redaksi

Medanoke-Medan, Puluhan orang guru honor yang mewakili jutaan guru honorer se-Indonesia yang bernasib sama,  berbondong bondong mendatangi sekretariat (kantor) LSM DPD Temperak Medan, Komplek Cemara Asri, Selasa sore, 28 Desember 2021 untuk memgadukan ketidakjelasan nasib mereka, pasca dikeluarkanya Permen nomor 28 PANRB RI tahun 2021.

Keluhan pahit para “pahlwan tanpa tanda jasa” ini didengar secara cermat dan seksama oleh  Ketua DPD LSM Tamperak Kota Medan, Andi Panggabean.

Prihatin atas curhat pahit dan getir nasib guru honorer yang telah didengarnya,  Andi langsung menyatakan bahwa Pemerintah Pusat telah mencederai rasa keadilan, ia meminta Jakarta untuk segera merevisi Peraturan Menteri (Permen) Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (PANRB) Republik Indonesia (RI) Nomor 28 Tahun  2021.
 
Aturan yang diberlakukan sejak Juni 2021 tersebut, dinilai sangat tidak berpihak dan cendrung merugikan para guru honor SD dan SMP.  Karena itu,  bersama 28 duta jutaan guru honor, pihaknya meminta wartawan agar menyampaikan aspirasi soal aturan ‘tak adil’ tersebut  secara lantang, agar didengar Presiden Joko Widodo serta Menteri PANRB Tjahjo Kumolo.

Mantan aktifis anti Korupsi ini menilai, peraturan baru Menteri PAN-RB itu sarat akan muatan kesenjangan dan perbedaan sosial. “Padahal semua masyarakat Indonesia harus merasakan keadilan. Jadi di sini kita berjuang, semoga Tuhan Yang Maha Esa mendengar harapan dari perjuangan kita ini,” ucap Andi geram.

Ricardo Alexander Siallagan, salah satu perwakilan guru honor negeri di Medan, turut bercerita. Dia, yang mengajar di SD Negeri 060848 Jalan Mongonsidi, Medan, menyoal tentang isi Pasal 28 dari peraturan menteri tersebut. Disitu tertera soal penambahan afirmasi teknis.

Yang pertama, jelas Ricardo, namanya pelamar yang mendapatkan sertifikat pendidik mendapatkan nilai paling tinggi 100% teknis ambang batas dan kedua pelamar yang usia 35 tahun keatas tambahan nilai 15% dari nilai teknis dan ketiga disabilitas mendapat 10% tempat pelamar dari thk2 nilai tambahan 10% . Ricardo terus bercerita.

Dari peraturan menteri itu, waktu tahap pertama seleksi P3K atau PPPK yang umur 50 tahun ke atas tambahan 100%, di sini kami tidak semua yang dari 35 tahun ke atas, ada beberapa teman kami yang sudah berjuang untuk anak-anak bangsa yang di bawah dari 35 tahun ke atas tidak ada tambahan. “Jadi poin itu adalah poin ketidakadilan,” tegasnya seraya meminta Menteri Tjahjo Kumolo memberikan ruang bagi guru hpnor yang berusia di bawah 35 tahun agar dapat berjuang. “Mental kami,” sambungnya sambil terisak menahan tangis,  “Sudah rusak afirmasi-afirmasi yang ada Sertifikat Pendidik, tidak ada di SD Negeri, yang ada hanya ada di swasta di mana kami mau bertarung jika mereka sudah mendapatkan poin 500 poin sudah pasti 100% dengan hanya tidur saja pungkasnya. Hanya mereka cuma meluluskan dua passing grade yang lainnya kultural dan sosial.” ungkapnya sambil meyeka air mata

“Kiranya Bapak Menteri Pendidikan Nadim Anwar Makarim khususnya agar memperhatikan guru guru honor juga untuk teman-teman kami guru honor yang ada di luar kota Medan,” harapnya.

“Kami para guru honor menangis, karena ada yang sudah 7 sampai 17 tahun bahkan bertahun- tahun berharap ada perubahan dari peraturan Bapak Menteri Menpan RB Tjahjo Kumolo dan Menteri Pendidikan, Pak Nadiem, agar kembali memperhatikan nasib guru guru honor.Bapak Menteri Tjahjo Kumolo, lihatlah tangisan kami para guru honor, mudah-mudahan Bapak mendengar dan punya hati nurani untuk kami,” pungkasnya. (afm)

Medanoke.com – Medan, Temuan terbaru kasus kematian seorang tahanan Polrestabes Medan kembali mengusik rasa keadilan kalangan praktisi hukum. PAHAM (Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia) salah satunya. Investigasi soal itu pun mulai digelar. Setidaknya itu yang ditemukan di rumah duka Zailani (alm), tahanan malang itu, Jalan Multatuli, Lk III Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimon, Medan, Selasa (28/12/2021).

