Edukasi

MEDAN – medanoke.com, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Idianto, SH,MH didampingi Wakajati Sumut Asnawi, SH,MH, Asintel I Made Sudarmawan, SH,MH, Aspidum Arief Zahrulyani, SH,MH, Asdatun Dr. Prima Idwan Mariza, Kabag TU Rahmad Isnaini, SH,MH dan Kasi Penkum Yos A Tarigan menerima kunjungan silaturahmi Anggota Ombudsman RI Dr. Dr. Johanes Widijantoro,SH,MH didampingi Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman RI Prov Sumut James Marihot Panggabean dan Staf Sekretariat Jenderal Ombudsman RI Lena Wisa Puspita di ruang kerja Kajati Sumut, Jalan AH Nasution Medan, Selasa (29/11/2022).

Perwakilan Ombudsman RI Johanes Widijantoro menyampaikan bahwa kedatangannya ke Kejati Sumut, selain untuk menjalin silaturahmi juga meningkatkan kebersamaan agar ke depannya apabila ada laporan masyarakat ke Ombudsman RI yang ditujukan ke Kejaksaan, khususnya Kejati Sumut dapat dipelajari dan direspon dengan cepat .

“Harapan kita ke depan, Kejati Sumut semakin  berkolaborasi dengan Ombudsman RI dalam memberikan jawaban kepada masyarakat” katanya.

Selanjutnya, Kajati Sumut Idianto menyampaikan bahwa Kejati Sumut saat ini sudah menjalankan sistem informasi yang cepat dan akurat dalam memberikan jawaban atas surat atau pertanyaan masyarakat yang dilayangkan lewat Hotline, email, dan surat tertulis.

“Kita ada Jaksa Piket dibawah seksi Penkum yang setiap hari melayani masyarakat di gedung PTSP dan tentunya semua informasi, mulai dari tamu yang berkunjung, surat masuk dan aksi demo yang ada dengan cepat bisa sampai ke pimpinan dan dengan cepat bisa langsung direspon oleh pimpinan. Ini sudah kita terapkan di Kejati Sumut,” kata Idianto.

Harapan kita ke depan, kata Idianto apabila ada surat yang dilayangkan ke Ombudsman RI dan tujuannya ke Kejaksaan, yang dalam hal ini Kejati Sumut, maka akan segera direspon dan diberikan jawabannya.

“Di Kejati Sumut saat ini sudah kita terapkan sistem informasi yang cepat dan bermanfaat bagi siapa saja yang mengajukan pertanyaan atau sekadar bertanya terkait jalannya sebuah perkara,” tandasnya.

Kajati juga menyampaikan, selama 9 bulan bertugas menjadi Kajatisu belum ada permasalahan atau kendala disetiap bidang dalam memberi pelayanan ke masyarakat. Karena, di Kejati Sumut ini tentunya ada banyak jaksa yang telah berpengalaman dan teruji kemampuannya dalam memberikan pelayanan.

“Dimana, para Asisten yang bertugas ini sebelumnya juga pernah menjadi Asisten dan Kajari di tempat lain dan demikian juga para Kasi merupakan Kasi yang telah beberapa kali menjadi Kasi di daerah,” paparnya.

Sementara Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman RI Prov Sumut James Marihot Panggabean menyampaikan harapanya agar ke depan bagaimana Ombudsman dan Kejaksaan dapat menekan jumlah pengaduan masyarakat.

“Selama ini setiap pengaduan masyarakat yang kemudian berkaitan dengan Kejaksaan baik itu seseorang yang tengah diproses hukum ataupun seseorang yang menjadi korban dari kasus pidana, selama ini cepat kita respon ke Kejaksaan dan koordinasi ke bidang Humas Kejatisu yaitu Kasi Penkum yang selalu dilakukan dalam menjawab cepat atau merespon pengaduan atau imformasi yang ada,” tandasnya. (aSp)

MEDAN – medanoke.com, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Idianto, SH, MH membukka kegiatan Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Tingkat Provinsi Sumatera Utara di aula lantai 2 Kantor Kejati Sumut, Senin (28/11/2022).
 
Rakor Pakem diikuti Asintel Kejati Sumut I Made Sudarmawan, SH, MH, Kasi B pada Asintel Kejati Sumut Erman Syafrudianto, SH,MH, Kasi Penkum Yos A Tarigan, SH, MH, Tim Gabungan Pakem Provsu dari BIN Sumut, Pangdam I/BB, Dit Intelkam Polda Sumut, Kanwil Kemenag Provsu, Kesbangpol Provsu, dan FKUB Sumut.
 
