redaksi

Medanoke.com – Medan, Akhir bulan Desember 2021 cukup memilukan bagi masyarakat yang tinggal berada di Aceh Timur, pasalnya hujan mengguyur hingga menyebabkan banjir di enam kecamatan.

Kecamatan Birem Bayeun, Sungai Raya, Ranto Peureulak, Darul Aman, Indra Makmu dan Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (31/12/2021) terendam banjir.

Ketinggian air bervariasi dari 60 sentimeter hingga 1,5 meter yang menyebabkan ratusan warga mengungsi ke dataran lebih tinggi.

Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi menyebutkan, banjir disebabkan curah hujan tinggi hingga meluap sejumlah sungai di kabupaten itu.

“Ada tiga sungai meluap sekaligus yaitu Sungai Arakundo, Peureulak, dan Bayeun sehingga meluap ke pemukiman penduduk dan lintas jalan nasional. Sekarang fokus kita evakuasi korban banjir dulu,” ujar Ashadi saat dihubungi, Jumat.

Dia menyebutkan, evakuasi korban banjir dilakukan ke meunasah (mushala) masing-masing desa.

Meski demikian, masih ada warga yang belum mau dievakuasi.

“Maka tim siaga di lokasi itu agar cepat ambil tindakan jika debit air makin tinggi,” katanya.

Ashadi mengatakan, sejumlah dapur umum juga telah dibuka oleh warga. Dinas Sosial Aceh Timur, sambung Ashadi, juga sudah mulai melakukan distribusi bantuan masa panik.

“Logistik untuk pengungsi ditangani Dinas Sosial Aceh Timur. Kita koordinasi, sebagian sudah didistribusikan, sebagian lagi dalam proses. Jika curah hujan hari ini tinggi, banjir dipastikan akan meluas,” pungkasnya. (Red)

Medanoke.com – Medan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menguji coba e-KTP digital berbentuk quick response code (QR Code). Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan warga cukup menunjukkan QR Code saat butuh data kependudukan. Kode itu menyimpan data kependudukan yang selama ini tercantum di e-KTP.

“KTP-el tidak lagi dicetak seperti sekarang, tetapi langsung disimpan ke HP penduduk. Nanti ada foto KTP-el dan QR Code,” kata Zudan lewat pesan singkat, Jumat (31/12).

Zudan menyampaikan warga bisa membuat QR Code e-KTP di kantor Dukcapil setempat. Warga akan mendapat QR Code dan pin untuk mengakses data kependudukan via ponsel.

Dia mengatakan e-KTP berbentuk QR Code mempercepat proses pelayanan publik yang membutuhkan data penduduk. Selain itu, identitas digital juga diklaim lebih aman.

“Tidak ada lagi konsep KTP-el hilang. Kalau HP hilang, nanti minta lagi ke Dukcapil, dikirim ke nomor HP yang baru,” ujarnya.

Hingga saat ini, penggunaan QR Code e-KTP mulai diuji coba di 50 kabupaten/kota. Beberapa daerah yang sudah menjajal inovasi ini adalah Bandung, Salatiga, Dompu, dan Bima. (Red)

Medanoke.com – Medan, Presidential Threshold sebesar 20 persen yang tertuang dalam Undang-Undang Pemilihan Umum disebut sebagai bentuk gaya kediktatoran. Agus Jabo Priyono selaku Ketum (Ketua Umum) Prima (Partai Rakyat Adil Makmur) memberikan pandangannya saat acara Boengkar Insight, Selasa (28/12/2021).

“Kalau kemudian kita menggunakan presidential threshold 20 persen kursi kemudian 25 persen suara segala macam, itu Indonesia dipaksa kembali ke zaman kediktatoran,” ucapnya.

Dirinya pun kembali mengatakan, aturan ambang batas pencalonan presiden itu disebut sebagai alat kepentingan para pemilik modal yang sudah tumbuh sejak Orde Baru.