Mengucapkan turut berduka, dua praktisi PAHAM, Khairul Anwar Hasibuan, SH, M.H, Dodi Candra, SH, M.H, menemui Femi Emalia, istri Zailani (alm). Di situ pula, sambil mendalami kronologi penangkapan hingga proses pemindahan penahanan dari sel Polsekta Medan Kota ke sel Polrestabes Medan dan pasca lebih 2 bulan penahanan Zailani akhirnya meninggal versi cerita keluarga, Feni resmi memberi kuasa pada PAHAM guna meraih keadilan atas kematian ayah 4 anak itu.

Tim Lbh Paham dirumah duka

“Memang kita menemukan kejanggalan dari mulai proses penangkapan, penahanan hingga korban meninggal, pihak keluarga tidak pernah mendapatkan sepotong surat dari kepolisian. Kita akan mempertanyakan semua ini nanti,” tandas Khairul Anwar Hasibuan seusai pamit dari rumah duka. (afm/fren)

Medanoke-Medan,  Pererat tali silaturahmi yang telah terjalin lama, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Sumut sambangi Gubsu Edy Ramayadi, di rumah dinasnya, Jln Sudirman Medan, Rabu (29/12/2021). Rombongan yang dipimpin Ketua DPW Perindo Sumut, Rudi Zulham Hasibuan bersama Sekretaris Wilayah Donna Yulietta Siagian dan Bendahara Januazir Chuwadi ini, diterima dengan hangat oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi.


Rudi Zulham menyebutkan, sekitar 30-an pengurus DPW Sumut yang ikut dalam audensi tersebut merupakan hasil restrukturisasi yang dilakukan dalam rangka persiapan menuju Pemilu 2024.

Rudi menyebutkan, dari sisi perolehan kursi legislatif kabupaten kota dan provinsi, Partai Perindo Sumatera Utara menempati urutan ketiga dengan raihan 41 kursi yakni 40 DPRD kabupaten/kota dan satu DPRD provinsi.

Sedangkan peringkat pertama nasional jejeran DPW Perindo dihuni oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua yang masing masing merebut 45 kursi dan 43 kursi.

Namun secara kualitas, sebut Rudi, DPW Sumut pantas dinobatkan jadi peringkat pertama, Alasannya, kompetisi meraih kursi legislatif di Sumut jauh lebih keras ketimbang NTT dan Papua. Sebab, jumlah parpol yang bertarung di Sumut mencapai 16 parpol, sedangkan di NTT dan Papua jumlah parpol kontestan pemilu lebih sedikit.

Pada kesempatan itu, Rudi Zulham menegaskan Partai Perindo Sumut siap membantu dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut mewujudkan Sumut yang bermartabat.

Edy Rahmayadi yang didampingi Asisten Pemerintahan (Aspem) M Fitriyus mengucapkan terima kasih atas dukungan dan loyalitas yang ditunjukkan Partai Perindo.

Ia menyebutkan, salah satu tugas partai politik adalah mengawal jalannya pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Namun dalam perjalanannya kerap terjadi benturan pandangan, bahkan kepentingan.

Gubsu mengharapkan agar Partai Perindo Sumut untuk membantu dan aktif menyampaikan kritikan konstruktif untuk memajukan Sumut.

Mantan Pangdam I Bukit Barisan ini menyampaikan berbagai hal yang sudah dan akan dilakukan dalam membangun dan mewujudkan Sumut yang bermartabat, termasuk tantangan yang dihadapi, salah satunya pandemi Covid-19 yang muncul pada tahun kedua masa kepemimpinannya. (AsP)

 

Medanoke-Medan, Termotivasi dan terpanggil secara moral dalam memgembangkan profesi advokat serta dukungan tulus dari rekan rekan se-profesi, Irfan Surya Harahap SH, MH menyatakan siap maju  sebagai kandidat ketua DPC Peradi Medan, masa bakti 2022-2027.

