kabar dari Yati jika ia disana mendapatkan intimidasi dan juga tekanan. “Ketika Dipa mencoba masuk kedalam mencari keberadaan istrinya ia dihadang dan dilarang masuk oleh penjaga,”ujar Irsad.

Tak kunjung kembali hingga pukul 00.00 Wib Dipa dan mertuanya terus mencoba menghubungi Yati Uce namun handphone tersebut sudah tidak aktif. Sampai keesokan harinya pada pukul 06.00 Wib keluarga mendapat kabar dari Yati jika ia telah dijebloskan ke penjara Polrestabes Medan.

“Sekitar pukul 06.00 Wib dihubungi Yati Uce suaminya Dipa menggunakan handphone orang penjara. Dan mengatakan jika ia telah berada di Polrestabes Medan. Ia dipaksa untuk mengakui perbuatan tersebut dan mendapatkan penganiayaan dan pemukulan di mata sebelah kanan oleh MI,”papar Irsad.

Lanjutnya, Ia dipaksa mengaku menggelapkan uang agar dibebaskan ketika di Polres. Tas, Handphone, ATM, buku nikah dan kunci Yati Uce juga ditahan oleh MI dan WA. Atas kondisi ini KAUM mengaku akan melakukan upaya hukum terhadap istri Maya Dipa yang dianiaya.

” Jelas ini tindakan main hakim sendiri dan adanya upaya pencurian terhadap barang-barang Yati selaku korban,”Pungkas Irsad.(*)

Medanoke.com – Medan, Tak terima terus diselingkuhi sang suami yang merupakan oknum polisi di sektor Medan Baru. Wanita yang baru saja melahirkan bayi berumur 40 hari ini, menggerebek suaminya di kamar hotel Katana, Padang Bulan, Medan, Senin (04/05/2020).

Penggerebekan yang dilakukan sang istri berisinisial HBS ini pun viral ketika ia membagikan postingan video ke media sosial miliknya. Dalam video berdurasai 2 menit tersebut, ia mengenakan kaos sambil menggendong bayinya mengetuk pintu kamar. Pintu kamar langsung dibuka oleh suami HBS yang mengenakan seragam tugas dan jaket.

“Halo selamat malam, selamat malam, mana kau, videokan-videokan” teriak sang istri yang membawa anak bayi tersebut. Kemarahan sang istri membuat OHS panik dan kemudian menghalangi istrinya agar tak bertemu dengan wanita selingkuhannya.

“Mana kau hei,” teriak sang istri lagi.

“Sudah keluar, keluar,” jawab sang suami yang mengenakan jaket hitam.
Namun dengan sekuat tenaga sang suami yang sudah ketahuan belangnya menghalangi niat istrinya untuk melabrak selingkuhan polisi itu.

Melihat situasi dan kondisi yang mulai mencekam, si anak bayi yang masih dalam dekapan sang istri sempat menangis karena mendengar suara teriakan orang tuanya dan nyaris terjepit.

Istri polisi itu sempat menarik tas selempang yang digunakan oleh selingkuhan suaminya. Melihat ada kamera yang menyorot ke arah wajahnya, selingkuhan polisi itu malu dan menutupi wajahnya dengan helm warna putih yang dipegangnya.

Dia sempat tersangkut saat berusaha untuk berlari menyelamatkan diri.

“Videokan, videokan,” teriak sang istri lagi.

Tak lama berselang, seorang pegawai hotel yang mengenakan kemeja batik warna biru corak batik coba datang untuk melerai.

“Bang, bang buka pintunya bang,” ucap selingkuhan polisi hendak mau melarikan diri.

Medanoke.com – Selingkuhan Oknum Polisi Medan Baru ini mencoba Keluar Dari Kamar Hotel Ketika Ia Direkam oleh Kerabat Istri Korban

“Jangan diapain, jangan dibuka pintunya,” pinta istrinya.

Kemudian pintu dibuka dan selingkuhan polisi yang mengenakan jaket putih langsung naik ke atas sepeda motor matik warna hitam miliknya.

“Jangan kayak gitulah kak,” kata selingkuhan polisi kepada wanita yang merekam video.

“Ih, kakak yang jangan kayak gitu seharusnya,” jawab wanita yang merekam video.

Kunci sepeda motor selingkuhan polisi itu sempat ditahan salah seorang yang ikut menggerebek, sampai akhirnya kunci sepeda motor pelakor itu diberikan.

Setelah mendapatkan kunci, wanita selingkuhan itu pun tergesa-gesa pergi dengan menaiki sepeda motor Beat hitam BK 5768 ZAK. Saat perempuan itu pergi juga sempat terekam.

Sudah Sering Selingkuh

Medanoke.com – Selingkuhan Oknum Polisi Mencoba Kabur dan Keluar Dengan Mengenakan Sepeda Motor

Kejadian di selingkuhi diakui HBS bukan kali pertama dilakukan suaminya OHS ia mengaku memvideokan aksi bejad sang suami dan mengunggah ke laman facebook miliknya karena merasa kesal dengan suaminya. Bahkan dia juga mengenal H, selingkuhan suaminya.

HBS menyebutkan jika Penggerebekan itu pun memang sengaja dilakukan. Termasuk mengunggahnya ke facebook. Sehingga dia tak lagi mendengar gosip soal suaminya, namun menyaksikan langsung di depan mata.

“Bisa tahu selingkuh ya karena sudah berulang kali seperti itu. Jadi mungkin sudah kuasa Tuhan menunjukkan kelakuan suami saya,” jelasnya.

Saat ini HBS masih trauma. Dia pun hanya ingin fokus mengurus bayinya yang masih berusia 40 hari, hasil buah cintanya dengan OHS.

Bahkan terlihat di halaman media sosial miliknya ucapan simpati dan dukungan memenuhi dinding halaman media sosialnya. (*)

Medanoke.com – Medan, Unit Operasional Ditreskrimum dan Resmob SatBrimob Polda Sumut berhasil meringkus empat begal sadis yang biasa beraksi di Kota Medan. Begal ini pun ditembak pada bagian kaki.

Pelaku yang ditangkap masing-masing HP alias Baweng (29), AGP(20), Pentus (21), dan YM alias Aan (20). Mereka disergap di tiga lokasi terpisah.

“Para tersangka diringkus tim dari Unit Opsnal Ditreskrimum dan Resmob SatBrimob Polda Sumut dalam dua hari terakhir,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (4/5).

Dalam penangkapan itu, keempat pelaku ditembak pada bagian kaki. Mereka dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapat pengobatan. Unit Operasional Ditreskrimum dan Resmob SatBrimob Polda Sumut berhasil menangkap empat orang yang diduga komplotan begal sadis yang beraksi di seputaran kota Medan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, aksi para pelaku begal ini, dengan cara merampas kendaraan dan melukai korbannya. Adapun aksi para pelaku yang berhasil didapat yakni kasus pembegalan ini terjadi di dua tempat di Jalan Cemara Kel Pulo Brayan, Medan Timur.

Korban bernama Anjari (57) warga Jalan Bilal Gang Lestari, Medan Timur.
Para pelaku juga diduga melakukan aksinya di Jalan AH Nasution, Under Pass depan KFC Titi Kuning Medan, korban atas nama Imanuel Refli Lumban Tobing (22) di Jalan Sumber Bhakti lingkungan XI, Marendal Patumbak.

Tatan mengatakan, bahwa keempat pelaku terpaksa ditindak tegas dengan melumpuhkan kaki, lantaran saat diamankan melakukan perlawanan.

“Dari empat pelaku, dua di antaranya diamankan saat petugas kami tengah melakukan patroli. Di mana identitas dan ciri-ciri nya sudah dikantongi,” ungkapnya, adapun identitas keduanya yakni, HP alias Baweng (29) dan AGP (20). Dimana, HP berperan sebagai joki dan menentukan lokasi target. Sementara AGP berperan mengeksekusi dan membawa sepeda motor korban.

“Keduanya kami amankan di Jalan Raya Jati III, pada Senin (4/5/2020),” Ungkapnya. Tidak puas sampai di situ, petugas juga berhasil menangkap pelaku begal lainnya yakni Pentus (21) warga Jalan Tuba II, Gang Tapanuli.

