redaksi

Medanoke.com – Medan, Kartel Narkoba kelahiran Juli 1977 yang juga seorang ayah dari empat orang anak, dua perempuan dan dua lelaki. Freddy Budiman kerap mengirimkan surat kerinduan dan pesan untuk anak-anaknya.

Melansir detikHOT, seorang anak lelakinya bercetita bahwa dia memiliki kakak perempuan serta satu adik lelaki dan satu adik perempuan, Rabu (29/12/21).

“Semuanya berbeda ibu,” ungkap Fikri Budiman, satu-satunya anak yang ikut dengan sang ayah saat saudara-saudaranya tinggal bersama ibu kandungnya masing-masing.

Sebagai satu-satunya anak yang merasakan kehadiran sang ayah lebih banyak dari anak lainnya, Fikri kembali bertutur sang ayah dengan tumbuh gumpal itu merupakan sosok pemimpin dalam keluarga kecil mereka dan keluarga besarnya di Surabaya. Sedikit intermezzo, kakak tertua Freddy, seorang perempuan, menjadi orang nomor dua yang paling didengarkan. Jika menonton serial Peaky Blinders, dia layaknya Polly Gray yang kerap memberikan nasihat bagi adik-adiknya.

“Dia itu bener-bener tipikal ayah yang keluarga harus nomor satu, apapun itu. Gue tuh merasakan tinggal bareng bokap tuh dari kelas 1 sampai kelas 4 SD. Selebihnya, bokap menunjukkan kasih sayangnya via telepon dan via tiba-tiba. Kadang gue nggak tahu, tiba-tiba bokap gue dareng. Kalau dulu waktu SD di Bangka Belitung, gue dijemput di sekolah hujan-hujan. Dia bawain jas hujan tapi buat gue doang. Pernah juga dia lepas baju buat nutupin gue, dianya basah, segitu romantisnya dia jadi seorang ayah.” tuturnya.

Dengan mengutip surat cinta Freddy kepada anak-anaknya. Dari dalam dompet, Fikri mengeluarkan satu di antara banyak surat, yang selalu dia bawa ke mana pun. Berikut bunyinya:

Bismillahirohmanirohim,

De, apa kabar? Semoga Allah selalu menjaga dan melindungi dede selalu, dan papa pesan supaya dede selalu ingat Allah juga jadi anak yang dewasa nurut ama ortu juga Mama Lolo dan Papa Kian yang selama ini merawat juga membesarkan dede. Insya Allah, dede kuliah tahun ini dan saran papa dengan keadaan papa yang begini, dede banyak-banyak tukar pikiran dengan kokoh dan minta pendapat dari Mama Lolo, dan minta keputusan dan petunjuk.

Doa akhir sholat

Allahumma Inni a Dzikrika, Wa Syukrika, Wa Husni Ibadatik

Sudah dulu ya anakku, kerjakan apa yang papa katakan. Insya Allah berguna buat masa depan dede. Amin Ya Robbal Alamin. Papa yang selalu sayang dan cinta dede, dan doanya ajarin ke Ferin dan Akbar ya.

Ferddy Budiman divonis mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 15 Juli 2013 atas kasus kepemilikan 1,4 juta pil ekstasi yang diselundupkan dari China pada Mei 2012. Ia merenggut nyawa di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada tahun 2016 bulan Juli hari Juma’at. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Kenaikan cukai rokok ini rata-rata sebesar 12 persen. Ketentuan ini tertuang dalam PMK (Peraturan Menteri Keuangan) Nomor 192/PMK.010 Tahun 2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris.

“Tarif cukai perbatang atau gram dan Batasan HJE (Harga Jual Eceran) per Batang atau per Gram terendah untuk setiap jenis Hasil Tembakau yang diimpor tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisah dari Peraturan Menteri ini; mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2022,” tulis PMK dikutip Liputan6.com, Sabtu (1/1/2021).