“Presidential threshold yang 20 persen, yang saya katakan sebagai kediktatoran baru juga menjadi alat bagi para pemilik kapital,” Ujarnya.

Ketum Prima lanjut mengatakan, apabila batasan 20 persen dihilangkan. Sehingga semua orang punya peluang untuk berkompetisi tanpa harus mengakumulasi jumlah kursi dengan kuota sangat tunggi.

“Jadi, konfigurasi politiknya bahwa setiap parpol yang kemudian mereka ada di parlemen ya itu diperbolehkan saja untuk mencalonkan calon presiden masing-masing,” jelas Jabo.

Ia pun mengaku heran dengan konsep dasar sistem demokrasi yang dipakai Indonesia. Menurutnya, aturan presidential threshold 20 persen justru bertentangan dan menghambat proses demokrasi.

“Jangan kemudian proses pemilu ini sudah didesain sejak awal untuk kepentingan tertentu. Peluang-peluang orang untuk berkontestasi dalam pilpres kemudian dibatasi,” tuturnya. (Red)

Medanoke.com – Medan, Penutupan jalur dimulai 31 Desember 2021 pukul 19.00 WIB sampai 1 Januari 2022 pukul 06.00 WIB. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Medan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan menutup 110 jalur masuk inti Kota Medan menjelang Tahun Baru 2022.

“Seluruh jalur masuk itu merupakan jalan di tiga kecamatan, yaitu Medan Area, Medan Kota dan Medan Timur,” kata Kepala Satlantas Polrestabes Medan AKBP Sonny W Siregar didampingi Kepala Dishub Kota Medan, Iswar Lubis, Rabu (29/12).

Penetapan 110 titik jalur ini, tambahnya merupakan hasil rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan Medan. Sebab jalur-jalur ini merupakan akses utama daerah-daerah penyangga menuju Kota Medan.

“Dengan penutupan jalur ini, diharapkan mengurangi mobilitas dan kerumunan menjelang pergantian tahun. Sekitar 1.000 personel gabungan terdiri dari Polri, TNI, Dishub, Satpol PP dan unsur kecamatan dikerahkan untuk mengawasinya. Jika didapati masyarakat yang tidak patuh, akan dipaksa putar balik,” tegasnya.

Iswar Lubis Kepala Dishub Kota Medan menambahkan, setiap titik jalur masuk diawasi sedikitnya empat personel.

“Sekitar 500 personel Dishub Kota Medan dikerahkan untuk mendukung kegiatan ini,” imbuhnya.

Pemerintah Kota (Pemko) Medan, lanjutnya, mengimbau masyarakat sebaiknya merayakan pergantian tahun baru di rumah masing-masing. Tak usah melakukan konvoi, membuat kerumunan atau pesta kembang api di lokasi-lokasi tertentu.

“Dengan penutupan jalur ini, kami mohon maaf. Ini demi kepentingan dan kebaikan kita bersama, semoga di 2022 perekonomian dan keamanan jauh lebih baik,” kata dia.

Berikut jalur-jalur yang Ditutup Mulai 31 Desember:
Jalan Thamrin-simpang Asia, Thamrin-simpang Sutrisno, AR Hakim-Megawati, AR Hakim-simpang Bromo, AR Hakim-simpang Sutrisno, AR Hakim-simpang Timah Putih, Asia-simpang Kapten Jumhana, HM Joni-simpang AR Hakim dan Mandala by Pass-simpang Denai.

Kemudian Jalan Sisingamangaraja-simpang Sakti Lubis, Brigjen Katamso-simpang Sakti Lubis, Sisingamangaraja-simpang Halat, Sisingamangaraja-simpang Masjid Raya, Sisingamangaraja-simpang HM Joni, Sisingamangaraja-simpang Pandu, Sisingamangaraja-simpang Pelangi, Brigjen Katamso-simpang Pelangi.