Dari keterangan yang didapat, Pentus sendiri berperan mengeksekusi, mendorong serta melukai korban dengan senjata tajam.

“Pelaku pentus ditangkap pada Minggu (3/5/2020) sekitar pukul 16.00 WIB di salah satu warnet di Jalan Tembung V, setelah menjual barang bukti. Untuk pelaku lainnya yakni YM alias Aan (20). Ia berperan sebagai joki di mana memepet dari samping untuk memberhentikan dan menjatuhkan korban. Ia diamankan di kediamannya,” jelas Tatan.

Lebih lanjut dikatakan Tatan, dalam pengungkapan kasus begal sadis ini, pihaknya terus melakukan pengembangan.

“Ke-4 pelaku yang kita ringkus dan saat ini berada di Dit Krimum Polda Sumut untuk melakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk masyarakat sesegera mungkin melaporkan apabila ada tindak kejahatan yang terjadi di sekitar kita pada kantor polisi terdekat. Agar dapat ditindak lanjuti. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada karena kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Mengingat saat ini sedang melaksanakan bukan suci ramadhan di tengah pandemic covid -19,” sebutnya.

Dari penangkapan komplotan begal ini, polisi amankan barang bukti yang diamankan dari pelaku yaitu sepasang plat no BK 1577 AHB, kendaraan bermotor hasil kejahatan. Dua unit kendaraan bermotor sarana kejahatan dan satu buah senjata tajam.

Tidak hanya keempat begal ini, polisi juga masih memburu komplotan lain. Salah satunya yang bertindak sadis di Jalan AR Hakim, Jumat (1/5) subuh. Dalam aksinya pelaku menebas tangan seorang perempuan setengah baya yang berupaya mempertahankan tasnya. Jari tangan korban putus terkena sabetan senjata tajam. “(Kasus) itu masih lidik,” sebut Tatan.(*)

Medan- medanoke.com – Sidang lanjutan perkara pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin kembali di gelar di ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (29/4) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Kali ini jaksa dari kejaksan negeri (Kejari) Medan menghadirkan tiga orang saksi, masyarakat sekitar TKP penemuan mobil korban, dan sempat meluhat mobil tersebut hilir mudik di Desa Suka Dame, Kecaman Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Sumatera Utara.

Sebelum memberikan kesaksiannya, ,para saksi sebelumnya diambil sumpah menurut agama kepercayaanya masing masing didepan pensidangan. Sungkunen Sembiring, seorang saksi yang diambil keterangannya pertama kali mengaku bahwa dirinya sempat melihat mobil tersebut lalu-lalang di area dekat rumahnya. “Jadi waktu itu, mobil itu naik keatas. terus, turun lagi kearah tkp. Udah jauh orang itu jalan kebawah,” ungkapnya dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Erintuah Damanik.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa jarak antara TKP dengan saksi berjarak sekitar 2 (dua) kilometer.
Terkait keterangan tersebut Hakim menanyakan bagaimana saksi dapat memastikan bahwa mobil yang lewat tersebut adalah milik korban, memgingat jauhnya jarak dari pandangan mata. “Dari BKnya (Plat tanda kendaraan Red) aku lihat pak, sama,” jawab Sungkunen Sembiring secara lugas dan pasti. Selain itu, ia menambahkan bahwa ada satu unit sepedamotor jenis matic didepan mobil tersebut.

Ketika ditanyai majelis Hakim terkait rekonstruksi yang dilakukan pihak kepolisian, ia mengaku melihat dua terdakwa, dimana posisi Reza mengendarai sepeda motor matic tersebut. Sedangkan Jefri menyupiri mobil Prado milik korban.

Medanoke.com – Deliserdang, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang memperhatikan wilayahnya yang menjadi lokasi penambangan batu dan pasir (Galian C) ilegal di Sei Seruai Dusun 3 Buluh Nipis, Desa Tan­jung Sena, Kecamatan Biru-biru, Deliserdang. Walhi menambahkan agar Galian C ilegal tersebut segera ditutup. Pasalnya, selain merugikan masyarakat, galian tersebut juga merusak lingkungam hidup. Proses penggalian terus-menerus selama bertahun tahun tanpa Amdal (Analisis mengenai dampak lingkungan) yang dilakukan oleh Oknum Pengusaha ACB (Inisial,red) hingga saat ini terus berlangsung dipstikan telah merusak ekosistem sekitar. Seharusnya kegiatan pengerukan tersebut mendapat tindakan tegas dari pihak Pemkab Deli Serdang dan pihak terkait, seperti BLH (Badan Lingkungan Hidup) Provinsi Sumatera Utara, maupun Dinas Pertambangan dan Energi) Sumut,

Terkait Galian C ilegal di Sei Seruai Dusun 3 Buluh Nipis, Desa Tan­jung Sena, Kecamatan Biru-biru, Deliserdang yang telah berlangsung selama kurang lebih 4 (empat) tahun ibi, diakui oleh Kepala Desa dan sudah dilaporkannya secara resmi kepada pihak kecamatan. namun hingga sekarang masih belum ada tindakan yang konkrit dari pihak lecamatan.

Atas hal itu, Walhi Sumut melalui Direktur Esekutif Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan mengatakan jika penambangan ilegal harus segera ditutup. “Fungsi Kepala Desa harusnya memberikan surat laporan ke Camat dan ditembuskan ke Kabupaten untuk ada tindakan dari Pemerintah untuk hal itu. Lalu sebaiknya memang pemerintah di tingkat kecamatan seharusnya tidak boleh tutup mata untuk hal seperti itu jika tidak terlibat dengan proyek tersebut,” ujarnya.

Bahkan menurut aktivis lulusan Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan ini, meskipun pengusaha Galian ilegal tersebut telah membangunkan jembatan dan memperbaiki jalan seperti yang diterangkan oleh Camat Biru-biru (Wahyu Rismiana, SSTP, MAP.red), tidak sertamerta menjadi pembenaran atas usaha ilegalnya tersebut. “Apapun itu selama itu Ilegal itu menyalahi aturan dan melanggar hukum dan itu harus diberhentikan,” tegas Dana Prima. Ia juga menyatakan Camat seharusnya tidak bicara asal-asalan terkait sumber daya negara. “Tidak bisa seenak ngomong camat, bilang kan sudah dibangun jembatan dan masyarakat tidak rugi kok. Tidak bisa begitu, ini bicara masalah pengerukan Sumber Daya Alam Indonesia semua ada aturannya. Semua harus menggunakan mekanisme yang ada. Diluar itu semuanya melanggar hukum, berapa tahun mereka beroperasi tidak ada yang diberikan mereka kepada negara. Sementara mereka itu sudah menerima untung banyak,” terang pria yang telah malang melintamg didunia lingkungan hidup dan sosial selama 15 tahun lebih ini.
Menurutnya menjadi tanda tanya besar kepada Camat yang membiarkan kegiatan ilegal diwilayahnya, . “Ini bukan bicara masalah masyarakat terbantu atau tidak, ini melanggar hukum, dengan beroperasi tanpa izin, dan harus segera diproses secara hukum, masalah mereka kesulitan mendapatkan izin itu urusan mereka. Kalau kata terbantu dampak negatifnya kan pasti ada dan mereka tidak punya izin dan itu sudah pasti ilegal. Banyak itu perzinan mereka langgar, pajak mereka langgar banyak yang dilanggar. Dan selama tidak memiliki izin harus diproses. Dan kalau pun punya izin, tetap harus diproses kenapa masih ada dampak negatifnya, itu juga melanggar. Dokumennya harus diperiksa sesuai dengan dokumen yang mereka ajukan atau tidak. Jika dalam perizinannya harusnya tidak ada dampak negatif seperti itu tapi ada, itu juga melanggar mereka harus bertanggung jawab akan hal itu,” tegas pria kelahiran 37 tahun silam ini(*)

Medanoke.com – Deliserdang,   Proyek illegal Galian C selama 4 tahun hingga hari ini tetap berlangsung di Sei Seruai Dusun 3 Buluh Nipis, Desa Tanjung Sena, Kecamatan Biru-biru, Deliserdang, dilakukan oleh Oknum Pengusaha ACB (Inisial,red) ), hingga kini tidak juga mendapatkan tindakan tegas dari pihak Kecamatan dan Pemerintah Daerah (Pemda) Deli Serdang, maupun aparat terkait, bahkan terkesan seperti menghalalkkan atas adanya proyek illegal tersebut.
Pembiaran proyek illegal ini seperti angin segar bagi Pengusaha ACB.