Dalam sambutannya, Kajati Sumut Idianto menyampaikan bahwa Kejaksaan punya kewenangan terkait pengawasan terhadap aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara serta melakukan pencegahan penyalahgunaan dan atau penodaan agama.
 
“Tim Pakem ini adalah tim gabungan yang melakukan koordinasi pengawasan aliran kepercayaan dalam masyarakat. Pertemuan seperti ini dapat dilakukan secara rutin untuk menyatukan informasi dan mencari potensi-potensi konflik untuk dapat dicegah sehingga tercipta kondisi kerukunan dan ketentraman masyarakat dan negara,” papar Idianto.
 
Selanjutnya, Asintel I Made Sudarmawan menyampaikan pertemuan Pakem ini bertujuan untuk menghindari cikal bakal konflik, melakukan pengumpulan data, kordinasi, dan melaporkan kepada  pimpinan untuk menjadi pertimbangan bagi pimpinan dalam mengambil tindakan.
 
Asintel menyampaikan bahwa apabila ada perbedaan-perbedaan pada aliran kepercayaan dapat memunculkan multi tafsir sehingga dapat memicu potensi konflik di masyarakat.
 
Untuk menghindari terjadinya konflik ditengah masyarakat, Asintel menyarankan agar dapat dilakukan penyuluhan dan penerangan hukum terkait Pakem yang  bertujuan untuk menciptakan kondisi kerukunan dan ketentraman di masyarakat.
 
Beberapa hal terkait adanya ditemukan kelompok-kelompok tertentu atau aliran kepercayaan tertentu, Kajati Sumut meminta semua elemen yang tergabung dalam Tim Pakem agar melakukan pengawasan melekat dan segera melaporkan jika menemukan hal-hal yang dianggap mengganggu ketenteraman masyarakat.
 
Di akhir acara, Kajati Sumut Idianto mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang hadir dan diharapkan bila ada potensi-potensi yang dianggap rawan trkait Pakem maka dapat dilakukan pertemuan dalam waktu dekat.
 
Salah satu peserta dari Badan intelijen Sumut menyampaikan agar pencegahan dilakukan melalui tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat sehingga terjadi pemahaman dan kondisi yang rukun dan tentram di masyarakat. (aSp)

Medan – medanoke.com, Pertemuan para pemimpin negara industri yang tergabung dalam G20 yang motabene adalah penyumbang emisi terbesar di dunia telah berlangsung di Pulau Bali, Indonesia (15-16 November 2022). Ironisnya, selama pertemuan ini pemerintah Indonesia malah bertindak represif untuk membungkam partisipasi masyarakat, yang artinya anti demokrasi.


Memang semangat KTT G20 adalah untuk megatasi krisis ekonomi negara industri maju. Namun perindustrian adalah biang kerok dari berbagai permasalahan terkait lingkungan hidup seperti krisis pangan, krisis iklim (Global Warming), bahkan krisis energi (fosil) yang menunggu umat manusia dimasa depan.
 
Atas sikap pemerintah Indonesia yang dianggap “anti demokrasi” ini, para penggiat prodemokrasi, mahasiswa dan aktifis lingkungan hidup bergabung dalam aksi demo damai & long march yang dimulai dari Bundaran Majestik, Medan, Sumatera Utara (17/12/ 2022) dan berakhir di titik Nol Kilometer Kota Medan.

Dalam orasinya pendemo mengecam tindakan represif pemerintah Indonesia dan meminta negara negara yang tergabung dalam G20 berhenti mendanai solusi palsu transisi energy yang menghancurkan ruang hidup rakyat.
 
Aksi ini beramgkat berdasarkan skema pendanaan transisi energi global seperti Just Energy Transition Partnership (JETP), Climate   Investment   Funds (CIF),   & Energy   Transition   Mechanism (ETM) bertujuan untuk mendukung pemensiunan dini PLTU batu bara, penutupan tambang batu bara dan percepatan pengembangan energi terbarukan. Bahkan Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpes) No 112/2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.
 
Anehnya, wacana transisi energi di Indonesia justru diberikan pada tambang dan pengolahan Batu Bara, sebagai salah satu energi fosil penyebab krisis iklim.