Kemudian, harga Jual Eceran yang ditetapkan kembali tidak boleh lebih rendah dari Batasan Harga Jual Eceran per Batang atau Gram yang masih berlaku dan tidak boleh lebih rendah dari Batasan Harga Jual Eceran minimum sebagaimana tercantum dalam Lampiran II dan Lampiran III yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Berikut harga rokok terbaru:

  • Sigaret Kretek Mesin golongan 1, tarif cukai 985 (naik 13,9 persen). HJE per batang Rp 1.905 HJE per bungkus Rp 38.100
  • Sigaret Kretek Mesin golongan IIA, tarif cukai sebesar 600 (naik 12,1 persen). HJE per batang Rp 1.140. Sementara HJE per bungkus: Rp 22.800.
  • Sigaret Kretek Mesin golongan IIB, tarif cukainya 600 (naik 14,3 persen). HJE per batang Rp 1.140 dan HJE per bungkus Rp 22.800.
  • Sigaret Putih Mesin golongan I, tarif cukai 1.065 (naik 13,9 persen). HJE per batang Rp 2.005 dan HJE per bungkus Rp 40.100.
  • Sigaret Putih Mesin golongan IIA, tarif cukai 635 (naik 12,4 persen). HJE per batang Rp 1.135 dan HJE per bungkus Rp 22.700.
  • Sigaret Putih Mesin golongan IIB, tarif cukai 635 (naik 14,4 persen). HJE per batang Rp 1.135 dan HJE per bungkus: Rp 22.700.
  • Sigaret Kretek Tangan golongan IA, tarif cukai 440 (aik 3,5 persen). HJE per batang Rp 1.635 dan HJE per bungkus Rp 32.700
  • Sigaret Kretek Tangan golongan IB, tarif cukai 345 (aik 4,5 persen). HJE per batang Rp 1.135 dan HJE per bungkus Rp 22.700.
  • Sigaret Kretek Tangan golongan II, tarif cukai 205 (naik 2,5 persen).HJE per batang Rp 600 dan HJE per bungkus Rp 12.000.
  • Sigaret Kretek Tangan golongan III, tarif cukai 115 (naik 4,5 persen). HJE per batang Rp 505 dan HJE per bungkus Rp 10.100. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Ketika membuka kembali lembar sejarah pada tahun 1946-1950 ada aksi bengis pasukan Belanda di Medan yang meneror rakyat Indonesia, Belanda itu dikenal sebagai Kapten Raymond Pierre Paul Westerling.

Kota Medan menjadi gelanggang pertama keganasan Westerling di Indonesia. Dilansir Historia, ketika tahun 1945 bulan September ratusan parasut tampak mengembang di langit kota Medan. Jumlahnya sekira satu kompi pasukan. Bersama mereka, disediakan pula 180 pucuk senjata revoler. Lapangan terbang Polonia, Medan, menjadi tempat para prajurit lintas udara itu mendarat.

Tercatat dalam Medan Area Mengisi Proklamasi, hasil penyusunan tim Biro Sejarah Prima, pasukan asing itu datang di bawah pimpinan Letnan Raymond Westerling. Kedatangannya telah dinanti oleh Letnan Brondgeest, seorang perwira Angkatan Laut Belanda yang memimpin unit IV pasukan ADCS (Anglo Dutch Contry Section).

Keduanya berkolaborasi menegakan kekuasaan Belanda di wilayah (waktu itu) Sumatera Timur yang kaya akan hasil perkebunan. Brondgeest bertugas mengurusi oranganisasi pemerintahan, sedang Weterling menyusun kekuatan pasukan. Dalam waktu singkat ia mampu membentuk pasukan polisi berkekuatan 200 orang. Mereka terdiri dari orang Belanda, Indo-Belanda, dan jebolan tentara KNIL (Koinklijk Nederlands Indisch Leger).

Westerling pun menjadi kepala dinas intelijen Belanda. Berkantor di Medan, ia memegang jaringan untuk setengah pulau Sumatera. Saat menjalankan tugasnya, acap kali Westerling bertindak brutal. Tentang kekejamannya itu pernah diceritakan seorang opsir Inggris yang menyaksikan langsung tindakan tidak masuk akal dari Westerling.

Waktu sedang asik minum kopi di pemondokannya, Westerling memperlihatkan kepala seorang Indonesia dari dalam keranjang sampah. Dengan santai ia menceritakan kepala itu milik seorang “ekstrimis” yang berhasil dihabisi setelah cukup lama diintai.

“Jam empat pagi aku masuk ke kamar mandi dan menyuruh pengacau itu berpusing. Sekali penggal dengan pedangku aku memisahkan kepala dari badannya,” kata Westerling kepada si opsi Inggris seperti dikutip K’tut Tantri dalam Revolusi di Nusa Damai.