Mengandeng Roni Mantiri SH, MH sebagai Sekretaris, menambah suasana optimis kandidat yang ber-akronim “IRON MAN”. Tokoh fiksi ini dinilai merupakan gambaran yang komplit dari sisi perjuangan pemangku profesi advokat yang keras bagai besi dan tahan banting dalam menghadapi berbagai kendala, namun tidak melupakan sisi humanis dalam bertindak dan bekerja.

Hal ini terungkap saat acara syukuran, yang diramu dengan aksi sosial sembari silaturahmi oleh ratusan advokat bertema “Temu Ramah & Syukuran, Pencalonan Peradi Medan, di Hotel Garuda Plaza Medan Jl SM Raja, Kecamatan Medan Kota, yang dihadiri ratusan advokat, Selasa (28/12/2021)

Kandidat yang maju dengan langkah jelas dan niat baik untuk terus memperbaiki dan mengembangkan Peradi Medan yang sebelumnya telah baik dan berkembang, I organisasi  secar baik yang sebelumnya visi & misi, serta berbagai program kerja yang menyentuh pengembangan profesi dan organisasi, hingga kehidupan pribadi sang Advokat.

Bersyukur dengan ramainya dukungan dari rekan seprofesi, Iron Man menyantuni ratusan anak anak panti asuhan dan anak yatim tanpa membedabedakan agama.

Dalam kesempatan ini,  Irfan membeberkan visi dan misinya, “Dalam memimpin DPC Peradi Medan kedepannya . Iron Man akan memberikan Perlindungan terhadap advokat yang berada di bawah DPC Peradi Kota Medan selagi berjalan sesuai dengan profesinya. Sebab saat ini masyarakat awam memandang rendah dan dinilai belum memahami fungsi dan tugas advokat,   kita juga merasa prihatin atas kehidupan dan nasib advokat yang kerap dikriminalisasi dalam menjalankan tugas,” ungkap alumni Fakultas Hukum USU ini.

Dalam menahkodai Peradi Medan ini nantinya, Irfan menyatakan siap berkontribusi dan berulaya menkesejahterakan anggota Peradi Medan, dengan mempersempit celah kesenjangan ekonomi diantara anggota. Salah satu upaya konkritnya adalah dengan mengembangkan SDM advokat tersebut, dengan cara Pendidikan lanjutan dan Pengembangan Profesi.  Sekretaris Perkumpulan Advokat Alumni USU ini juga menyatakan siap bersinergi dengan berbagsi instansi baik pemerintah maupun swasta. Irfan juga akan membentuk divisi Pengabdian dan Hubungan Masyarakat (Humas) untuk keterbukaan informasi mengenai keberadaan Peradi ditengah-tengah masyarakat.(SP)

 

Medanoke.com – Medan, Kedamaian Natal terusik. Perayaan berujung amuk warga. Setidaknya itu yang terjadi di Jalan HM Joni, Kota Medan, Sabtu malam (25/12/2021). Peristiwa dekat Mapolsekta Medan Kota itu persisnya terjadi di Gang Beringin, Lingkungan I Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota.

Teregistrasi dalam laporan bernomor STTLP/2871/XII/YAN : 2 5/2021/SPKT/Polrestabes Medan, aduan soal peristiwa itu diterima polisi, Minggu (26/12/2021). Disertai kesaksian banyak warga, Jimmy Fernando Simorangkir (44), korban insiden itu melaporkan empat tetangga pengeroyoknya.

Menurutnya, kwartet pengeroyoknya berstatus anak beranak. Mereka masing-masing berinisial nama ETSP, As Boru S, AP, dan DP. Saking merasa hidup dia dan keluarga tak lagi nyaman, hingga Senin malam (27/12/2021) Jimmy, bersama anak, istri, dan belasan tetangganya numplek di depan Mapolrestabes Medan.

Pada Medanoke.com yang menemuinya, Jimmy pun bercerita. Mulanya tak ada masalah. Memeriahkan Natal, malam itu Jimmy dan belasan tetangga bikin pesta bakar ikan. Acara digelar di areal Gang Beringin. “Kepling juga tau. Pokoknya (malam) jam 12 teng (acara) bubar,” kata Jimmy.

Tapi belum tengah malam, acara berubah tegang. Itu bermula dari aksi seorang warga melintas dengan gas motor kendaraannya digeber-geber. Aksi itu kemudian disusul omongan bernada provokasi dari ‘satu dua’ warga yang tak ikut acara.