Meski masyarakat telah mengeluh dan mengadu ke pihak perangkat Desa dan Kecamatan. Dimana akibat penggalian ini berdampak dengan longsornya persawahan masyarakat setempat dan effek negatif lainya. Hal ini seperti diakui oleh Camat Biru-biru, Wahyu Rismiana, SSTP, MAP, yang mengatakan jika pihaknya tidak mengetahui adanya kegiatan illegal yang terjadi diwilayahnya.

“Sama saya langsung tidak ada yang mengadu masalah galian C. tapi sama anggota akan saya tanya, ‘ Ungkap camat jebolan sekolah kepemerintahan ini (IPDN). Namun anehnya, camat berkacamata ini melanjutkan dan menyatakan, “Untuk galian C Ilegal yang sudah lama berlangsung, pihak kecamatan tahu itu sudah lama. Selagi masyarakat disitu ada kepentingan kita tidak bisa apa juga kan gitu.” Ungkapnya lebih lanjut.

Ketika ditanya mengenai kata “kepentingan” yang dilontarkan olehnya, sang camat menegaskan jika masayarakat memiliki keuntungan dari kegiatan illegal tersebut.

“Istilahnya kan masyarakat dapat keuntungan beli bahan dari yang bersangkutan. Tapi yang pasti saya lagi rapat dengan anggota ini nanti konfirmasi lagi ya,” tutupnya mengakhiri pembicaraan ketika medanoke berusaha menggali lebih dalam informasi keterlibatan Kecamatan atas rusaknya lahan persawahan dan irigasi masyarakat.(*)

Jakarta – Medanoke.com, Kabar duka sedang menyelimuti musisi di dunia musik Tanah Air. Salah satu penyanyi kebanggaan Indonesia, Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya, Rabu (8/4/2020) malam.

Salah satu sahabat Glenn Fredly, Tompi memberi berita sedih ini.

“Telah berpulang saudara kami, Glenn Fredly, malam ini. Mohon dimaafkan semua salahnya. Dia yg selalu hadir menggerakkan kita semua,” tulis Tompi.

Di RS Setia Mitra Jakarta Selatan

Glenn Fredly meninggal dunia di RS Setia Mitra pada pukul 18.00 WIB. Namun mengenai penyakitnya belum diketahui pasti.

Jakarta – Medanoke.com, Kabar duka sedang menyelimuti musisi di dunia musik Tanah Air. Salah satu penyanyi kebanggaan Indonesia, Glenn Fredly menghembuskan nafas terakhirnya, Rabu (8/4/2020) malam.

Salah satu sahabat Glenn Fredly, Tompi memberi berita sedih ini.

Di RS Setia Mitra Jakarta Selatan

Glenn Fredly meninggal dunia di RS Setia Mitra pada pukul 18.00 WIB. Namun mengenai penyakitnya belum diketahui pasti.

Jaksa Sidangkan Pembunuh Jaksa Secara Online

MEDANOKE.COM-Medan, Sidang Perdana Pembunuhan Hakim, Jamaluddin, digelar Selasa (1/4) di Pengadilan Negeri Medan. Namun kali ini persidangan di buka tidak seperti biasanya. Persidangan digelar  secara online melalui Teleconfrence terkait adanya wabah Covid 19. Dimana, Majelis Hakim dan Jaksa berada di lokasi Pengadilan Negeri Medan, Sementara terdakwa berada di Rumah Tahanan (Rutan).

Dalam Video, Sidang yang beragenda dakwaan. Pembunuhan yang sempat menggemparkan masyarakat Medan, tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Medan (Kejari Medan), membacakan dakwaan yang dibacakan langsung oleh Kasipidum (Kepala Seksi Pidana Umum) Kejari Medan, Parada Situmorang, SH, MH.

Dalam dakwaan ia menjelaskan bahwa Zuraida Hanum sudah lama sakit hati kepada Jamaluddin (Korban), sehingga terdakwa berniat ingin membunuh Jamaluddin yang juga sebagai suami terdakwa.

“Bermula dari hubungan rumah tangga terdakwa Zuraida Hanum dengan korban tidak akur dan rukun, sehingga terdakwa sering memendam perasaan marah, kecewa kepada korban. Ketidak harmonisan hubungan rumah tangga tersebut juga diceritakan terdakwa pada saksi Liber Junianto (supir) dimana terdakwa mengatakan sudah lama memiliki niat untuk menghabisi korban karena kelakuan korban,”  ungkap Parada dalam dakwaannya. Selasa (31/3).

Jaksa melanjutkan, pada sekitar tahun 2018 terdakwa berkenalan dengan saksi Jefri Pratama (berkas terpisah) karena pertemuan yang rutin dengan saksi Jefri, akhirnya Terdakwa dengan saksi Jefri saling menyukai.

sekitar bulan November 2019, Terdakwa menghubungi saksi Jefri mengajak bertemu di Everyday Cafe di Jalan Ringroad Medan, lalu Terdakwa menceritakan masalah rumah tangganya yang mana korban sering mengkhianati terdakwa dan terdakwa juga mengatakan kepada saksi Jefri agar terdakwa mati saja karena sudah tidak sanggup menjalani pernikahahan seperti itu.

“Lalu saksi Jefri menjawab “NGAPAIN KAU YANG MATI, DIA YANG BEJAT, KOK KAU YANG MATI, DIA LAH YANG HARUS MATI. kemudian Terdakwa Zuraida mengatakan kepada saksi “IYA MEMANG saya SUDAH TIDAK SANGGUP, KALAU BUKAN AKU YANG MATI, DIA YANG HARUS MATI,” ucap Jaksa.

Bersama saksi Jefri, Zuraida berencana menghabisi korban dan mengajak saksi M. Reza Falevi. “Perbuatan terdakwa Zuraida Hanum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHPidana Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1,2 KUHPidana,” pungkas Jaksa. (red)

Medanoke.com-Medan, Sebanyak 23 Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Sumut menjadi yang paling banyak daerahnya melaksanakan Pilkada dan perempuan menjadi jumlah terbanyak Penduduk di Sumut.

Karena jumlahnya yang besar, kelompok perempuan menjadi sasaran politik uang para kandidat bakal calon atau calon hingga tim sukses. Melihat hal ini Bawaslu mengelar sosialisasi peranan perempuan sebagai pengawas partisipatif dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan, Senin (9/3/2020).

“Karena Sumut paling banyak, maka menjadi kewajiban kami dari Bawaslu RI untuk melihat langsung persiapan-persiapan teman-teman untuk menghadapi Pilkada 2020 termasuk tentu persiapan-persiapan yang dilakukan terhadap persiapan untuk pengawasan partisipatif dalam berbagai kelompok dan pada forum ini diperuntukkan untuk perempuan sebagai mitra strategis untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pilkada 2020,” ujar Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo.

By: Admin

Ditendang dan Dipukul di Kemaluannya

Medanoke.com-Medan, Wajah tirus dan tubuh kurus menambah keseduan dirinya ketika menahankan rasa sakit memar di sekujur tubuhnya. Tak mampu menahan air matanya, LP (30) terbata bata menceritakan kisah pilunya semenjak berpacaran dengan HFS (32), sejak 2015 lalu. Perempuan tamatan SMK ini terus menangis ketika dirinya menerawang ke masa lalunya.

Sejak awal berpacaran dirinya kerap menerima perkataan kasar hingga perlakuan yang berujung pada penganiayaan. Orang disekitar selalu melihat dan mendengar pertengkaran dua kekasih yang tidak tahu berujung sampai dimana. Tidak ada seorangpun yang pernah melerai dan membelanya ketika teman prianya tersebut (HFS,red) menyerang tubuh lemahnya. Padahal ia sebagai seorang perempuan pantas dibela.