Kementerian ESDM, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, tengah menyiapkan strategi dalam mereduksi emisi karbon, beberapa diantaranya yaitu pembangunan industri hilir batubara, pemanfaatan clean coal technology di pembangkit dan Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization Storage (CCUS). pemanfaatan teknologi untuk tetap menggunakan energi fosil, seperti minyak bumi, gas dan batu bara, adalah bagian dari solusi palsu.
 
Di Sumatera Utara khususnya kecamatan Pangkalan Susu, kabupaten Langkat, beroperasinya PLTU Batubara diduga telah merusak ruang dan sendi kehidupan rakyat. Berdasarkan hasil penelitian Yayasan Srikandi Lestari di 5 Desa dan 2 kecamatan yaitu Pangkalan Susu dan Brandan Barat, ditemukan pada  sektor Perikanan, sebanyak 659 nelayan menjadi korban menurunya mata pencaharian. sebanyak 70% Nelayan memilih menjual sampan/ perahunya untuk menutupi hutang – hutang akibat hilangnya ikan dan biota laut lainnya, sebagai sumber mata  pencaharian. Para nelayan memilih merantau atau mencari pekerjaan  lain, bahkan menjadi  penganguran.

Nelayan tradisional mengaku diintimidasi. Mereka dilarang, dikejar, diancam, dilempar dan nahasnya hingga ditembaki oleh security PLTU, yang sengaja dilakukan untuk mengusir nelayan yang mencari ikan di sekitar dermaga PLTU batubara Pangkalan Susu. Salah satu penyebab hilangnya tangkapan adalah dikarenakan kondisi laut yang tercemar oleh debu batubara dan pembuangan air bahang.

Sementara itu, pada  sektor pertanian, ada 316  orang petani yang mengelola sawah dengan luas  sawah 158,36 Ha menderita gagal panen hingga menurun hanya hasil panen hingga 50 %. Banyak padi yang tumbang atau menjadi gosong serta terkena hama yang sulit diatasi. Biaya produksi yang tinggi membuat petani banyak menjual sawahnya karena pertanian tidak lagi menghasilkan penghidupan.

Batubara yang dibakar di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memancarkan sejumlah polutan seperti NOx dan SO3, kontributor utama dalam pembentukan hujan asam, yang mempengaruhi tanaman, tanah, bangunan. Hujan asam bisa mengubah komposisi tanah dan air sehingga menjadi tidak layak untuk tanaman maupun hewan.
 
Berimbas di Sektor Kesehatan, terdapat   333   orang (202 Laki-laki, 131 Perempuan), rentang usia 1 – 19 tahun berjumlah 98 orang dan 235 orang dengan rentang usia 20 – 75 tahun.   tercatat ada jenis 5 penyakit tertinggi : Gatal – Gatal : 243 Kasus, Batuk / Sesak Nafas & ISPA : 42 Kasus, Hipertensi :
39 Kasus, Paru Hitam : 4 Kasus (3 Meninggal karena Paru Hitam dan 1 Paru-parunya Hancur),
Kelenjar / Tiroid : 4. Polusi partikel halus (PM2.5), emisi udara PLTU Batubara juga memancarkan bahan kimia berbahaya dan mematikan seperti merkuri dan arsen, sangat berbahaya bagi kelanjutan kehidupan masyarakat dan lingkungan. Kasus Kesehatan Anak : Ada 60 anak dari 5 Desa yang terdata mengalami gatal-gatal akut. Hingga saat ini anak-anak bahkan orang dewasa harus mengkonsumsi obat – obatan setiap hari agar penyakit gatal  gatal ini tidak kambuh.
 
Berdasarkan data Puskesmas kecamtan Pengkalan Susu, banyak masyarakat yang menderita penyakit seeprti ;
1.Acut Nasopharyngitis (Commond Cold) Infeksi Saluran pernafasan Atas.
2.Gastritis,  Unspesific  (peradangan  pada  dinding lambung).
3.Essensial  (Primary)  Hypertension  (peningkatan tekanan darah).
4.Dyspepsia.
5. Other Chronic Obstruction Pulmonari Disease (Penyakit  Paru  Obstruksi  Kronik  yang berlangsung lama).
 
Sejauh ini ini PLTU Batubara Pangkalan Susu, diduga penyumbang terbesar kerusakan lingkungan dan ber-efek pada masyarakat disekitarnya.