Lalu Jalan Brigjen Katamso-simpang Juanda, Brigjen Katamso-simpang Masjid Raya, GM Panggabean-simpang Stadion, Pandu-simpang Pemuda, Pemuda-simpang Palang Merah, Palang Merah-simpang Perniagaan, Palang Merah-simpang Masjid, Palang Merah-simpang Ampel, Palang Merah-simpang Arab dan Mahkamah simpang Pandu Baru.

Selanjutnya Jalan MT Haryono-simpang Irian Barat, Sutrisno simpang Veteran, Sutomo-simpang HM Yamin, Perintis-simpang Gaharu, Perintis-simpang Timor serta Sutomo-simpang Perintis Kemerdekaan. (Red)

Medanoke.com – Medan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan turun di hampir semua kota besar di Indonesia pada malam pergantian tahun.

Ada pun kota besar yang bakal diguyur hujan ringan pada malam tahun baru 2022 ialah:

Denpasar, Bali
Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Ambon, Maluku
Ternate, Maluku Utara
Kupang, Nusa Tenggara Timur
Manokwari, Papua Barat
Pekanbaru, Riau
Kendari, Sulawesi Tenggara
Medan, Sumatera Utara

Daftar kota besar yang bakal diguyur hujan sedang pada malam tahun baru 2022:

Semarang, Jawa Tengah
Surabaya, Jawa Timur
Daftar kota besar yang bakal diguyur hujan lebat disertai petir pada malam tahun baru 2022:

Mamuju, Sulawesi Barat
Kota Jambi, Jambi
Samarinda, Kalimantan Timur

Berikut daftar kota yang diperkirakan berawan pada malam tahun baru 2022 dan hujan ringan pada dini hari:

Palembang, Sumatera Selatan
Padang, Sumatera Barat
Manado, Sulawesi Utara
Makassar, Sulawesi Selatan
Jayapura, Papua
Mataram, Nusa Tenggara Barat
Bandar Lampung, Lampung
Bandung, Jawa Barat
Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta
Kota Bengkulu, Bengkulu
Serang, Banten
Adapun daftar kota besar yang cerah berawan pada malam tahun baru 2022, yakni:

Banda Aceh, Aceh
Kota Gorontalo, Gorontalo
Pontianak, Kalimantan Barat
Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Tarakan, Kalimantan Utara (hujan ringan pada dini hari)
Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung
Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
Jakarta Pusat, DKI Jakarta

Tetap sedia payung sebelum hujan jika ingin keluar dari rumah. (Red)

Medanoke.com – Medan, Lingkungan Pemerintahan Kota Medan, lakukan perombakan Jabatan. Ini dilaksanakan langsung oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Ada 13 Pejabat tinggi Pratama yang dilantik.

Pelantikan pejabat fungsional di lingkungan Pemko Medan ini, dikukuhkan, Jumat (31/12/2021), sekira pukul 15.00 Wib di Lobi Balai Kota Medan.

Setelah membacakan surat Keputusan (SK) Wali Kota Medan, Bobby sembari mengucapkan selamat kepada para pemangku Jabatan baru tersebut berharap setelah dilantik para pejabat dapat langsung bertugas ke jabatan fungsional masing-masing di hari itu juga.

Lanjutnya, ia mengintruksikan agar para pejabat langsung bekerja dan melihat langsung ke lapangan hasil yang sudah dikerjakan selama ini. “Apabila diperlukan turun langsung ke lapangan, karena pekerjaan yang tidak pernah dilihat secara langsung sebaik apapun manajemen yang kita lakukan dibelakang meja pasti hasilnya tidak akan sempurna.” terang Bobby Nasution.