Menurut beberapa orang kerabat dan teman dekatnya yang harus membela dirinya sendiri adalah dia. Bahkan mereka berulang kali mengingatkan untuk segera pergi meninggalkan pria berkacamata minus tersebut. Karena perlakuan dan perbuatan terhadap dirinya tersebut sangat tidak pantas diluar pri kemanusiaan. Namun LP hanya bisa mengurut dada, karena sedari awal mereka berpacaran HFS telah merenggut kehormatannya dengan bujuk rayu iming imingi suatu mahligai pernikahan yang sempurna. 

By : Admin
Medanoke.com – Medan, Seratusan perempuan Sumut dari berbagai elemen, menolak Rancangan Undang-Undang Ketahanan Keluarga. Pasalnya, regulasi tersebut dinilai diskriminatif dan mengekang kaum perempuan untuk berkembang. Selain itu juga mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. 

Hal ini terungkap dalam peringatan Hari Perempuan Sedunia (International Women’s Days /IWD) 2020 yang diikuti sedikitnya 160 peserta dari berbagai komunitas perempuan.   Sabtu (7/3) di Lapangan Merdeka. 

Sejumlah elemen perempuan yang tergabung dalam aksi tersebut, seperti Pesada, Bitra,  HWDI, Yapidi, Perempuan Kepala Keluarga (Pekka). Selain itu juga dirangkai dengan diskusi dengan menghadirkan pemantik, Badikenita br Sitepu, anggota DPD RI asal Sumatera Utara.

JAKARTA – Virus Corona telah memberikan pengaruh yang cukup besar pada perekonomian global juga Negara Tirai Bambu. Dan dalam dunia perdagangan International, China sebagai negara yang berpengaruh besar kepada Indonesia.

Penurunan pertumbuhan ekonomi yang dialami China diperkirakan akan berpengaruh bagi Indonesia. Direktur PT Anugerah Megah Investama Hans Kwee menyatakan jika China mengalami penurunan 1% pada pertumbuhan ekonomi, sedangkan Indonesia turun 0,3% sampai 0,4%.

“Bila terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi China 1% kami perkirakan ekonomi Indonesia bisa turun 0,3% – 0,4% pada tahun ini,” ujar Hans Kwee.

“Impor dari China sebagian merupakan bahan baku dan alat produksi sehingga bila dampak virus korona berlangsung lama akan cukup merugikan,” Lanjut Hans Kwee yang menerangkan jika total impor Indonesia dari China sebesar Rp611 triliun atau USD44,6 miliar, yang setara dengan 30%.

Seperti diketahui, total ekspor Indonesia ke negara tirai bambu pada 2019 sebesar Rp353,5 triliun atau USD25,8 miliar. Angka ini setara dengan 16,7% dari total ekspor.(*)

MEDAN-MEDANOKE.COM,

Kejaksaaan Negeri Medan kamis pagi (25/2/2020) melaksanakan  Pemusnahan barang bukti hasil kejahatan Narkotika senilai milyaran rupiah. Pemusnahan ini dilakukan terhadap perkara Kriminal lainnya yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inckrah) periode Februari 2019, sampai dengan bulan Oktober 2019. 
Untuk perkara Narkotika sebanyak 928  perkara, terdiri dari narkoba jenis sabu-sabu  seberat 5.922,515 gram dengan nilai 5 Milyar Rupiah, Ekstasi seberat 690,904  gram senilai Rp 3,5 Milyar dan Narkotika jenis Ganja sebanyak 1.394,24  gram  seharga Rp 1,5 Juta.
Adapun untuk perkara pelanggaran keamanan negara dan ketertiban umum (Kamnegtibum) sebanyak 98  perkara, yang terdiri dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)  sebanyak 7 perkara, terdiri dari obat-obatan, jamu, kosmetik.  
Untuk Perjudian sebanyak 47 perkara, barang buktinya terdiri dari koin, kalkulator, buku tulis. Untuk kasus yang melibatkan penggunaan senjata tajam terdapat 9 perkara, dengan barang bukti pisau, parang,. 
Sedangkan untuk kasus ITE (informasi dan teknologi Elektronik) terdapat 16 perkara berupa Screenshot percakapan. Selain itu juga terdapat pelanggaran terhadap satwa yang dilindungi (Konservasi sumber daya alam hayati) sebanyak 3 perkara, yang terdiri dari kandang hewan, Burung Nuri Maluku, Kakatua Koki, Burung Kasturi Kepala Hitam. Untuk satwa jenis burung sudah dititipkan Pusat Penyelamatan Satwa BBKSDA di kawasan Sibolangit, kabupaten Deli Serdang., Sumatera Utara.  
Sementara itu, untuk kasus Penganiayaan dan Pengrusakaada 9 perkara. barangbuktinya terdiri dari besi, kaca. Bersamaan itu turut juga dimusnahkan Kondom dan Telepon seluler, untuk perkara Human Trafficking (Perdagangan Manusia) terdapat 2 perkara. Untuk kejahatan terhadap anak ada 4 perkara, dengan barangbuktinya berupa pakaian dan alat bukti kejahatan lainnya.
Sedangkan kejahatan terhadap orang dan harta benda (OHARDA) terdapat 70 perkara yang terdiri dari tindak pidana pencurian, penipuan/ penggelapan, pembunuhan, dan bukti kriminal lainnya.
Kegiatan Pemusnahan Barang Bukti ini terus dilaksanakan secara periodik berdasarkan perintah Undang Undang, disamping untuk mencegah penyalahgunaan. “Melaksanakan putusan pengadilan yg telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrach) dgn putusan dirampas utk dimusnahkan ” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Dwi Setyo Budi Utomo, SH., MH saat didampingi oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Parada Situmorang, S.H, M.H dan Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti & Barang Rampasan Mirza Erwinsyah,S.H.,M.H. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan Bapak Abdul Muis ,SH., MH mewakili PN Medan. Kasi Sidik BNNP Sumut Bapak P. Pasaribu SH, Kasi TP Terorisme Bapak Yusnar Yusuf SH, MH Kejati Sumatera Utara, dan dari pihak Kepolisian Republik Indonesia diwakili oleh Kanit 1 Narkoba Polrestabes Medan Bapak Rachmat Aribowo, SIK, MH, Kaur Narkoba Labfor Bapak Kompol Hendri Ginting,  Banum Narkoba Labfor Bapak Bambang Kurniawan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh para Kasi/Kasubagbin dan pegawai Kejaksaan Negeri Medan.(*)


Medanoke.com – Medan, Kader Partai Perindo Sumut diminta untuk terus memanaskan mesin partai.

Demikian disampaikan oleh Ketua DPW Perindo Sumut Rudi Zulham Hasibuan, saat menyerahkan SK pengurus DPD Perindo Labuhanbatu Selatan (Labusel) di Kantor DPW Perindo Sumut, Jalan Cut Nyak Dien, Medan, Senin (13/9).

Adapun pengurus DPD Perindo Labusel terdiri dari Ketua Mustafa Kamal Tambak, Sekretaris Hasrum Siregar, dan Bendahara Ginanda Siregar. Disebutkan Rudi, para pengurus Perindo Labusel mulai sekarang harus gencar melakukan sosialisasi, dan silaturahmi dengan sejumlah tokoh di Labusel. Tujuannya agar memotivasi orang untuk ikut dan bergabung menjadi kader Perindo. “Beri keyakinan penuh pada orng-orang agar bergabung dengan kita,” beber Rudi yang didampingi oleh jajarannya antara lain Joko Lelono, Budianta Tarigan, Iskansar, RR Sasmayati, Lince, dan Samsul Bahri.

Rudi mengingatkan agar para jajaran Perindo Labusel betul-betul mengurus partai supaya besar, bukan sebaliknya, malah minta diurus oleh partai. Karena itulah, ungkap Rudi, para kader jangan pesimis. Timbulkan komitmen dan konsisten dalam upaya membesarkan partai.

“Mesin partai harus terus dipanasim Jangan tanggung-tangung, ambil momen untuk berbuat. Tidak ada perjuangan yang mudah. Tunjukkan kita petarung utk mencapai Indonesia sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, Mustafa Kamal menambahkan akan segera membentuk pengurus di lima kecamatan. Ia menargetkan itu selesai dalam kurun 2 bulan. Target lainnya, sebut Mustafa, pada Pemilu 2024 bisa meloloskan kader ke legislatif hingga mampu membentuk satu fraksi. Saat ini, Perindo telah meloloskan seorang kadernya di DPRD Labusel. Mustafa yang akrab disapa Topo ini melanjutkan telah melakukan pendekatan ke para tokoh di Labusel agar mau bergabung dengan Perindo Labusel.