Terkait berbagai dampak yang sangat merugikan ini, dalam aksinya para pendemo menuntut Pemerintah untuk memperhatikan beberapa hal seperti ; Mendesak pemerintah Indonesia mempensiunkan dini PLTU Batubara Pangkalan Susu dan segera beralih ke energy bersih terbarukan yang ramah lingkungan dan berkeadilan. Menolak semua pendanaan terhadap solusi palsu transisi energi seperti gas bumi, semua bentuk co-firing batubara, nuklir, penerapan carbon capture and storage pada PLTU batubara, hilirisasi batubara. Melakukan  pemulihan  terhadap  kerusakan  baik  lingkungan,  pemulihan  Kesehatan,  pemulihan sektor pertanian dan pemulihan sektor perikanan yang diakibatkan pembakaran batubara di Pangkalan Susu dan menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM yang diakibatkan industry ekstraktif.

Dalam aksi damai ini para penggiat lingkungan hidup menggelar berbagai poster dan spanduk demo. (aSp)

MEDAN – medanoke.com, Beberapa waktu lalu, Kapolrestabes kota Medan tunjukkan aksi heroiknya dengan menggagalkan peredaran narkoba sebanyak 42 Kg, (03/11/22)
 
Hal tersebut menuai pujian termasuk dari Sekretaris Himmah kota Medan yang baru saja terpilih yakni Ismail Siregar, Sekjen Himmah Medan itu mengatakan Aksi Nyata yang dilakukan Kapolrestabes kota Medan tersebut tentu sebagai wujud nyata beliau (Kapolrestabes) terhadap masyarakat umumnya pada generasi bangsa khususnya.
 
Tentu ini harus kita syukuri dan sebagai mahasiswa kita harus mendukung penuh wujud nyata Kapolrestabes Kota Medan untuk melindungi masyarakat nya serta meyakinkan pada publik bahwa Polisi adalah sahabat masyarakat jangan sampai itu hilang, sebut sekjen Himmah Medan itu.
 
Terakhir kami yakin dan percaya bahwa Kapolrestabes kota Medan tetap Istiqomah dalam memberantas kriminalitas di kota Medan dan kami Himpunan mahasiswa Alwashliyah (kota Medan) di bawah komando Ketua Idris Sarumpaet akan tetap pada garis dukungan untuk Kapolrestabes kota Medan, tutup Ismail Siregar.(Red)

MEDAN – medanoke.com, Tim sepak bola SMPN 7 MEDAN berhasil
Meraih juara ke II (dua) dengan skor 1-0 melawan Tim Disdik Medan, pada turnamen memeperebutkan Piala Walikota Medan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan ( Disdik) kota Medan
antar SD dan SMP se kota MEDAN di Stadion Teladan, Senin (31/11/22).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMP Negeri 7 Medan Dra Hj Irnawati MM saat didampingi oleh guru olahraga sekaligus pelatih tim Sahrul, kepada awak media mengatakan, “Perjuangan anak anak tim sepak bola SMPN7 yang dengan semangat, disiplin dan latihan yang keras untuk memerebutkan piala Walikota Medan terbukti berbuah manis dan kami SMP7 Medan tetap berusaha memperbaiki kualitas sepak bola agar nantinya dapat menciptakan pemain yang baik.” Ujar KaUPT SMPN 7 berseriseri..

Atas prestasi meraih juara II, sambung Irnawati, tim SMPN 7 Medan berhak mendapatkan trophy, medali serta dana pembinaan sebesar Rp 7 juta.

“Terima kasih ya anak anak ku, kalian sudah memberikan yang terbaik buat nama sekolahmu, tetaplah terus berlatih untuk mencapai cita cita dan harapan mu,” ungkap Bu Hajjah dengan bangga.

Turnamen sepak bola memperebitkan Piala Walikota Medan ini merupakan rangkaian acara untuk menyemarakkan Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 94 Tahun 2022, disamping untuk menjaring bibit berpotensi yang kedepannya akan dijadikan Tim Disdik Kota Medan.

Turnamen yang berlangsung selama 3 hari dari 29 – 31 Oktober ini, secara resmi dibuka Walikota melalui Kadispora Medan di Lapangan Cadika Pramuka Medan Johor.