Berikut daftar Pengukuhan 13 orang pejabat Pemko Medan yang dilantik Bobby Nasution hari ini:

  1. Mansursyah menjadi Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan
  2. Arrahman Pane menjadi Kadis Kominfo Kota Medan
  3. Laksamana Putra Siregar menjadi Kadis Pendidikan Kota Medan
  4. dr Syamsul Arifin Nasution menjadi Direktur RSUD Dr Pirngadi
  5. Rakhmat Adi Syahputra Harahap menjadi Kasatpol PP Kota Medan
  6. Benny Sinomba Siregar menjadi Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD)
  7. dr Taufik Ririansyah menjadi Kadis Kesehatan Kota Medan
  8. Baginda P Siregar sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
  9. Ferry Ichsan menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
  10. M Ali Sipahutar menjadi Sekretaris DPRD Medan
  11. Khoiruddin menjadi Kadis Sosial Kota Medan
  12. Benny Iskandar Nasution menjadi Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
  13. Topan OP Ginting menjadi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan.(red)

‌Medanoke.com-Medan, Tim Subdit Paminal (Pengamanan Internal) Bid Propam (Profesi dan Pengamanan) Polda Sumut tampak gerak cepat dalam menyelidiki penyebab kematian Zailani alias Zai (47), tahanan Polsekta Medan Kota yang tersiksa dan jelang ajalnya dipindah ke RTP (Rumah Tahanan Polisi) Polrestabes Medan. Sehari paska mengontak Ny. Feni Emilia Rosa (45), istri Zai (alm), hari ini (Jumat 31/12/2021) tim penjaga citra Polri itu langsung ‘jemput bola’. Mereka mendatangi TKP dan rumah duka.     

                                                 Rumah duka almarhum Zai di Jalan Multatuli, Lk III Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimon, Kota Medan, adalah kawasan TKP (Tempat Kejadian Perkara) laki nahas itu ditangkap empat personil Polsekta Medan Kota pada Senin malam 11 Oktober 2021. Pantauan Medanoke.com, tim terdiri tiga penyidik itu tiba di rumah duka sekira pukul 10.20 WIB. Di rumah kecil tengah pemukiman padat tersebut, kedatangan trio penyidik dipimpin Kanit IV Subdit Paminal Bid Propam Polda Sumut, Ipda (Pol) Ricky PS, itu disambut Ny. Feni. Juga 4 anaknya yang kini yatim, serta tim (LBH PAHAM) kuasa hukum mereka. Semuanya lalu duduk secara lesehan di ruang tamu. Usai mengucap belasungkawa, suasana ruang tamu ukuran 5 x 3 meter itu kontan berubah layaknya ruang penyidik di kantor polisi. Membawa dua laptop plus mesin printer, tim penyidik langsung ‘tat tit tut’ mengisi BAP (Berkas Acara Pemeriksaan). Warga sekitar tampak antusias mengetahui kasus janggal kematian Zai mulai diselidiki polisi.

Guna mengklarifikasi peristiwa yang sepekan ini menjadi konsumsi sejumlah media nasional itu, Feni –dibantu kuasa hukumnya– kembali bercerita soal kasus suaminya.

Pada tim penyidik yang bertanya, dia jelaskan semua kronologi. Mulai proses penangkapan, siapa saja sang penangkap, juga penahanan, pembantaran ke RS Bhayangkara, dan hingga semua itu mengantar kisah maut suami tercinta. Juga soal temuan-temuan janggal. Mulai nihilnya surat penangkapan, barang bukti sabu-sabu yang disyaki hasil rekayasa, lokasi penahanan berpindah, cerita penyiksaan, permintaan ‘uang damai’ senilai puluhan juta rupiah, fasilitas medis yang minim, temuan luka-luka lebam – tusuk di jasad cungkring Zai, sampai warning kasus berakhir maut itu jangan diperkarakan. Pemeriksaan tak jauh beda juga dilontar penyidik pada Yulferi alias Wak Angkot (48), saksi penting lain di kasus ini (baca berita : Tanpa Barbut, Dipukuli, Begini Kronologi Penangkapan Zai Tahanan Tewas di Medan, red). “Khusus untuk saya, semua ada tujuh pertanyaan,” tukas Feni. Digelar mulai siang hingga sore, proses pemeriksaan kesaksian Feni dan Wak Angkot berlangsung hampir selama enam jam. Tak ada ketegangan. Semua berlangsung secara humanis. “Oke, terima kasih Bapak, Ibu, atas semua keterangannya. Kami langsung bekerja untuk kasus ini,” kata Ipda (Pol) Ricky PS, pamit bersama timnya.