“Tokoh agama, masyarakat maupun tokoh di kebun sudah kita rangkul, milenial juga tak luput dari rencana kita untuk melakukan silaturahmi. Ini supaya Perindo kian pesat di Labusel. (*)

Medanoke.com-Medan, Pernyataan ini diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Perindo Asahan, Mizanul Akmal Sitorus, saat menerima SK Kepengurusan DPD Partai Perindo Asahan oleh pengurus DPW Perindo Sumut, Rabu (18/8/2021).

Penyerahan Surat Keputusan ini dilaksanakan di Kantor DPW Perindo Sumut, Jalan Cut Nyak Dhien, nomor 2, Medan Sumatera Utara, yang diserahkan langsung oleh Ketua DPW Perindo Sumut, Rudi Zulham Hasibuan, dengan didampingi Sekretaris Donna Yulietta Siagian dan pengurus lainnya Budianta Tarigan, Iskandar dan unsur pengurus lainnya.

SK ini diterima langsung oleh Ketua DPD Partai Perindo Asahan Mizanul Akmal Sitorus, disampingi Sekretaris Wagimin, yang didampingi oleh puluhan pengurus lainnya.

“Setelah ini kami akan langsung bekerja membesarkan partai Perindo di Asahan,” kata Mizanul Akmal.

Ia menjelaskan, saat ini Partai Perindo Asahan berhasil menempatkan 1 orang kadernya di DPRD Asahan. Namun kedepan, ia menargetkan untuk meraih 1 fraksi di DPRD Asahan.

“Kami sangat optimis, tahun 2024 mendatang kita akan meraih 1 fraksi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini hadir Tri Astuti, anggota dewan terpilih dari Partai Perindo, asal kabupaten Asahan.(red)

Medanoke.com -Medan, Upaya pembenahan Partai Perindo terus melanjutkan upaya pembenahan struktur organisasi di Sumatera Utara. kali ini DPW Perindo Sumatera Utara menyerahkan SK Kepengurusan DPD Partai Perindo. Penyerahan SK tersebut dilakukan di Kantor DPW Partai Perindo Sumut, Jalan Cut Nyak Dhien, Medan, Sabtu (14/8/2021) siang.

Acara penyerahan SK ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW Partai Perindo Sumut, Rudi Zulham Hasibuan didampingi Sekretaris Donna Yulietta Siagian dan pengurus lainnya seperti Budianta Tarigan dan Joko Soekardi.

SK DPD Perindo Kabupaten Karo diserahkan kepada Ketua DPD Perindo Karo, Putra Sinulingga yang didampingi

Sekretaris Edison Bangun dan jajaran pengurus lainnya seperti Ketua Bidang Organisasi, Sulaiman Surbakti.

“Banyak perombakan dalam kepengurusan. Dan ini untuk menciptakan semangat baru bagi kami di DPD Perindo Karo,” kata Putra Sinulingga.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Perindo Sumut Rudi Zulham Hasibuan meminta agar pengurus DPD Partai Perindo Karo segera bekerja untuk membesarkan partai mereka di Kabupaten Karo.

Menurutnya, upaya membesarkan partai merupakan hal yang sulit jika tidak dilakukan dengan semangat yang tinggi.

“Perindo di Sumut masuk dalam tiga besar secara nasional. Ini karena kinerja kita bersama,” ujarnya.

Fakta ini kata Rudi Zulham juga terlihat dari hasil perolehan suara pada Pemilu terbaru, dimana Perindo menempati posisi ke 9 dari 16 partai politik peserta pemilu.

“Ini membuktikan bahwa Perindo merupakan partai baru tersukses. Dan sekarang kita sudah banyak mendudukkan kader kita sebagai anggota legislatif,” ungkapnya.

Capaian ini kata Rudi harus terua ditingkatkan pada agenda politik 2024. Secara khusus di Kabupaten Karo, hal ini menurutnya sangat berpotensi sebab Perindo ikut menjadi partai pemenang pada Pilkada Kabupaten Karo 2020.

“Ini menjadi modal yang sangat besar karena kita menjadi partai pemenang di Karo. Pada pemilu selanjutnya ini harus bisa lebih baik,” pungkasnya.(AS)

Medanoke.com – Medan, Masih dalam rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61 Tahun 2021, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) kembali menggelar kegiatan vaksinasi Dosis 2 setelah akhir Juni lalu (29 – 30 Juni 2021) digelar vaksinasi tahap 1. Ada 1.850 warga yang mengikuti vaksin tahap 1 dan tahap 2 di halaman kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution Medan selama 2 hari (Selasa, 27 Juli 2021 sampai Rabu, 28 Juli 2021).

Pada pelaksanaan vaksin tahap 2, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Walikota Medan Bobby Afif Nasution berkesempatan hadir melihat langsung pelaksanaan vaksin hari pertama di kantor Kejati Sumut. Kedatangan Gubsu dan Walikota disambut langsung oleh Kajati Sumut IBN Wiswantanu, Wakajati Sumut Agus Salim, Asintel yang juga Ketua Panitia DR Dwi Setyo Budi Utomo, para Asisten, Koordinator dan meninjau langsung pelaksanaan vaksin.

Kajati Sumut IBN Wiswantanu menyampaikan bahwa vaksin kali ini adalah vaksin tahap 2 dan jika dimungkinkan ke depan, Kejati Sumut siap untuk mendukung lebih banyak lagi masyarakat yang divaksin.

“Walaupun sudah divaksin, kami juga tetap mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M. Sebagaimana ditetapkan bahwa Kota Medan masuk dalam PPKM Level 4, oleh karena itu selain menaati 5 M, masyarakat juga agar menaati Instruksi Mendagri Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3,” kata IBN Wiswantanu.

Pada kesempatan itu, Gubsu Edy Rahmayadi menyampaikan apresiasinya kepada Kejaksaan, khususnya Kejati Sumut yang dalam peringatan hari jadinya atau HBA ke-61 tahun 2021 menggelar kegiatan sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat.

“Penanganan Covid-19 yang paling utama sebenarnya adalah taati protokol kesehatan, vaksinasi ini adalah pendukungnya. Dengan divaksin, kita akan lebih imun terhadap serangan virus. Sampai hari ini, vaksinasi di Sumut masih mencapai 14 persen untuk dosis tahap 1 dan 7 persen untuk dosis tahap 2. Ke depan, ada sekitar 9 juta warga Sumut yang harus kita vaksin, yaitu 70 persen untuk jumlah penduduk. Secara bertahan vaksin akan dikirim dari Jakarta,” kata Edy Rahmayadi.

Sementara Walikota Medan M Bobby Afif Nasution menyampaikan bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat tidak jauh berbeda dengan PPKM Level 4. Perbedaannya hanya sedikit saja, terutama di kegiatan perekonomian dimana selama ini boleh buka dan sudah bisa melayani makan di tempat dengan batas waktu 20 menit saja dan jam operasional maksimal sampai pukul 21.00 WIB untuk pelaku usaha UMKM.

“Namun untuk restoran yang besar dan kapasitas pengunjungnya besar belum diperkenankan untuk makan di tempat. Restoran tetap diperbolehkan buka tapi hanya bisa melayani take away atau drive thru. Intinya tidak boleh ada kerumunan, makanya resto besar belum diperbolehkan melayani makan di tempat,” tandasnya.

Kajati Sumut IBN Wiswantanu bersama Gubsu Edy Rahmayadi dan Walikota Bobby Afif Nasution berkesempatan menyapa peserta vaksin. Hadir juga dalam kesempatan itu Plt Kadis Kesehatan Provhsu Aris Yudhariansyah, Kadis Kominfo Irman Oemar dan Kadis Kesehatan Kota Medan Syamsul Nasution.