Hingga final pertandingan, Tim Sepak Bola SMP Negeri 7 berhadapan dengan tim Dinas Pendidikan Kota Medan untuk memperebutkan Juara 1 dan 2 serta SMP Negeri 6 melawan Mts Univa untuk mendapatkan juara 3 dan 4. (M. Roy Irawan)

Medan – medanoke.com, DPW Partai Perindo Sumut terus melanjutkan visi misi Partai yang berkomitmen ” Untuk Indonesia Lebih Sejahtera” dan terus melakukan upaya kearah tersebut dengan melakukan pembinaan terhadap masyarakat dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi untuk menunju kesejahteraan.

Sejalan dengan hal tersebut,  Perindo Sumut Hal melaksanakan kegiatan pelatihan terhadap para pelaku UMKM yang digelar di Kantor DPW Partai Perindo Sumatera Utara, Jalan Cut Nyak Dhien, Medan, Jumat (28/10/2022).
 
Para peserta dalam pelatihan UMKM kali ini yakni dari kalangan pembuat dan pedagang jamu yang menamakan diri kelompok Jamu Sehat Berkah.
 
Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Utara, Rudi Zulham Hasibuan mengatakan pelatihan terhadap para pelaku UMKM jamu keliling, untuk mengembangkan usaha teradisional ini.
 
“Ketua Umum Partai Perindo pak Hary Tanoesoedibjo terus berkomitmen agar kehadiran Partai Perindo membawa kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Semangat ini yang kami upayakan juga terjadi di Sumatera Utara dan Kota Medan,” katanya di hadapan puluhan kaum ibu pembuat dan pedagang jamu.
 
Rudi menjelaskan, kolaborasi antara partai mereka dengan para pelaku UMKM menjadi hal yang juga penting dimana hubungan keduanya harus didasarkan pada kepentingan bersama. Dalam pelatihan ini, Perindo memberikan pelatihan penggunaan teknologi digital kepada para pembuat dan pedagang jamu dengan harapan usaha mereka dapat berkembang.
 
“Kami sangat semangat melihat niat para ibu yang ingin memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya. Sama seperti Perindo saat ini, merupakan partai yang sangat mengadopsi pemanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Rudi Zulham juga menyampaikan kondisi Partai Perindo secara nasional dan terkhusus di Sumatera Utara bahwa DPW Partai Sumatera Utara menjadi salah satu basis kekuatan partai mereka. Terlihat dari raihan kursi dimana Perindo Sumut menjadi peringkat 3 terbanyak penyumbang kursi legislatif se Indonesia dengan jumlah 41 kursi. Peringkat pertama yakni NTT sebanyak 45 kursi dan Papua 43 kursi.
 
“Kami berharap kolaborasi dengan kalangan masyarakat dan pelaku UMKM ini juga berkontribusi bagi peningkatan raihan kursi legislatif di Sumatera Utara. Semakin banyak kader Perindo duduk di legislatif, semakin mudah bagi kami untuk memperjuangkan kepentingan bapak ibu sekalian,” pungkasnya.
 
Pembukaan pelatihan terhadap para pelaku UMKM ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPW Perindo Sumatera Utara seperti RR Sasmahayati, Iskandar, Rismanto Hasibuan, Budianta Tarigan, Lince Nainggolan dan Joko Lelono Sukardi. (aSp)

MEDAN – medanoke.com, Menghadiri Kuliah Umum di kampus IT&B, Jl Mahoni, Medan, Kamis (13/10/22). Tokoh nasional Dr Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mengajak para mahasiswa untuk tidak terjebak dalam paradigma atas nama revolusi industri, sehigga lapangan kerja terbatas dan menumpulkan kreativitas.

Malah paradigma tersebut harus dibalik, Revolusi Industri adalah ruang besar yang mampu menampung SDM (Sumber Daya Manusia) yang punya rasa optimisme dan kepercayaan diri.

“Enggak bener itu. Revolusi Industri itu adalah ruang besar yang siap untuk menampung siapa saja yang punya kepercayaan diri yang kuat. Yang punya integritas yang baik dan punya kemampuan kolaborasi dengan orang-orang yang berbeda,” kata TGB saat mengisi kuliah umum di Institut Bisnis IT&B Medan,
Kuliah umum bertema ‘Peluang Kerja di Era Revolusi 5.0 itu dihadiri ratusan mahasiswa IT&B yang berasal dari beragam etnis. Mereka begitu antusias meski acara sempat molor lebih dari satu jam. TGB sebelumnya mengisi kuliah umum di Universitas Sumatera Utara.
 
Dalam kuliah umumnya, TGB menyebut era revolusi 5.0 adalah era kolaborasi. Bukan lagi era ‘superman’ di mana untuk menjadi unggul, seseorang dituntut menjadi manusia super bisa segalanya.
 