Pada tahun 1946 bulan Juli, Westerling dipindahkan dari seksi intelijen ke satuan pasukan komando. Pemindahan itu sekaligus mengakhiri tugasnya di Medan. ia terkenal sebagai sosok pembunuh berdarah dingin. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Awal tahun 2022 merupakan akhir pengiriman batu bara ke-luar negeri, hal itu tertulis pada surat Dirjen Minerba (Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara) Nomor B-1605/MB.05/DJB.B/2021, perihal Pemenuhan Kebutuhan Batubara untuk Kelistrikan Umum.

Selaku Dirjen Minerba, Ridwan Djamaludin menjelaskan hingga (31/12/2021) PLN mengalami krisis pasokan batu bara. Melalui dokumen tertulis, kebijakan ini dilakukan karena kekurangan pasokan batu bara untuk sektor kelistrikan.

“Kondisi pasokan batu bara saat ini untuk PLN dalam posisi kritis dan sangat rendah. Sehingga, kondisi ini menganggu operasional PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang akan berdampak pada sistem kelistrikan nasional,” tulis Ridwan yang dikutip, Sabtu (1/1/2022).

Berdasarkan data yang dihimpun, batu bara merupakan penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia yakni 32 persen banyaknya.

Sebuah studi global tentang emisi karbon yang diterbitkan dalam Jurnal Sustainability mengungkapkan, emisi karbon berdampak terhadap perubahan iklim. Beberapa studi tentang emisi karbon telah menarik perhatian para peneliti karena cuaca yang berubah dengan cepat menyebabkan kekhawatiran yang mengerikan.

Melalui film dokumenter Watchdoc, berjudul “Bara Dwipa” yang merekam perjuangan masyarakat Indonesia bertahan hidup dalam bayang-bayang asap pembakaran batu bara. Pemerintah harusnya bisa lebih tegas lagi dengan mengakhiri pertambangan batu bara untuk listrik dan beralih ke energi bersih terbarukan guna mengurangi emisi karbon.

“Para pemilik kontrak dilarang melakukan penjualan batubara ke luar negeri sejak tanggal 1 januari hingga 31 januari 2022, Pelarangan ekspor ini akan dievaluasi dan ditinjau kembali berdasarkan realisasi pasokan batu bara untuk PLTU Grup PLN dan semua IPP,” jelas Ridwan. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Harimau merupakan binatang legenda yang hidup berdampingan dengan manusia, namun sampai saat ini statusnya terancam punah, mari kembali mengenal bintang buas satu ini agar tidak lenyap dari peredaran.

Melansir laman WWF (World Wide Fund for Nature) Indonesia, masyarakat Aceh menyebut Harimau Sumatra dengan sapaan Rimueng. Rimueng dipercaya merupakan jelmaan harimau putih dan harimau hitam yang menjaga makam Teuku Cot Bada, di daerah Pidie. Cerita beredar, Rimueng biasanya mendatangi makam setiap menjelang Magrib.

Sumatera Utara, Harimau dipanggil Ompung yang berarti kakek dalam bahasa Batak. Sebutan ini merupakan tanda hormat kepada orang yang dituakan. Terdapat pula legenda Batak Babiat Setelpang yang mengisahkan tentang harimau pincang yang menjaga ibu serta seorang anak yang diasingkan ke dalam hutan. Legenda ini secara tidak langsung mempengaruhi perilaku masyarakat di sana yang meminta izin saat memasuki hutan atau ladang kepada Babiat Setelpang sebagai penguasa hutan. Selain itu, masyarakat Mandailing juga percaya bahwa bila ada harimau memasuki pemukiman, itu artinya ada orang di pemukiman tersebut yang melakukan hal yang dilarang.

Kemudian, masyarakat Kerinci meyakini bahwa Harimau Sumatera merupakan jelmaan sahabat dan prajurit dari para roh leluhur mereka. Harimau disebut Imaw Srabat atau Imaw Ulubalang yang tinggal di punggung-punggung bukit di dalam hutan, muara, dan hulu sungai. Imaw Srabat merupakan pelindung manusia, menjaga hutan dan menghalau satwa buas masuk ke pemukiman. Masyarakat Kerinci juga berkeyakinan bahwa harimau harus dihormati, sehingga pantang bagi siapa pun yang masuk ke dalam hutan dan menyebut “harimau”. Mereka harus menyebutnya dengan panggilan layaknya manusia, seperti dio, diyau, atau hangtuo. Penghormatan ini karena harimau dianggap makhluk yang telah lebih dulu menempati wilayah Kerinci jauh sebelum kedatangan manusia.

