Categories: Diskusi

Aktivis Soroti Penanganan Korupsi di Sumut: Berani Tangkap, Tapi Tak Berani Menyentuh

Medan, medanoke.com | Di sebuah sudut Kota Medan yang cukup jauh dari kebisingan, obrolan tentang korupsi mengalir santai. Kopi hangat dan berbagai beverage tersaji, camilan ringan menemani lidah yang terasa kelu karena sering berbicara tanpa sekalipun didengar. Namun begitu, walau acara terlihat berjalan santai, tapi isi pembicaraannya? Jauh dari ringan.

Koordinator Nasional Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK), Azmi Hadly, menggelar Silaturahmi Akbar, Halal Bihalal, dan Dialog Hukum di Max Coffee, Jalan STM Ujung, Jumat (24/04/2026).

Tema yang diangkat pun setajam tusuk gigi baru yang dapat kita temui hampir di setiap rumah makan:

“Analisis Publik terhadap Kinerja Aparat Penegak Hukum dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.”

Acara berjalan santai. Tawa sesekali pecah. Namun, di sela-sela itu, kritik dilempar tanpa gula.

Azmi Hadly, misalnya, memilih tidak berbasa-basi. Ia menggambarkan kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) di Sumatera Utara dengan analogi yang cukup menggelitik—sekaligus menyentil.

“Penanganan kasus korupsi di sini seperti ‘cowok macho berpakaian feminin’. Kelihatan tegas, tapi rapuh saat diuji. Banyak yang sudah tahu siapa aktor utamanya, tapi entah kenapa seperti enggan disentuh,” katanya.

Sindiran itu bukan tanpa alasan. Menurut Azmi, pola penanganan kasus korupsi di Sumatera Utara kerap terasa seperti pertunjukan sinetron berbudget tipis yang alurnya mudah ditebak.

Awalnya ramai. Ada penggerebekan, ada penangkapan, ada sorotan kamera. Publik pun dibuat yakin: hukum sedang bekerja.

Lalu perlahan, lampu panggung meredup.
Aktor-aktor kecil mungkin tetap berdiri di panggung. Tapi tokoh utama? Entah ke mana, menjadi samar dibalik riuhnya tepuk tangan. Namanya disebut, tapi langkah hukumnya tak pernah benar-benar menyusul.

“Kita tidak menutup mata, memang ada kasus yang diungkap. Tapi aktor utama yang sudah jadi rahasia umum justru hanya dipanggil, dimintai keterangan, lalu… ya sudah. Seolah tidak terjadi apa-apa,” lanjut Azmi.

Nada yang sama juga datang dari Arif Tampubolon, Presidium Mimbar Rakyat Anti Korupsi (MARAK). Baginya, penegakan hukum yang terlalu sering berhenti di permukaan justru melahirkan kesan bahwa korupsi diproses setengah hati.

Ia menyinggung sidang dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) yang baru-baru ini berlangsung.

“Dalam sidang itu, terdakwa sempat menyebut nama seorang tokoh di Sumatera Utara. Pertanyaannya sederhana: berani tidak memanggil dan memeriksa nama itu? Kalau bukti cukup, kenapa tidak langsung ditetapkan sebagai tersangka?” ujarnya.

Pertanyaan itu menggantung. Seperti banyak pertanyaan lain yang sering muncul setiap kali kasus korupsi mencuat—lalu perlahan tenggelam.

Sore itu, acara ditutup dengan foto bersama. Senyum tetap terjaga, kopi pun habis di cangkir.

Sementara di luar sana, publik masih menunggu satu hal yang sama: bukan sekadar pertunjukan, tapi keberanian untuk menuntaskan cerita sampai ke tokoh utamanya. (Pujo)

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

Share
Published by
redaksi

Recent Posts

Korban Penganiayaan Oknum Anggota DPRD Medan Apresiasi Kapolrestabes

MEDAN- medanoke.com, Terbukti konsisten dan profesional dalam menjalankan kinerjanya Kapolrestabes Medan, Kombes Pol J Calvijn…

16 menit ago

Kajati Sumut Muhibuddin Terima Audiensi General Manager PT.PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah

Bangun Sinergitas dan Dukung Pemerataan Energy Listrik Medan-medanoke.com,  Kajati Sumatera Utara Muhibuddin, SH.,MH menerima kunjungan…

8 jam ago

Direktur PT Hutama Karya (Persero) Temui Kajati Sumut

Bahas Isu Strategis Terkait Pembangunan Infrastruktur Di Wilayah Sumatera Utara Medan -medaboke.com,  Direktur PT.Hutama Karya…

8 jam ago

Kejati Sumut Banding Putusan Bebas Kasus Dugaan Korupsi Lahan PTPN–Ciputra

Medan, medanoke.com | Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara resmi mengajukan banding atas putusan bebas terhadap…

10 jam ago

Sinergi Kejuruan Bohorok dan LNK: Menjaga Warisan Melayu di Tengah Derap Industri

Langkat, medanoke.com |  Di tengah laju pembangunan dan aktivitas industri yang terus berkembang, upaya menjaga…

10 jam ago

Dari Afrika hingga Thailand, Perjalanan Rasa Persembahan Ismaya Grup dalam Brick Chickenette Series di Sun Plaza

Medan, medanoke.com | Di tengah persaingan dunia kuliner yang semakin dinamis, menghadirkan menu baru tidak…

10 jam ago

This website uses cookies.