Di akhir kegiatan, IBN Wiswantanu didampingi para Asisten secara simbolis memberikan bingkisan sembako kepada warga masyarakat yang sudah divaksin tahap 2. (Red)

Medanoke.com – Medan, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara IBN Wiswantanu Instruksikan kepada Jajaran Kejaksaan Negeri dan Cabang sesumut untuk mendukung Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sebagaimana tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 15 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor : 188.54/28/INST/2021 tanggal 10 Juli 2021 tentang perubahan i nstruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor : 188.54/26/INST/2021 tentang perpanjangan PPKM Mikro dan mengoptimalkan Posko PPKM Penanganan Covid-19.

Seperti tertuang dalam Surat Perintah Kajati Sumut IBN Wiswantanu Nomor : PRINT – 3571/L.2/Dsb.4/07/2021 tgl 12 juli 2021 bertindak sebagai Ketua Pelaksana Asintel DR. Dwi Setyo Budi Utomo dan Aspidum DR. Sugeng Riyanta yang kemudian dibagi menjadi beberapa tim bidang Intel dan T.Pidana Umum Kejati Sumut dan masuk dalam sentra Penegakan Hukum (Gakkum) PPKM Darurat Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Ketua Pelaksana DR. Dwi Setyo Budi Utomo, Sabtu (24/7/2021) bahwa tim Intel dan T Pidum dari Kejati Sumut ikut serta bersama tim Operasi Yustisi dalam melakukan pemantauan,pengawasan dan ikut serta melaksankan kegiatan mulai tgl 15 sd 17 Juli 2022 bersama Tim PPKM SUMUT dan kota Medan serta telah melakukan operasi/ Razia Pelanggaran PPKM dan sidang diKantor PKK kota Medan jl.Rotan Medan serta melakukan sidang terhadap pelanggar PPKM dan telah mengambil Tindakan 40 org pelanggar dan telah dikenakan sanksi hukum antara lain Denda/ 2 hari kurungan dan teguran tertulis .

“Beberapa pelanggaran yang dilakukan masyarakat langsung kita sidang dan beri tindakan. Sebagai contoh kasus Rakes pemilik warung kopi yang melawan saat ditertibkan dan menyiram petugas PPKM Satpol PP dengan air panas. Hukumannya adalah 2 hari kurungan (tidak perlu dijalani) dan denda Rp 300.000. Pelanggaran lainnya juga diberi tindakan dan teguran keras,” kata Dwi Setyo Budi Utomo didampingi Tim Operasi Yustisi dari Kejati Sumut.

Operasi Yustisi dan pemberian sanksi kepada warga yang melanggar Protokol Kesehatan, lanjut Dwi yang juga mantan Kajari Medan ini adalah sudah sesuai dengan aturan yang berlaku yang sebelumnya sudah disosialisasikan.

“Selain ikut dalam tim Operasi Yustisi Penegakaan Hukum PPKM Darurat, Tim Penerangan Hukum Kejati Sumut juga melakukan sosialisasi Pelaksanaan Pemberlakuan PPKM Darurat kota Medan dengan turun kejalan kota medan menggunakan mobil Penerangan Hukum (Penkum) Kejatisu serta menyerukan kepada masyarakat agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan dan mendukung program pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” tandasnya.(red)

Medanoke.com – Medan, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengikuti upacara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) yang ke-61 Tahun 2021 secara Nasional yang dipimpin langsung Jaksa Agung RI ST Burhanuddin dan diikuti secara virtual oleh Korps Adhyaksa di seluruh Nusantara mulai dari Kejati, Kejari dan Cabang Kejaksaan Negeri, Kamis 22 Juli 2021

Upacara di laksanakan secara Virtual laksanakan di Aula Kejati Sumut dihadiri Kajati IBN Wiswantanu, Wakajati Sumut Agus Salim, Para Asisten, Kabag TU Raden Sudaryono, dan para Koordinator dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan dan jumlah peserta yang mengikuti upacara dibatasi untuk menghindari kerumunan.

Dalam arahannya, Jaksa Agung RI menyampaikan bahwa upacara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 Tahun 2021 secara sederhana, khidmat, dan serempak, baik kehadiran secara fisik maupun virtual.

“Hari Bhakti Adhyaksa yang setiap tahunnya diperingati sudah selayaknya kita maknai bersama sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan introspeksi atas semua yang telah kita lakukan selama ini serta merumuskan langkah-langkah apa yang hendak kita lakukan ke depan. Khususnya dalam menjawab tantangan dan mengatasi situasi saat ini, tanpa harus mengurangi semangat dalam bekerja dan berkarya,” kata Jaksa Agung.

Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61 Tahun 2021 mengangkat tema “BERKARYA UNTUK BANGSA”. Tema HBA kali ini merupakan kesinambungan dari tema HBA tahun sebelumnya, yang menginginkan Korps Adhyaksa “Terus Bergerak dan Berkarya”, khususnya dalam mendukung dan memastikan setiap kebijakan Pemerintah sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Pada saat ini, lanjut Jaksa Agung kita semua bangsa Indonesia sedang bersusah payah berjuang melawan wabah virus Covid-19. Badai Covid-19 ini tengah mengancam dan meneror kita semua. Tentunya Kejaksaan memiliki tanggung jawab besar untuk berperan aktif dalam pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

“Saya minta segenap jajaran Kejaksaan untuk mengerahkan segala sumber daya dan kewenangan yang ada guna mengamankan serta menjaga ketersediaan dan kestabilan harga obat, alat kesehatan, dan oksigen medis yang saat ini sangat dibutuhkan oleh rakyat, serta berperan aktif dalam mengakselerasi program vaksinasi nasional,” kata Jaksa Agung.

Selain itu, dalam rangka percepatan pengendalian wabah Covid-19, pemerintah tengah melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Untuk itu, dukung dan pastikan keberhasilan pelaksanaannya.

“Saya tidak mengharapkan disituasi sulit saat ini, hukum menjadi alat ”pemiskinan” bagi rakyat kecil. Hukum yang tegas bukan berarti memberlakukan hukuman yang berat. Namun hukum yang tegas adalah hukum yang terukur dan proporsional, yang mampu memberikan kemanfaatan bagi semua dan dapat mengubah perilaku pelanggar untuk tidak melakukan perbuatan pidana lagi,” tegas Burhanuddin.

Dala pidatonya, Jaksa Agung juga menyampaikan capaian kinerja masing-masing bidang yang ada di Kejaksaan RI. Di akhir sambutannya, Jaksa Agung menyampaikan 7 perintah harian untuk diperhatikan dan dilaksanakan. Penegasan Jaksa Agung pada butir ke-7 perintah hariannya adalah jaga marwah institusi dengan bekerja secara cerdas, integritas, profesional dan berhati nurani.

Di lingkungan Kejati Sumut sendiri, rangkaian kegiatan untuk menyambut HBA ke-61 sangat terbatas demi untuk mendukung program pemerintah agar tidak menimbulkan kerumunan.

“Sesuai dengan perintah Jaksa Agung, kita sangat mendukung program PPKM Darurat dan tetap melakukan pendampingan agar pemanfaatan dana dan anggaran percepatan penanganan Covid-19,” kata IBN Wiswantanu.