Bila masyarakat melihat ada Harimau Sumatera yang masuk ke dalam pemukiman, maka ini menandakan bahwa ada larangan adat dan hukum moral yang dilanggar oleh orang yang ada di pemukiman tersebut. Karena peran pentingnya sebagai penjaga kedamaian di tanah Kerinci ini, masyarakat kerap mengadakan ritual dan memberikan sesajian oleh pemangku adat setempat.

Sudah diketahui bersama bahwa harimau merupakan binatang yang dihormati dan dilindungi, bahkan mitosnya pun tersebar pelbagai pulau Sumatera, namun saat ini populasinya hanya menyisakan tidak lebih dari 400 ekor. Jika hutan masih tetap dilestarikan serta terus ditanam, maka populasi harimau mampu meningkat sekaligus menjadi pertahanan kuat di dalam hutan. (Jeng)

Tidak hanya itu, jika ada masyarakat yang menemukan harimau yang mati, mereka akan menggelar tarian yang disebut “Ngagah Harimau”. Tarian ini ditujukan untuk menghibur roh harimau dan dipentaskan sebagai kegiatan ritual agar harimau dan masyarakat tetap damai dan terjauh dari konflik. Dalam ritual Ngagah Harimau, syair dibacakan untuk tiga harimau yang disebut Mangku Gunung Rayo, Rintek Ujan Paneh, dan Ulu Balang Tagea. Ketiga harimau ini diyakini memiliki perjanjian dengan nenek moyang masyarakat Kerinci untuk menjaga keharmonisan kehidupan mereka.

Bergeser ke tanah minang, di Minangkabau harimau disebut Datuak atau Inyiak dan dipercaya sebagai roh leluhur mereka. Datuak pun menjadi inspirasi aliran ilmu bela diri di sana, yakni silek harimau (silat harimau). Bela diri tersebut menggunakan senjata yang disebut kurambik, yakni sejenis pisau kecil yang merepresentasikan cakar harimau. Terdapat pula mitos yang mengatakan bahwa pesilat yang menguasai silek harimau dapat berubah wujud menjadi harimau.

Medanoke.com – Medan, Berbagai macam merek produk sampo terkenal di kawasan Pakuhaji, Tangerang, Banten diketahui masyarakat dan melaporkannya ke polisi.

“Penyidik menemukan gudang rumah produksinya, terdapat mesin produksi, bahan baku dan kemasan palsu di gudang tersebut,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten Komisaris Besar Dedi Supriyadi dalam keterangannya, Jumat, 31 Desember 2021.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Tempo, Kepala bidang Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Shinto Silitonga mengungkapkan produksi serta peredaran sampo dan gel rambut palsi itu dijual di salah satu warung di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Lanjut Shinto mengatakan, dalam rangkaian penggeledahan penyidik menemukan beragam merek terkenal seperti, Gatsby, Sunsilik, Dove, Clear, juga Head and Shoulder.

“Merek ini sering ditemukan di warung dan toko kecil, secara kasat mata sulit untuk dibedakan mana yang palsu dan asli,” kata Shinto.

Kepala Sub Direktorat Industri dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda Banten Komisaris Condro Sasongko kemudian menjelaskan soal ciri yang ditemukan pada sampo palsu itu.

“Rekatan antar rencengan masih renggang, warna cairan lebih cerah komposisinya tidak kental, serta wanginya lebih menyengat, bila digunakan dapat mengakibatkan iritasi kulit,” kata Condro.

Pada saat pengecekan gudang, Condro mengatakan penyidik menemukan fakta bahwa pemilik gudang tersebut tidak memiliki legalitas dan perijinan berusaha bahkan tidak memiliki kontrak kerjasama dengan perusahaan pemilik merek yaitu PT Unilever.

Usaha ilegal ini kata Condro berpindah-pindah, sudah 3 tahun beroperasi dengan omset Rp 200 juta per bulan.