Di situlah suasana Gang Beringin berubah ricuh. Lagi ribut-ribut itulah Jimmy yang baru tiba di rumah ketiban apes. Warga yang kontra menudingnya sebagai biang keributan. Tak ada angin tak ada hujan dia dan keluarga bahkan diminta enyah, tak boleh bermukim di Gang Beringin.

Jimmy kontan protes. Kuekueh tak salah, dia pun bela diri. Tapi sejurus kemudian dia malah diserang ETSP Cs. Dikeroyok membabi buta.

“Muka dan badannya dipukuli, ditarik-tarik sampai bajunya habis koyak, bahkan dikejar sampai ke luar gang,” timpal Rimbun, warga Gang Beringin, soal nahas Jimmy. Wartawan media online ini masih terus memantau proses hukum perkara kisruh warga satu gang ini. (afm)

Medaoke-Medan; Ketua DPD Partai Perindo Simalungun, Baren Saragih boleh berbangga hati dengan kinerja yang mereka raih. Lantaran saat ini mereka memiliki 4 kader yang duduk di DPRD. Tidak berpuas diri, namun jumlah ini akan ditingkatkan sesuai target yang diberikan DPP maupun DPW Perindo Sumatera Utara. “Kami tidak akan mengumbar target, karena kami lebih suka sedikit berbicara namun banyak bekerja. Biarlah nanti fakta yang bebicara mengenai kinerja kami,” ujarnya saat berkunjung ke sekretariat DPW Perindo Sumut, Jln Cut Nya Dhien, Medan, dalam rangka menerima SK Kepengurusan dari DPP yang diserahkan Ketua DPW Perindo Sumut Rudi Zulham Hasibuan, pada Kamis, 23 Desember 2021. 

Menurut putra asli Simalungun ini, keberadaan kader di DPRD menjadi bagian penting dalam upaya untuk semakin membesarkan Partai Perindo di Simalungun.

Setelah menerima SK ini, mereka akan langsung memperkuat struktur di tingkat Kecamatan (DPC) serta kelurahan dan desa (DPRt). yang bertujuan agar kerja politik kepartaian yang telah mereka rencanakan dapat dilaksanakan secara efektif, untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat pada Pemilu Legislatif 2024 mendatang.

“Sudah banyak yang kita lakukan langsung untuk masyarakat, maupun melalui fraksi kita di DPRD. Termasuk melakukan intervensi dalam kebijakan pemerintah.

Lebih lanjut Bahren menyatakan telah mempersiapkan strategi yang sudah dibuat untuk 2024, “DPD Perindo Simalungun optimis peningkatan jumlah perolehan kursi seperti yang diamanatkan oleh  Ketua Umum Bapak Hary Tanoesoedibjo bisa kami penuhi,” jelasnya saat didampingi Sekretaris Sariadi Saragih, Bendahara Edwin Garingging dan para pengurus DPD Partai Perindo Simalungun lainnya, ketika diwawancarai awak media.

Sementara itu, Ketua DPW Perindo Sumut Rudi Zulham Hasibuan dalam amanatnya mengingatkan agar para pengurus DPD Perindo Simalungun tidak langsung berpuas diri dengan capaian yang ada saat ini. Raihan 4 kursi DPRD Simalungun menurut Rudi harus menjadi pemacu untuk meraih lebih banyak lagi suara.

Apalagi di pemilu legislatif mendatang, Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesodibjo telah memasang target yang tinggi. Target yang menutut kerja keras dari seluruh pengurus di seluruh tingkatan

“Ketua Umum kita menargetkan peningkatan jumlah anggora legislatif sekitar 6 kali lipat dari 408 menjadi 2500 anggota DPRD di seluruh Indonesia. Tentu ini bukan pekerjaan ringan, tapi bagaimana kita serius mencapai hal tersebut,” kata Rudi.

Target yang sangat optimis dari Ketua Umum, kata Rudi harus menjadi pemicu dan pemacu semangat bagi mereka sehingga nantinya Sumut bisa memberikan kontribusi yang besar.

“Saat ini posisi Sumut merupakan salah satu kekuatan partai yang besar di Indonesia. Itu merupakan tanggungjawab kami, makaya dari awal tahun, kita sudah menyiasati dengan membenahi struktur DPD, yang tadinya dari 15 orang, sekarang malah ada 30, 37 dan ada yang 93,” ungkap beliau.(As)

Medanoke.com-Medan, Cerita maut kembali menyeruak dari sel Polrestabes Medan. Setelah kematian tragis Hendra Syahputra, tahanan kasus cabul pada akhir November lalu, petaka yang sama dialami Zailani (47) yang baru meringkuk di sel Polrestabes Medan. Ini kisahnya.