Lalu dari segala kesaksian  itu, siapa saja kiranya oknum ‘yang bermain’ dalam kasus dugaan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) ini? Guna menguak lebar motif penyebab kematiannya, adakah makam Zai akan dibongkar, dan jenasahnya diotopsi? Wartawan Medanoke.com akan terus mengupas kasus ‘aib’ oknum polisi Medan akhir tahun 2021 ini. (afm)

Medanoke.com – Medan, Inilah nama-nama ruas jalan di Kota Medan yang ditutup mulai Jumat (31/12/2021) malam pukul 19.00 WIB sampai Sabtu (1/1/2022) pagi pukul 06.00 WIB.

Pemko Medan melalui Dishub Kota Medan dan Satlantas Polrestabes Medan akan menutup 109 persimpangan jalan di Kota Medan. Penutupan ini dalam rangka menekan penyebaran Covid serta menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat menyambut malam pergantian tahun.

Adapun 109 jalan atau persimpangan yang bakal ditutup :

Polsek Medan Area

1. Jalan Thamrin simpang Jalan Asia

2. Jalan Thamrin simpang Jalan Sutrisno

3. Jalan AR Hakim simpang Jalan Megawati

4. Jalan AR Hakim simpang Jalan Bromo

5. Jalan AR Hakim simpang Jalan Sutrisno

6. Jalan AR Hakim simpang Jalan Timah Putih

7. Jalan Asia simpang Jalan Kapt Jumhana

8. Jalan HM Jhoni simpang Jalan AR Hakim

9. Jalan Mandala By Pass simpang Jalan Denai

Polsek Medan Kota

10. Jalan SM Raja simpang Jalan Sakti Lubis (C4)
11. Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Sakti Lubis (B3)