“Dengan omset sebesar itu pengelola gudang mampu menggaji karyawannya dengan lima belas juta per bulan,” kata Condro.

Selain menyita jutaan rencengan sampo dan gel rambut palsu, penyidik juga menyita alat produksi, bahan baku seperti soda api, alkohol 96 persen, lem, pewarna makanan dan bahan pengawet.

“Tersangka mengimpor rol cetakan sachet dari Cina, sehingga kemasannya menjadi tampak seperti asli,” kata Condro.

Pascapemeriksaan 7 saksi, penyidik menetapkan pemilik gudang, HL (28) sebagai tersangka tindak pidana kesehatan dan perlindungan konsumen.

Dia dijerat dengan persangkaan Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) dan ayat (2) Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 60 Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Selain itu, penyidik juga menerapkan persangkaan berlapis dengan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf (f) atau Pasal 9 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 2 miliar. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Bisnis menggiurkan yang meraup keuntungan sebesar Rp200 Juta per bulan dari sampo dan minyak rambut palsu menggunakan merek terkenal, sudah tiga tahun HL (28) asal Medan, Sumatera Utara (Sumut) menggeluti pekerjaan ini.

“Pelaku sudah bekerja selama tiga tahun dengan lima orang karyawannya. Masing-masing Rp 15 juta per orang per bulan,” ujar Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Condro Sasongko kepada wartawan di Mapolda Banten. Jumat (31/12/2021).

Dikatakan Condro, HL selama tiga tahun dalam menjalankan bisnisnya selalu berpindah lokasi pabriknya.

Melansir dari Kompas, Polda Banten berhasil mengungkap aksi kejahatan yang dilakukan HL dari laporan masyarakat dan menggerebek lokasi produksinya di sebuah gudang yang ada di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

“Tersangka ini memproduksi dan mengedarkan produk sampo dan minyak rambut berbagai merek terkenal tanpa izin edar dari BPOM, juga tanpa kerja sama sah dengan pemilik merek,” kata Condro.

Dirinya kembali menjelaskan bahwa pelaku bisa lihai membuat sampo dan minyak rambut palsu bahkan hampir identik dengan yang asli hasil belajar dari internet.

“Pengakuannya belajar dari Google dan Youtube cara membuat sampo, kemudian divariasikan sendiri hingga mempekerjakan orang untuk diajari pembuatannya,” ungkap Condro.

Menurut pengakuan tersangka, sampo dan minyak wangi dalam kemasan saset jadi incaran masyarakat ekonomi menengah kebawah karna harganya murah. Agar lebih cepat penjualannya, HL mengguankan merek produk terkenal.

Pelaku mengedarkan sampo dan minyak rambut palsu tak hanya di wilayah Provinsi Banten saja melainkan keberbagai daerah di Indonesia.

“Peredaran ada di Banten, Lampung, Palembang dikirim melalui ekspedisi,” ucap Condro.

Sebelumnya, Polda Banten membongkar pabrik pembuatan sampo dan minyak rambut palsu dengan merek terkenal di sebuah gudang yang berada di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang pada Selasa (28/12/2021).

Penyidik menetapkan HL sebagai tersangka dan dikenakan pasal 60 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan atau Pasal 62 Jo Pasal 8 atau Pasal 9 ayat (1) huruf d UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 Miliar,” Pungkasnya. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Akhir tahun 2021 dan memasuki tahun 2022 pelbagai negara mempersiapkan segalanya untuk menyambut awal yang baru walau di tengah merebaknya varian Omnicorn. Mari kita ketahui negara pertama dan terakhir yang merayakan tahun baru.

Berdasarkan data yang dihimpun, negara di dunia yang menyambut tahun baru pertama kali adalah negara-negara di Pasifik; Tonga, Samoa dan, Kiribati atau Christmas Island.

Melansir Metro, dari negara-negara tersebut memiliki perbedaan tujuh jam dengan WIB (Waktu Indonesia Barat). Jika di Jakarta saat ini pukul 18.00 WIB, Jumat (31/12/21), maka di negara Kiribati sudah menunjukkan pukul 01.00, Sabtu (1/1/2022).

Kemudian, negara mana yang terakhir merayakan pergantian tahun? Tempat terakhir yang menyambut tahun baru 2022 yaitu pulau-pulau kecil sekaligus terpencil di AS (Amerika Serikat).