Di era revolusi 5.0 ini, kata TGB, setiap orang dituntut untuk ahli di bidangnya dan bekerja sama dengan orang lain yang memiliki keahlian yang berbeda namun mampu menutupi kekurangan satu dengan lainnya.
(aSp)

MEDAN – medanoke.com, Dalam rangkaian kunjunganya di Sumatera Utara selama 2 hari (Kamis,13 – Jumat, 14 Oktober 2022), Tokoh nasional Dr Muhammad Zainul Majdi MA yang populer dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Fahmussalam Al-Aziziyah di Jalan Karya IV, Marindal, Kabupaten Deliserdang, Jumat (14/10/22).
 
Kunjungan mantan Gubernur NTB dua periode tersebut dalam rangka menjalin silaturrahmi dengan pengurus ponpes dan santri santriwati setempat.
 
Ketibaan rombongan disambut pengurus ponpes yang dipimpin dr Fahmi Karimuddin bersama santri dan santriwati.
 
Disebutkan, ponpes yang baru berusia beberapa tahun itu mengasuh ratusa santri santriwati. Para santri dan santriwati yang ditampung di ponpes tersebut berasal dari Sumatera Utara, Aceh dan daerah lainnya.
 
Pada kesempatan itu dr Karimuddin memaparkan sejarah singkat pendirian dan perjalanan ponpes tersebut. Teranyar, ponpes tersebut akan menjadi tuan rumah lomba pembacaan Al-Qur’an tingkat Kabupaten Deli Serdang dalam rangka memeringati Hari Santri yang puncaknya jatuh pada 22 Oktober 2022.
 
dr Karimuddin menyebutkan ponpes yang baru berdiri beberapa tahun tersebut masih membutuhkan berbagai pembenahan khususnya sarana dan prasarana infrastruktur umum.
 
Tuan Guru yang juga didaulat sebagai ketua Persatuan Alumni Universitas Al-Azhar Kairo dalam kesempatan yang sama juga memotivasi para santri santriwati yang sudah kukuh untuk berpisah dengan orangtua supaya belajar bersungguh sungguh.
 
Dia mengatakan, para santri yang bergabung belajar di ponpes tersebut sudah melangkah dan berjuang menuju masa depan yang cerah yang diridhai Allah SWT.
 
Selanjutnya, setelah menyelesaikan studi akan terjun ke masyarakat untuk mengabdi pada berbagai bidang.
 
Pesan TGB bahwa, dalam perjalanan menuju dan meraih kesuksesan demi masa depan yang cerah, ada proses yang panjamg dan tidak gampang. oleh karena iti TGB berpesan ke para santri agar memedomani petunjuk petunjuk yang diberikan Allah melalui para nabi.
 
Diakhir ceramahnya, TGB mengingatkan para santri/ wati agar tetap menjalin silaturahmi dan bersahabat sesama santri, serta tetap menjadikani teman seumur hidup dalam perjuangan meraih masa depan, sekaligus untuk selalu berdoa terhadap sesama rekannya.
 
Dalam kunjungan dan silaturrahmi tersebut TGB yang merupakan Ketua Nasional DPP Partai Perindo didampingi para pengurus DPW Perindo Sumut di antaranya Ketua Rudi Zulham Hasibuan, Sekretaris Donna Julietta Siagian, Bendahara Januazir Chuwady, Budianta Tarigan, Tatang Ginting dan lainnya.
(aSp)

MEDAN – medanoke.com, Sebagai politisi, latar belakang Rudi Zulham Hasibuan Ketua DPW Perindo Sumut tidak sertamerta diraihnya, sebelumnya adalah seorang pengusaha. Pernah menjabat ketua kadin Medan hingga tahun 2019, Ketua Badan Pengembangan Daerah Tertinggal DPP Kamar Enterpreuner Indonesia. Pencapaian ini jelas bukan tanpa perjuangan dan pemikiran yang keras.

Meskipun begitu, pencapaian tersebut pasti membutuhkan modal. Tapi bicara modal belum tentu soal uang, walau modal identik dengan kepastian usaha. Namun disini modal utama yang sangat dibutuhkan adalah pola pikir (mindset). Pola pikir yang cerdas merupakan modal utama menuju sukses.