12. Jalan SM Raja simpang Jalan Halat (C6)

13. Jalan SM Raja simpang Jalan Masjid Raya (C7)

14. Jalan SM Raja simpang Jalan HM Jhoni

15. Jalan SM Raja simpang Jalan Pandu (C9)

16. Jalan SM Raja simpang Jalan Pelangi (C5)

17. Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Pelangi

18. Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Juanda

19. Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Masjid Raya

20. Jalan GM Panggabean simpang Jalan Teladan (belakang tugu)

21. Jalan Pandu simpang Jalan Pemuda

22. Jalan Pemuda simpang Jalan Palang Merah

23. Jalan Palang Merah simpang Jalan Perniagaan

24. Jalan Palang Merah simpang Jalan Masjid

25. Jalan Palang Merah simpang Jalan Ampel

26. Jalan Palang Merah simpang Jalan Arab

27. Jalan Mahkamah simpang Jalan Pandu Baru

Polsek Medan Timur

28. Jalan MT Hariyono simpang Jalan Irian Barat (C10)

29. Jalan Sutomo simpang Jalan Veteran

30. Jalan Sutomo simpang Jalan HM Yamin (E4)

31. Jalan Perintis simpang Jalan Gaharu (A10)

32. Jalan Perintis simpang Jalan Timor

33. Jalan Sutomo simpang Jalan Perintis Kemerdekaan (A11)

Polsek Medan Barat

34. Jalan KL Yos Sudarso simpang Jalan Putri Hijau

35. Jalan H Adam Malik simpang Jalan T Amir Hamzah (tugu Adipura).

36. Jalan KL Yos Sudarso simpang Jalan Kuda Mas (Brayan)

37. Jalan KL Yos Sudarso simpang Jalan Karantina (Glugur Kota)

38. Jalan KL Yos Sudarso simpang Jalan Pertempuran (B9)

39. Jalan T Amir Hamzah simpang Jalan Karya

40. Jalan Yos Sudarso simpang Jalan Cilincing

41. Jalan Karya-Cilincing

42. Jalan Putri Hijau- Jalan Guru Patimpus

43. Jalan HM Yamin simpang Jalan Kereta Api (Tugu 66)

44. Jalan Pemuda simpang Jalan Palang Merah (B6)

45. Jalan Palang Merah simpang Jalan Perniagaan

46. Jalan Putri Hijau simpang Jalan HM Yamin

Polsek Medan Baru

47. Jalan Jamin Ginting simpang Jalan DR Mansyur

48. Jalan Patimura simpang Jalan Monginsidi

49. Jalan Gatot Subroto simpang Jalan Pasundan

50. Jalan Gajah Mada simpang Jalan Wahid Hasyim

51. Jalan S Parman simpang Jalan Patimura

52. Jalan Abdullah Lubis simpang Jalan Iskandar Muda

53. Jalan S Parman simpang Jalan Kejaksaan

54. Jalan Imam Bonjol simpang Jalan Juanda

55. Jalan Adam Malik simpang Jalan Gatot Subroto

56. Jalan Diponegoro simpang Jalan H Zainul Arifin

57. Jalan Sudirman simpang Jalan Juanda

58. Jalan Juanda simpang Jalan Wali Kota

59. Jalan Raden Saleh simpang Jalan Imam Bonjol

60. Jalan Imam Bonjol simpang Jalan Perdana

Polsek Percut Seituan

61. Jalan Aksara simpang Jalan Wahidin

62. Jalan Wiliam Iskandar simpang Jalan Letda Sudjono

63. Jalan Wiliam Iskandar simpang Jalan Tuasan

64. Jalan Wiliam Iskandar simpang Jalan Bhayangkara

65. Jalan Wiliam Iskandar simpang Jalan Cemara

66. Jalan Wiliam Iskandar simpang Jalan Perjuangan

67. Jalan Aksara simpang Jalan Sejati
68. Jalan Wiliam Iskandar simpang Jalan Tuamang

69. Jalan Wiliam Iskandar simpang Jalan Durung

70. Jalan Wiliam Iskandar simpang Jalan Gurila

71. Jalan Wiliam Iskandar simpang Jalan Pimpinan

72. Jalan Wiliam Iskandar simpang Jalan Rela

Polsek Patumbak

73. Jalan SM Raja Rivera

74. Jalan SM Raja simpang Jalan AH Nasution

75. Jalan SM Raja simpang Jalan Alfalah

76. Jalan AH Nasution simpang Jalan Bajak II

77. Jalan SM Raja putaran SDN 100

78. Jalan Panglima Denai simpang Jalan Seksama

Polsek Delitua

79. Jalan Tritura simpang Jalan STM

80. Jalan Brigjen Katamso simpang Alfalah

81. Jalan AH Nasution simpang Jalan Karya Wisata

82. Jalan Jamin Ginting simpang Jalan Ngumban Surbakti

Polsek Medan Tuntungan

83. Jalan Jamin Ginting simpang Jalan Setia Budi

84. Jalan Jamin Ginting simpang Simalingkar

Polsek Sunggal

85. Jalan Gagak Hitam depan Hotel Saka

86. Jalan Gagak Hitam depan MICC

87. Jalan Ringroad simpang Sunggal