Medanoke.com – Medan, Tetty Br Napitupulu nelangsa. Ibu paruh baya ini sedih dan menyimpan duka. Pasalnya, bantuan yang diberikan Kementerian Sosial (Kemensos) kepadanya, ditengarai ‘ditilap’ pihak tertentu. “Saya curiga ada yang ‘memainkan’ bantuan Kemensos untuk saya,” lirihnya.
Tetty tercatat sebagai keluarga penerima manfaat (PKM) program Keluarga Sejahtera Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia. Warga Jalan Turi Ujung Lingkungan V, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan itu, menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Kemensos dari Herlina Br Simangunsong, istri Elisa Siregar yang saat masih hidup menjabat sebagai Kepala Lingkungan 5, Kelurahan Binjai.
Tetty menerima KKS dari Herlina sekitar September 2020 silam. Padahal, KKS program Kemensos itu diterbitkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada Mei 2020. “Saya menerima KKS yang diterbitkan pada bulan Mei 2020 itu sekitar September 2020. Saat itu, Herlina memberikan kartu (KKS) ini, sama sembako,” lirih Tetty.
Semula Tetty tidak menaruh curiga. Ia berbaik sangka saja kepada Herlina. Namun, Tetty mendapat informasi dari sesama keluarga penerima manfaat (PKM) bahwa KKS diberikan beserta buku tabungan rekening dari Bank BRI berisi bantuan dari Kemensos sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah). “Yang saya terima cuma selembar kertas KKS tanpa buku rekening bank. Dan saya tidak tahu siapa yang menggunakan KKS saya terhitung dari Mei hingga September 2020, sebelum diberikan kepada saya,” ujarnya.
Selanjutnya, D Br Sinaga keluarga Tetty menemui Herlina, untuk mempertanyakan buku rekening KKS bantuan Kemensos tersebut. Sialnya, Herlina mengaku tidak mengetahuinya. Herlina hanya mengaku menerima KKS milik Tetty dari petugas kecamatan yang dia sendiri tidak mengetahui namanya.
Tak lama kemudian, Tetty bersama D Br Sinaga kembali menemui Herlina mempertanyakan keberadaan buku rekening tersebut. Lagi-lagi Herlina menjawab tidak tahu. Anehnya, Herlina juga mengaku tidak kenal dengan petugas kecamatan tersebut dengan alasan saat memberikannya sedang buru-buru.
Untuk memastikan keberadaan buku rekening dan siapa pegawai BRI yang memberikan KKS, Tetty pergi ke kantor BRI unit Simpang Limun. Pegawai di BRI itu menjawab bahwa untuk mengetahui transaksi harus ada buku rekening. Tetty pun disarankan untuk ke BRI unit Medan Denai.
Namun, petugas BRI unit Medan Denai bernama Dea mengaku bukan pihaknya yang membagikan KKS tersebut. Tetty disuruhnya ke Dinas Sosial Kota Medan untuk mempertanyakan siapa yang memegang buku rekening milik Tetty. “Dia (Dea-red) mengaku bukan pihaknya yang membagi KKS dan menyuruh kami ke Dinas Sosial Medan, tanpa mencari tahu siapa yang memegang buku rekening itu dan siapa pegawai BRI yang membagikannya,” sebutnya.
“Saya bingung. Mengapa Kemensos memberikan bantuan hanya selembar kertas KKS. Saya tidak tahu apakah saya termasuk yang mendapat bantuan sebesar Rp500.000, itu atau tidak,” tambah Tetty dengan sedih.
Kasus KKS tanpa buku rekening itu akhirnya sampai ke telinga Lurah Binjai, Dartaswin. Sang lurah pun memanggil Herlina Br Simangungsong, sekitar Mei 2021. Anehnya, keterangan Herlina pada lurah berbeda dengan apa yang disampaikannya kepada Tetty.
“Sudah lama itu pak. Saat suami saya masih hidup. Suami menitipkan KKS dengan bahan pangan,” kata Herlina singkat dan langsung meninggalkan ruangan tanpa mengindahkan sang lurah.
Keterangan Herlina Br Simangunsong yang sedang mencalonkan diri menjadi Kepala Lingkungan 5 Kelurahan Binjai itu, terkesan meragukan. Sebab, seyogianya beliau harus menanyakan buku rekening kepada pemberi KKS, karena saat suaminya menjadi Kepling informasi yang didapat mereka juga adalah Keluarga Penerima Manfaat dan harus memiliki buku rekening.
Sementara itu, Widya pegawai BRI unit Medan Denai yang dikonfirmasi di kantornya pada 14 Juni 2021, terperanjat kaget. Ketika ditunjukkan poto copy KKS dan KK Tetty, tanpa menanyakan apa yang hendak dikonfirmasi, Widya malah bertanya mengapa bisa mendapatkan KKS. Ironisnya, Widya meminta wartawan agar membawa Tetty yang sudah pernah datang bertanya ke BRI unit Medan Denai tanpa mendapat jawaban.
Widya tetap tidak berkenan mencari tahu dimana buku rekening dan siapa yang medistibusikan KKS atas nama Tetty Br Napitupulu.
Informasi tentang buku rekening Tetty terkesan menjadi rumit. Pasalnya, ketika kepala BRI Cabang Medan Sisingamangarajapada ketika dikonfirmasi, tidak berhasil ditemui. Securiy menyarankan agar wartawan menulis tujuan konfirmasi dan meninggalkan nomor handphone untuk dihubungi.
Pada 29 Juni 2021, tanpa ditanya seorang mengaku pegawai BRI bidang Bansos yang diketahui bernama Tyson, menghubungi wartawan via hanphone. Ia mempertanyakan tujuan konfirmasi. Setelah dijawab, beberapa menit kemudian malah seorang yang juga mengaku pegawai BRI bidang Bansos bernama Taufik kembali menanyakan melalui handphone apa tujuan wartawan. Anehnya, Taufik mengaku juga wartawan di salah satu media.
Esoknya Tyson yang didampingi Triki bagian monitoring Bansos di BRI Cabang Medan sisingamangaraja, saat dikonfirmasi terkesan kurang bersahabat dan melakukan tekanan. Saat ditanya dimana Taufik, mereka diam saja. Mereka complain karena percakapan direkam. Lalu mereka meminta KTP, mempoto ID card pers, dan memberitahu bahwa abangnya wartawan sambil menunjukkan kartu pers seseorang di handphonenya.
Kemudian Tyson mengatakan bahwa buku rekening sudah diproses dan bukunya telah diserahkan kepada Tetty. Ia menunjukkan foto Tetty memegang sesuatu didadanya. Namun, ketika ditanya itu poto kapan dan kapan diberikan, Tyson tidak menjawab dan tidak memperlihatkan handphonenya lebih dekat sehingga tidak jelas apa yang dipegang Tetty dalam foto tersebut.
Terkait bantuan Rp.500.000, Tyson membenarkannya. Hanya saja, ia mengatakan bahwa tidak semua mendapatkannya. Sementara Triki dalam keterangannya menjelaskan data Tetty tidak ada di BRI Sisingamangaraja, tetapi di BRI Cabang Tamrin.
Tetty yang dikonfirmasi terkait adanya foto dirinya, membenarkan ada yang mendatanginya. Sebelumnya, Melati putri Herlina Simangunsong dengan beberapa perempuan datang ke tempat Tetty di Gang Jaya. “Mereka menanyakan keberadaan saya kepada anak saya Teo. Kemudian dijawab Teo kalau saya di Jalan Turi Ujung. Setelah bertemu saya, mereka bilang mau pendataan ulang untuk PKH dan meminta KKS, saya ambil KKS saya. Setelah saya ambil, mereka meminta saya memegang kartunya dan memfoto. Saya sudah keberatan untuk difoto, tetapi tetap mereka lakukan. Mereka tidak memperlihatkan surat tugas ataupun ID Card. Tidak ada buku rekening diberikan kepada saya,” ujar Tetty.
Seseorang yang diduga datang ke tempat Tetty yang dikenal dengan sebutan Yuna,ketika dikonfirmasi membenarkan kedatangannya. Namun, ketika ditanya siapa yang memfoto dan kirim ke pihak BRI dan apa hubungannya dengan pihak BRI, bahkan siapa teman-temannya, Yuna tidak berkenan menjelaskan.
Saat percakapan itu, Yuna menyebut dia ada surat tugas dari Dinsos dan memberitahu sudah membantu. “Tanya saja Lurah terkait teman-temanya yang ikut bersamanya,” kata Yuna.
Sementara, Lurah Kelurahan Binjai Dartaswin ditanya tentang kedatangan Yuna Cs, menjawab tidak tahu. “Tanya saja Sukiran,” ujar Dartaswin singkat seakan menutupi.
Pimpinan BRI Cabang Thamrin melalui Reza bagian Bansos, saat dkonfirmasi di kantornya, mengatakan untuk mengetahui siapa yang membagikan KKS dan siapa yang melakukan transaksi, harus melalui investigasi dan bisa dilakukan kalau ada surat permintaan. “Nanti akan kelihatan di CCTP siapa yang melakukan trnsaksi. Widya bilang ke saya bahwa Tetty selalu melakukan transaksi dengan KKS-nya,” ujarnya.
Namun, anehnya apakah Tetty pernah atau tidak dalam melakukan transaksi senilai Rp 500.000, tidak ada dijelaskan Widya. Hanya saja, Reza membenarkan di tahun 2020 ada Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 500.000. “Penyerahan KKS harusnya disertai buku rekening,” tukas Reza. (N/red)

Medanoke.com – Medan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Medan menerima penyerahan pembayaran denda dan uang pengganti perkara tindak pidana korupsi berlanjut tindak pidana kehutanan dari pihak terpidana a.n. Adelin Lis pada Kamis, 15 Juli 2021 sekira pukul 14.30 WIB di Kantor Kejaksaan Negeri Medan.