Demikian diutarakan , Rudi Zulham Hasibuan dalam pidatonya dihadapan ratusan mahasiswa pada Kuliah Umum dengan tema ‘Peluang Kerja di Revolusi Industri 5.0’ di Aula Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Kamis (13/10/22).

Orang kepercayaan HT tuk memimpin gerbong partai Perindo di Sumatera Utara ini mengatakan ada tiga pola dalam kerangka berfikir yang harus diaplikasikan dan menjadi modal utama yang harus dimiliki seorang usahawan untuk sukses.

Pertama adalah yang dapat dipercaya.
“Ini pengalaman saya sendiri dan saya sudah membuktikan. Kita harus menjadi sosok yang dipercaya. Sehingga kita bisa direkomendasikan ke orang lain, baik untuk mendapatkan peluang ataupun jaringan yang lebih luas,” ujar Rudi.


Yang kedua adalah pola pikir yang berani mencoba. Rudi mengatakan, seorang usahawan harus berani mencoba setiap peluang yang ada. Karena sering kali kesuksesan di dapat dari peluang yang muncul secara tak terduga.
 
“Yang ketiga adalah bertanggungjawab. Siapapun bisa membuat kesalahan. Tapi kalau kita menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan memperbaiki setiap kesalahan, maka kita akan dipercaya. Peluang akan kembali terbuka,” tukasnya. 
 
Rudi juga menuturkan, kesempatan untuk menjadi usahawan di Indonesia masih sangat luas. Secara jumlah di Indonesia usahawan baru mencapai 3-4 persen. Padahal di negara-negara maju, jumlah usahawan bisa mencapai 15 persen dari jumlah penduduknya.
 
“Jadi peluang masih sangat besar. Termasuk di era revolusi 5.0 ini. Mari menjadi usahawan untuk mendorong perekonomian nasional,” pungkas Rudi.


Selain ketua DPW Perindo Sumut, kegiatan Kultum yang diadakan di Aula Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara ini juga turut dihadiri oleh Ketua Harian Nasional Partai Perindo Dr. K.H TGB Muhammad Zainul Majdi sebagai pembicara utama.(aSp)
 

MEDAN  – medanoke.com, Ketua Harian Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Dr. Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, menyebut Indonesia saat ini membutuhkan generasi muda yang memiliki visi keislaman yang kuat dan kebangsaan yang kokoh.

Hal itu dikatakan TGB saat berbicara di depan ratusan santri Taman Pendidikan Islam (TPI) Darul Hikmah di Jalan Pelajar, Kota Medan, Kamis (13/10/2022).

Kunjungan ke TPI Darul Hikmah ini merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja TGB di Sumatera Utara  yang digelar Kamis dan Jumat, 13-14 Oktober 2022.

TGB menyebutkan, untuk menghadirkan generasi muda seperti itu, dibutuhkan lembaga pendidikan yang bervisi serupa. Lembaga pendidikan jenis ini, kata TGB ada banyak di Sumatera Utara maupun di wilayah lain. Jumlahnya mencapai pilihan bahkan ratusan.

“Seperti di sini. Tadi saya sempat berinteraksi dengan santri-santri di sini. Dan menurut saya, kelihatan sekali mereka memiliki visi keislaman yang kuat dan visi kebangsaan yang kokoh. Itu lah yang kita harapkan dari anak-anak muda kita saat ini,” kata TGB.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu mengatakan, model lembaga pendidikan visioner ini perlu mendapatkan dukungan dari seluruh pihak. Termasuk pemerintah pusat dan daerah.

“Ini perlu menurut saya satu hal yang kita teladani. Upaya masyarakat untuk membangun pendidikan keislaman yang baik itu terus berkembang dan itu harus di dukung oleh semua pihak termasuk pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Wakil Direktur, TPI Darul Hikmah, Yose Rizal, mengucapkan terimakasih kepada TGB yang mau memenuhi undangan silaturahmi mereka.

Yose menegaskan bahwa mereka siap mendukung pembangunan manusia di Sumatera Utara dengan melahirkan santri-santri yang menjadi tenaga pembangunan di Indonesia.

“Mudah-mudahan silaturahmi ini membawa berkah bagi kami. Untuk pembangunan manusia, kami siap mendukung. Kami bukan santri yang diskriminatif. Bukan di kanan kiri. Kita umat di tengah. Kita harap santri di sini menjadi alumni nyang menjadi tenaga pembanguan  di Indonesia khususnya dan islam pada umumnya,” tandasnya. (aSp)