Zailani alias Zai ditangkap pada Senin malam 11 Oktober 2021 dengan sangkaan kasus sabu-sabu. Laki 4 anak ini ditangkap di Lingkungan 1 Jalan Multatuli, Kecamatan Medan Maimun. Dari sini, tanpa surat penangkapan, Zai digelandang ke sel Polsek Medan Kota. Setidaknya, demikian pengakuan Ny. Veni (45). istri Zai.                                           

Nah, sampai penahanan Zailani kemudian dipindah ke sel Polrestabes Medan, Veni juga mengaku tak mendapat sepotong surat pemberitahuan pun dari polisi soal itu. Di sinilah lelaki ini disyaki  mengalami peristiwa sadis. “Waktu di (Polsek) Medan Kota, saya ada menemui dia dan dia mengaku sakit karena dia dipukuli di dalam (sel),” kata Veni, Senin (27/12/2021), terisak saat mengetahui kabar kematian sang suami.

Info dihimpun dari berbagai sumber di Mapolrestabes Medan menyebut, Zai ditemukan sekarat di selnya, Kamis (23/12/2021). Tubuhnya lalu dilarikan ke RS Bhayangkara Poldasu, Medan. Tapi sadisnya luka membuat nyawa Zai tak lagi tertolong. Laki malang ini tewas, Minggu (26/12/2021).

Pantauan Medanoke.com, sejumlah luka lebam ditemukan di sekujur jasad Zai, terutama di leher dan punggung  Luka diduga akibat sulutan bara rokok juga ditemukan di tubuhnya. Soal kasus kali kedua tahanan tewas ini hingga Senin (27/12/2021) belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Medan. “Kami akan menuntut keadilan soal kematian saudara kami ini,” kata seorang kerabat Zai (alm), ditemui di rumah duka, Jalan Multatuli, Medan.

Diantar puluhan sahabat dan sanak saudara, jenazah Zailani dimakamkan di TPU  Mandailing, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Senin12/2021) siang. Wartawan media online ini masih terus menelusuri misteri kasus ini. (AmdM)

Medanoke.com-Medan, Panitia Natal Forum Wartawan Kejaksaan Sumatera Utara (Forwaka) Sumut 2021, menggelar kegiatan Safari Natal berupa sembako di Kelurahan Sidorejo II Kecamatan Medan Kota, Rabu(22/12/2021), sebagai wujud kasih terhadap sesama umat manusia.

Kegiatan sosial bertajuk Safari Natal Forwaka 2021 ini merupakan moment penting sebagai wujud kasih dan kepekaan sosial serta solidaritas tanpa membedakan suku dan agama demi terciptanya cara pandang hidup berdamai dan rukun ditengah derasnya perubahan arus globalisasi.

Kegiatan Safari Natal itu pun disambut hangat pihak keluarga dan warga sekitar yang menjadi sasaran kunjungan tim Safari Natal, seperti yang dialami keluarga Yusrida Lubis (43) salah satu diantara 7 keluarga penyewa kamar – kamar kontrakan di Kelurahan Sidorejo – Kota Medan, Sumatera Utara.

Ketua Panitia Natal Forwaka Sumut 2021, Tonijer Hutagalung didampingi Sekretaris Donald Panggabean bersama rombongan mengatakan kehadiran Tim Safari Natal Forwaka dalam rangka memberikan talih kasih kepada keluarga Yusrida Lubis (43).

Pasalnya, Aurisa Sinaga(6) penderita gangguan pernapasan (Bronkitis), anak bungsu pasangan pasangan Yudi Aurisa Sinaga dan Yusrida Lubis sebelumnya dirawat di RSU Pringadi Medan. Namun karena faktor himpitan ekonomi keluarga sehingga perawatan pemulihan kesehatan terkendala hingga tuntas.

Ibu berprofesi buruh tukang cuci rumah ke rumah kepada Forwaka menuturkan faktor himpitan ekonomi keluarga memaksanya untuk bekerja pontang panting hingga larut malam demi membutuhi kehidupan sehari – hari.

Namun dibalik kesibukannnya justeru penyesalan tiada guna, dimana kondisi kesehatan Aurisa lebih mengarah gejala gizi buruk, kurus melayang dan tidak berdaya, jauh dari kondisi anak seusianya, miris, cukup memprihatinka.