Bahwa penyerahan denda dan uang pengganti dilakukan oleh terpidana yang diwakili oleh Kendrik Ali (anak dari terpidana Adelin Lis) dan Adenan Lis (saudara kandung terpidana Adelin Lis) dan diterima langsung oleh Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Medan Agus Kelana Putra, SH, MH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU), dengan rincian sebagai berikut :

  • Uang tunai sejumlah Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) sebagai pembayaran denda;
  • 1 (satu) buah sertifikat Hak Guna Bangunan No. 302 lokasi di Jl. Hang Jebat, Kel. Madras Hulu seluas 769 M2 atas nama terpidana Adelin Lis.

Penyerahan denda tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Medan Teuku Rahmatsyah, SH, MH didampingi Kasi Intelijen Bondan Subrata, SH serta Kasi PBBBR Ida Mustika, SH, M.Hum.

Kepala Kejaksaan Negeri Medan Teuku Rahmatsyah, SH MH., melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata, SH menjelaskan bahwa penyerahan denda dan uang pengganti ini dilakukan atas upaya dari JPU melakukan pencarian harta benda terpidana untuk pembayaran denda dan uang pengganti berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor : 68/K/Pid.Sus/2008 tanggal 31 Juli 2008 kepada Kejaksaan Negeri Medan yang amar putusannya yaitu : 1). Menyatakan Terdakwa ADELIN LIS telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Korupsi” secara bersama; 2). Menghukum Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 10 (sepuluh) tahun dan membayar denda sebesar Rp.1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) Subsidair 6 (enam) bulan kurungan; 3). Menghukum pula Terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp.119.802.393.040,- (seratus sembilan belas milyar delapan ratus dua juta tiga ratus sembilan puluh tiga ribu empat puluh rupiah) dan US$ 2.938.556,24 (dua juta sembilan ratus tiga puluh delapan ribu lima ratus lima puluh enam koma dua puluh empat US Dollar).

Bahwa selanjutnya uang sebesar Rp.1.000.000.000,- diterima oleh JPU untuk selanjutnya disetorkan Rekening Kejaksaan Negeri Medan Penitipan Penerimaan Negara pada Bank BRI Cabang MPH.(red)

Medanoke.cok – Medan, Aksi Wali Kota Medan Bobby Nasution menyegel mall Centre Point Medan mendapatkan tanggapan dari pihak pengelola. Pihaknya akhirnya membayar Rp 20 miliar dari total pajak Rp 56 miliar yang harus dibayarkan.

Segel yang dipasang di mal Centre Point ang berada di Jalan Jawa Medan ini pun dilepas. Penyegelan mal itu berakhir.

“Hari ini segelnya kita buka setelah ada kesepakatan, ini saya buka-bukaan saja enggak mau menutup-nutupi,” kata Bobby saat dikonfirmasi mengenai pembukaan segel di pintu masuk mal itu, Rabu (14/7/2021).

Selain itu pihak pengelola yakni PT ACK juga akan menyicil sisa tunggakan pajak tersebut hingga akhir tahun, setelah membayarkan sebagian dari total hutang pajak tersebut.

Ini akan terus di tagih oleh pihak Pemkot Medan sampai pihak pengelola melunasi keseluruhannya.

Penyegelan dicopotkan mulai hari ini dan Centre Point Mall diperbolehkan kembali beroperasi. Menurut Bobby, iti dapat dilakukan karena uang yang telah dibayarkan Rp 20 miliar itu sudah masuk ke kas Pemko Medan.

Sebelumnya, Bobby Nasution memimpin penyegelan salah satu mal terbesar di Medan itu, pada Jumat pekan lalu.

Mal itu disegel selama tiga hari atau sampai pihak pengelola melunasi kewajiban mereka karena telah menunggak pajak sejak 2010 silam.

Bobby juga mengungkapkan fakta bahwa mal itu baru sekali membayar pajak pada 2017 lalu. Padahal mereka sudah beroperasi sejak 2010 silam.

Selain menunggak PBB, mal itu juga sampai kini belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Menurut Bobby, salah satu syarat izin IMB bisa keluar adalah PBB telah dibayar.

“Ada syarat-syarat IMB yang belum terpenuhi. Karena pajaknnya belum dibayar,” pungkas Bobby.(red)

Medanoke.com – Medan,Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61 tahun 2021 dan ulang tahun Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) XXI, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menggelar acara Bakti Sosial ke panti asuhan, rumah ibadah dan Anjangsana ke rumah pensiunan Kejaksaan (Purna Adhyaksa), Hari Rabu 14 Juli 2021.

Rombongan tim bakti sosial yang akan menyerahkan langsung bantuan ke panti asuhan, rumah ibadah dan purna Adhyaksa dilepas oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) IBN Wiswantanu didampingi Wakajati Sumut Agus Salim, Ketua Panitia HBA ke-61 yang juga Asintel Kejati Sumut Dr Dwi Setyo Budi Utomo, para Asisten, Kabag TU Raden Sudaryono,para Koordinator, Ketua IAD Wilayah Sumut Ny. I.A. Mahayani Wiswantanu serta pengurus IAD Wilayah Sumut.

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga masyarakat yang menerimanya,” demikan disampaikan IBN Wiswantanu seraya melepas tim baksos yang menyerahkan langsung bantuan ke panti asuhan, rumah ibadah dan rumah pensiunan.

Adapun lokasi penyerahan bantuan sembako berisi beras, minyak goreng, gula, telur serta kebutuhan pokok lainnya adalah Panti Asuhan Didikan Islam Indonesia Jalan Jamin Ginting Medan, Panti Asuhan Bait Allah Jalan Binjai KM 7,5, Masjid Nurul Iman Dusun V-A Jalan Sumarsono Helvetia, Gereja HKBP Simalingkar B Jalan Pintu Air IV Medan Johor, Pura Agung Raksa Bhuana Polonia, rumah Ketua KBPA Sumut Hazairin dan rumah anggota kehormatan IAD Wilayah Sumut Ny. Sipahutar Jalan Ekawarni dan penyerahan bantuan kepada pegawai Kejaksaan (cleaning service, kamdal dan tegana honorer).

Menurut Kajati Sumut IBN Wiswantanu melalui Ketua Panitia HBA ke-61 Dr Dwi Setyo Budi Utomo penyerahan bantuan kepada panti asuhan, rumah ibadan dan rumah pensiunan diserahkan langsung oleh tim yang telah ditunjuk. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan dan bantuan langsung diantar ke lokasi yang telah ditentukan.

“Proses penyerahan bantuan oleh tim juga disaksikan secara virtual oleh Kajati, Wakajati dan para Asisten, Kabag TU dan Koordinator di Aula lantai 3 kantor Kejati Sumut. Upaya ini kita lakukan untuk mendukung PPKM Darurat dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat serta menghindari terjadinya kerumunan,” kata Dwi Setyo Budi Utomo.

Pantauan di aula lantai 3 Kejati Sumut, IBN Wiswantanu, Wakajati Agus Salim serta para Asisten menyapa warga masyarakat yang ada di panti asuhan, rumah ibadah dan rumah pensiunan secara virtual dan menyampaikan semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini.

Lebih lanjut mantan Kajari Medan ini menyampaikan bahwa kegiatan dan bakti sosial yang dilaksanakan dalam rangka menyambut HBA ke-61 yang sudah berjalan adalah vaksinasi tahap pertama, lomba memancing, baksos ke panti asuhan, rumah ibadah dan rumah pensiunan. Pelaksanaan puncak acara HBA ke-61 tahun 2021 akan digelar Kamis (22/7/2021) dengan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan.(red)