88. Jalan Ringroad depan Mie Sop Kampung

89. Jalan Ringroad depan Bentoel

90. Jalan Ringroad simpang Asoka

91. Jalan Ngumban Surbakti simpang Jalan Setia Budi

92. Jalan Setia Budi simpang Pasar 1

93. Jalan Setia Budi simpang Pasar 3

94. Jalan Setia Budi simpang Roti Mawar

95. Jalan Setia Budi simpang Jalan DR Mansyur

96. Jalan TB Simatupang simpang Gatot Subroto

Polsek Helvetia
97. Jalan Gatot Subroto simpang Jalan Kapten Muslim
98. Jalan Gatot Subroto simpang Jalan Asrama
99. Jalan Amal Luhur simpang Jalan Asrama
100. Jalan Bakti Luhur simpang Jalan Asrama
101. Jalan Setia Luhur simpang Jalan Asrama
102. Jalan Gaperta simpang Jalan Asrama
103. Matahari Raya Simpang Asrama104. Jalan Mawar simpang Jalan Kapten Sumarsono
105. Jalan Kapten Muslim simpang Jalan Sumarsono
106. Jalan Masjid simpang Jalan Sumarsono
107. Jalan Masjid Istiqomah simpang Jalan Sumarsono
108. Jalan Pembangunan simpang Jalan Sumarsono
109. Jalan Dahlia Raya simpang Jalan Sumarsono. (aFp)

Medanoke.com – Medan, Sikap Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi ‘menjewer sayang’ Pelatih Billiar Sumut Khairudin Aritonang yang akrab disapa Choki yang disalah artikan sebaiknya diakhiri.

Statemen multi tafsir diberbagai media online dan media sosial atas persepsi Gubsu mempermalukan sang Pelatih Billiar ini agaknya hanya menyita konsentrasi membangun Provinsi Sumut yang dilaksanakan Pemerintah Sumut, Pemko dan Pemkab se Sumut dan masyarakat semua lapisan di provinsi yang masyarakatnya dikenal tegas ini.

“Ayo kembali bersama berjabat tangan dan saling memikul beban pembangunan di segala sektor guna kemajuan Provinsi Sumut yang kita cintai ini,” kata Ketua DPD Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Provinsi Sumut Irfandi pada media ini, Rabu (29/12/2021).

Dalam membangun olahraga di Sumut, Gubsu Edy Rahmayadi bahkan telah pasang badan dalam mempercepat pembangunan Sport Centre sebagai persiapan menjadi tuan rumah PON mendatang.

“Pasang badan Pak Edy Rahmayadi dalam mempercepat pembangunan Sport Centre diketahui semua pihak bentuk kepedulian dunia olahraga. Berbagai hal yang menghalangi program itu diupayakan penyelesaian dengan baik yang jelas menyita pikiran dan energi,” terang Pengurus DPD KNPI Sumut ini.

Irfandi juga menyampaikan, perhatian Mantan Pangkostrad ini membina Club Bola PSMS sejak beliau menjabat Pangdam I BB hingga saat ini.

“Club Ayam Kinantan kebanggaan warga Kota Medan menjadi salah satu rekam jejak perhatian Pak Edy Rahmayadi. Memang karakter beliau tegas. Tapi jangan disalah artikan. Kalau anak Medan udah tahulah itu,” ujar Wakil Sekretaris Karang Taruna Kota Medan ini.

Pemuda yang juga Owner salah satu media di Kota Medan ini mengajak semua pihak saling menunjukkan kiprah baik dalam membantu kemajuan olah raga dan sektor lain di Sumut serta mampu melihat sisi baik orang lain hingga kejelekan sesana tidak diumbar-umbar.

“Bangkitkan sisi baik kawan maupun rekan, Insya Allah kejelekan dapat disampaikan agar diperbaiki dengan Tabayun bukan diumbar ke publik,” harapnya.

Sebagai warga Sumut, Irfandi mengharapkan sinerjisitas Eksekutive dan Masyarakatnya tercipta semakin mesra.

“Semoga pemerintah dan masyarakat di Sumut makin kompak. Kami akan selalu bersama Pemerintah dalam harapan saling dukung guna tercipta Sunut Bermartabat sebagaimana yang diperjuankan Edy Rahmayadi-Musa Rajeck Shah bersama OPD se Sumut yang akan didukung semua elemen,” bebernya.

Diketahui beberapa hari lalu, terjadi miss tanggapan atas sikap sayang Gubsu Edy Rahmayadi pada pelatih Billiar Sumut Khairuddin Aritonang.

Pada wartawan Edy Rahmayadi mengaku, menjewer Choki sebagai bentuk sayang dirinya guna kemajuan olahraga dan makin uletnya atlet memacu perestasi membawa panji Sumatera Utara.

