Categories: DemonstrasiKEJAKSAAN

GMNI SUMUT Desak Kejaksaan Usut Tuntas Mafia Aset Negara, Jangan Ada Ruang Kompromi!

medanoke com-Medan, Kasus dugaan korupsi jual beli aset PTPN untuk proyek Citraland di Deli Serdang yang tengah diintensifkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) adalah momentum krusial bagi penegakan hukum dan penyelamatan aset negara. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Utara (SUMUT) Melalui Ketua DPD GMNI SUMUT Paulus Peringatan Gulo mendesak pihak Kejaksaan untuk tidak surut langkah dan mengusut kasus ini hingga ke akar-akarnya, membuka tabir kejahatan kerah putih yang merugikan triliunan rupiah uang rakyat.

Perkara ini tidak hanya sekadar transaksi jual beli, melainkan sebuah manifestasi perampasan hak dan pengkhianatan terhadap amanat konstitusi. Dugaan manipulasi status Hak Guna Usaha (HGU) menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) tanpa memenuhi kewajiban penyerahan 20% lahan kepada negara adalah pelanggaran telak.

Praktik culas ini bertentangan dengan semangat Peraturan Menteri BUMN No. PER-03/MBU/03/2021 tentang tata cara pemindahtanganan aset, dan lebih jauh lagi, mencederai semangat Instruksi Presiden untuk mengamankan dan mengoptimalkan kekayaan negara demi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 33 UUD 1945.

“Kami melihat langkah Kejaksaan dalam mengintensifkan penyidikan sebagai langkah awal yang konstruktif dan terukur. Namun, kami menuntut lebih dari sekadar proses; kami menuntut ketegasan, transparansi, dan akuntabilitas. Aset negara adalah hak rakyat, bukan bancakan para oligarki dan pejabat bejat.” Tegas bung Paulus

Oleh karena itu, kami menyerukan tuntutan konkret:
1. Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu: Kejaksaan harus berani menyeret semua pihak yang terlibat, baik dari unsur BUMN, pihak swasta, maupun oknum pejabat BPN/ATR, hingga ke ranah hukum. Tidak boleh ada impunitas atau tebang pilih.

  1. Transparansi Proses Hukum: Publik berhak tahu setiap perkembangan kasus ini. Kejaksaan wajib memberikan informasi yang jelas dan berkala, sehingga proses penyidikan dapat diawasi secara ketat oleh masyarakat.
  2. Audit dan Pemulihan Aset Negara: Tinjau kembali seluruh aset PTPN dan BUMN lainnya yang telah dipindahtangankan. Pulihkan kerugian negara seutuhnya dan kembalikan hak-hak yang seharusnya menjadi milik rakyat.

“Kami, sebagai representasi sebagian kecil dari suara rakyat, akan terus mengawal proses hukum ini. Kasus ini adalah ujian bagi integritas aparat penegak hukum dan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi. Kejaksaan jangan biarkan harapan rakyat mati, wujudkan keadilan yang berpihak pada kebenaran.” Ucapnya mengakhiri.

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Recent Posts

Kapal Internasional Perdana Sandar di Kuala Tanjung, Dorong Arus Logistik Sumut

Batubara– medanoke.com, PT Prima Multi Terminal (PMT) menunjukkan geliat positif pada awal triwulan II tahun…

9 jam ago

Muhibuddin Gantikan Harli Siregar Komandoi Kejati Sumut

Medan - medanoke.com, Jaksa Agung tunjuk Muhibuddin sebagai Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) Sumatera Utara (Sumut)…

2 hari ago

Koperasi Desa Naik Kelas: Dari Simpan Pinjam Menuju Pusat Ekonomi Warga

Medan, medanoke.com | Wajah koperasi desa perlahan berubah. Tak lagi sekadar tempat simpan pinjam atau…

2 hari ago

Luruskan Polemik Pidato Jusuf Kalla, Rudy Hutabarat: Fakta Sosiologis dan Distorsi Digital

Tanjung Morawa, medanoke.com – Polemik yang menyeret pidato Jusuf Kalla (JK) di Universitas Gadjah Mada…

2 hari ago

Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah Pimpin Forkom IJK Sumut 2026–2027

Medan - medanoke.com, Direktur Utama PT Bank Sumut (Perseroda), Heru Mardiansyah, dipercaya menjabat Ketua Umum…

3 hari ago

Pegadaian Gelar Gecarkan di Universitas Simalungun, Perkuat Literasi Keuangan dan Jalin Kerja Sama Strategis

Simalungun– medanoke.com, PT Pegadaian Area Rantau Prapat bersama Cabang Pegadaian Parluasan menggelar Program Gerakan Nasional…

3 hari ago

This website uses cookies.