Pulau Baker dan Pulau Howland akan menyaksikan momen tahun baru 2022 pada pukul 19.00 WIB pada Sabtu. Namun, karena pulau ini tidak berpenghuni, jadi tidak ada perayaan apa pun, sebagaimana dilaporkan The Sun. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) merupakan pasar terluas dalam program Gebyar Ekspor 2021 dengan pengiriman hasil pertanian ke-107 negara.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi pada kesempatannya berbicara secara virtual dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit setelah pelepasan ekspor di Pelabuhan Belawan, Jumat (31/12).
“Sumatera Utara menjadi nomor yang pertama ekspor pertanian di Gebyar Ekspor tahun ini,” ujar Edy.

Lanjut dirinya menjelaskan program Gebyar Ekspor 2021, Sumut melakukan pengiriman hasil pertanian dengan volume total sebanyak 102,9 ton senilai Rp2,2 triliun. Sumut menyumbang total nilai ekspor dalam program ini jumlahnya sebesar Rp14,4 triliun.

Kita ketahui hasil pertanian yang keluar dari Sumut dan tersebar di dunia adalah Palm Oil sebanyak Rp188,8 ton senilai Rp5,9 miliar dengan tujuan China. Kemudian Kultur Jaringan Lilium, sebanyak 1,197 ribu batang senilai Rp2 miliar ke Belanda dan kopi sebanyak Rp19,2 ton senilai Rp1,7 miliar ke Amerika Serikat.

Lagi, Edy mengatakan sepanjang tahun ini Sumut mengirim hasil pertanian dan produk turunannya senilai total Rp26,7 triliun. Nilai ekspor tersebut ditopang pengiriman komoditas pertanian oleh 15 daerah dari 33 kabupaten dan kota di Sumut. (Red)

Medanoke.com-Medan, Almarhum Zailani alias Zai (47) ternyata tak sendiri saat ditangkap secara brutal oleh oknum petugas kepolisian unit Reskrim Poleskta Medan Kota pada senin malam, 11 Oktober 2021. Di malam naas tersebut Alm Zai tengah berbincang dengan Wak Angkot alias Yulferi (48) yang turut dibekuk di TKP, Jl. Multatuli lorong 2 (Lingkungan II), Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Kota, Medan, Sumatera Utara.

Dengan ceplas ceplos Wak Angkot bercerita soal awal mula peristiwa tragis yang harus dialami alm Zailani, hingga menyebabkan ayah dari 4 orang anak ini harus meregang maut secara tak wajar di ruang Instansi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara Medan.

“Tiba tiba masuk orang itu (Oknum Polsi, Red) ngebut, 2 kereta (Sepeda motor, Red) 4 orang, belum mati kereta udah langsung dijatuhkan, ya awak terkejut, jarak ku cuma 5 meter dari mendiang,” ungkap warga Namorambe ini. ia juga menambahkan, karena terkejut almarhum sempat melawan, “Karena mau dipegang kami melawan lah, uangku pun habis 200 ratus lebih diambil,” kesalnya. Mengakhiri perlawanan, mereka berdua akhirnya terpaksa menurut saja saat digelandang ke Mapolsekta Medan Kota.

Namun, berselang 3 hari kemudian, Wak Angkot pun  dilepas karena terbukti tidak memiliki dan menyimpan narkoba. demikian hal nya dengan Wak Angkot, alm Zai juga ditangkap tanpa temuan Narkoba pada dirinya seperti yang dituduhkan oleh petugas. tetapi tiba di Polsek, sebuah dompet dan narkoba jenis sabusabu dialamatkan ke almarhum Zai. “Sebuah dompet dan barbut 1 paket diadakan,”

Setidaknya itu lah kesaksian yang diceritakan Wak Angkot yang kemudian dituliskan kedalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) Propam Polda Sumut, saat Wak Angkot hadir di rumah duka keluarga Zai (alm) sebagai bentuk simpati dan solidaritasnya terhadap pertemanan.

Kesaksian yang mengalir dari Wak Angkot ini seketika menjadi petunjuk penting bagi pengamanan internal di tubuh Polri, untuk menguak kasus dugaan kriminalisasi dan penangkapan, serta penahanan mal-administrasi yang kemudian diramu dengan aksi brutal petugas penegak hukum ala Cowboy ini. (Sp)​