Kejadian saat pemberian tali asih Atlet dan Pelatih berprestasi di Rumah Dinas Gubsu itu saat ini agak miring respon menjadi hal yang multi tafsir.(aSp)

Medanoke-Medan, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) IBN Wiswantanu secara resmi menutup kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kejati Sumut Tahun 2021 yang diikuti 28 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan 9 Cabang Kejaksaan Negeri secara virtual (zoom meeting) selama 2 hari Senin (27/12/2021) sampai Selasa (28/12/2021) dipusatkan di Aula Lantai 3 Kejati Sumut, Jalan AH Nasution Medan.

Kegiatan Rakerda diikuti secara langsung Wakajati Sumut Edyward Kaban, Aspidsus M Syarifuddin, Asdatun Dr. Prima Idwan Mariza, Aspidum Dr. Sugeng Riyanta, Aswas RM Ari Prioagung, Kabag TU Raden Sudaryono dan para Kasi dan Kasubbag. Di akhir kegiatan, Kajati juga mengumumkan satuan kerja terbaik mulai dari Kejaksaan Negeri terbaik dan Cabang Kejaksaan Negeri Terbaik.

Kajati Sumut IBN Wiswantanu dalam arahannya sebelum menutup Rakerja menyampaikan berakhirnya kegiatan Rapat Kerja Daerah Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tahun 2021 ini, besar harapan ke depan, program-program kerja yang disusun dapat disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022 sehingga pada pelaksanaannya dapat berjalan seiring dengan siklus perencanaan dan penganggaran sebagaimana yang ditetapkan.

“Penyusunan Kebutuhan Riil tahun 2023 agar kiranya telah mencakup seluruh kebutuhan operasional baik dari segi program kerja maupun anggaran sehingga nantinya pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berjalan dengan maksimal,” katanya.

Maka dari itu, lanjut IBN Wiswantanu perlu keterlibatan seluruh unsur pegawai baik Kepala satuan kerja, para kasi dan kasubbag serta para pegawai pada satuan kerja untuk secara aktif memetakan apa-apa saja yang sekiranya menjadi hambatan dan kendala dalam pelaksanaan tugas dan fungsi selama ini sehingga nantinya dapat dirumuskan solusinya dan menuangkannya kedalam usulan Kebutuhan Riil.

“Sebagaimana arahan Bapak Jaksa Agung RI, saya meminta kepada segenap jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk melakukan hal-hal sebagai berikut : Pertama, jadikan Integritas dan Profesionalis sebagai standar minimum insan Adhyaksa dalam melaksanakan tugas dan kewenangan,” tandasnya.

Kemudian, lanjutnya Kedua, optimalkan pengembalian aset Negara; Ketiga, ingkatkan soliditas dan sinergi antar bidang, Keempat, ciptakan penegakkan hukum yang kondusif, agar tercipta suasana kondusif investasi; dan Kelima gunakan hati nurani dalam pelaksanaan tugas.

Ketua Panitia Rakerda Kejati Sumut 2021 Plt Asbin Dr Dwi Setyo Budi Utomo menyampaikan bahwa masing-masing Satker mulai dari Asisten, Kajari dan Kacabjari sudah menyampaikan paparan tentang capaian kinerja dan fungsi masing-masing bidang tahun 2021, indikasi atau proyeksi kebutuhan riil masing-masing Satker tahun 2023, pelaksanaan kegiatan untuk masing-masing Satker (jika ada).

Plt. Asbin yang juga Asintel Kejati Sumut menambahkan bahwa isi paparan dari masing-masing Satker akan dituangkan dalam Laporan Hasil Rapat Kerja Daerah Tahun 2021 dengan sistematika pelaporan sesuai dengan Surat Kepaka Biro Perencanaan Kejagung No B-136 tanggal 21 Desember 2021, dan laporan disampaikan paling lambat 3 Januari 2022.(aSp)