“Lima bulan terakhir kondisi kesehatan Aurisa menurun drastis hingga timbangannya 10 kg saat dirawat di RSU Pringadi Medan. Mungkin karena sibuk bekerja, saya lupa memperhatikan asupan makanan dan kata dokter anak saya ini gizi buruk. Bagaimana mau dibuat, gaji suami pun kadang hanya Rp 200.000 / bulan. Itupun kalau dikasih, belum lagi rumah kontrakan menunggak beberapa bulan, serba binggung “kata Yusrida Lubis .

Yusrida berharap perhatian Pemerintah Kota Medan lewat jajarannya dapat mempasilitasinya menjadi peserta layanan kesehatan maupun kelangsungan hidup mereka.

Meski demikian lanjutnya, Yusrida Lubis merasa bahagia dan terbantu atas pemberian talih kasih Safari Natal Forwaka tanpa memandang suku dan agama kami. Kelak Forwaka selalu hadir meringankan beban masyarakat kaum lemah.

Dan kami bersyukur atas sumbangsih riil dan terobosan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara IBN Wiswantanu dan seluruh jajarannya senantiasa dapat memberikan karya nyata  terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Kami tinggal disini sudah ada 5 tahun dan belum memiliki BPJS apapun. Untung saja ada tetangga yang baik selalu membantu kami. Kalau tidak mungkin kami sudah mati kelaparan. Cari pekerjaan pun sangat susah”terang Yusrida asal Desa Tomuan Kecamatan Siantar Timur Kota Pematang Siantar.

Menariknya, wajah sumringah Adinda Aurisa Sinaga serasa bahagia saat menerima pemberian tali kasih Kasi Penkum Yos A Tarigan berupa vitamin .

“Kami panitia perayaan Natal Forwaka Sumut 2021, ingin berbagi talih kasih tanpa memandang suku dan agama maupun status sosial. Sebab Jurnalis harus mencerminkan sikap rendah hati serta mengabdikan diri melayani masyarakat,”kata Toni didampingi pengurus.

Penanggung jawab Forwaka Sumut, Kasi Penkum Kejatisu Yos A Tarigan SH MH yang hadir mendampingi kegiatan sosial ini mengatakan, pihaknya akan mendorong upaya pemulihan kesehatan Aurisa Sinaga lebih maksimal dan meringankan beban keluarga.

“Kita sangat mendukung safari natal ini guna menjangkau layanan masyarakat kurang mampu yang selama ini luput dari perhatian publik. Untuk itu mari kita saling peduli sesama agar hal seperti ini tidak terulang kembali, kita sangat miris kalau masih ada anak gizi buruk di Sumatera Utara”tegas Yos disambut tangis haru Yusrida.(Asp)

SUSUNAN REDAKSI
Media Online
WWW.MEDANOKE.COM
Informasi di Tangan

Dewan Redaksi/Penasehat Hukum :
Mahmud Irsad Lubis S.H, M.H.

Direktur Utama

Pemimpin Redaksi/Umum/Penjab
Andri Syafrin

Pimpinan Perusahaan:
Andri Syafrin

Redaktur Pelaksana :
Puja

Redaktur :
Lumeri Sartika
Roy Bangun
Faisal Matondang

Redaksi
Shopia
Roy Bangun

Fikri

Sekretaris : Sri Haryati
Keuangan/SDM : Maya
Iklan dan Promosi : Devi

Kantor Redaksi dan Usaha
Jalan : Eka Suka 8 No 9
Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor
email : medanoke2019@gmail.com
Redaksi : 081269221451
Hotline Pemred : 081262444914
Facebook medanoke

Diterbitkan
PT. MEDIA CAHAYA BANGSA
BADAN HUKUM
KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA R. I.
No. : AHU.-02433308.AH.01.11.
NPWP
93.782.463.9-121.000

*** PERHATIAN. ***

Setiap Wartawan MEDANOKE.COM dalam menjalankan Tugas Jurnalistik harus bekerja berdasarkan Kode Etik Wartawan Indonesia yang dikeluarkan Dewan Pers.

Nama wartawan wajib dicantum namanya di Box Redaksi ini dengan dilengkapi dengan KARTU PERS dan Surat Tugas dari Pimpinan Redaksi yang masih aktif.

Bila ketentuan diatas tidak dipenuhi maka wartawan tersebut bukan tanggungjawab redaksi MEDANOKE.COM .
Bila ada yang mengaku wartawan MEDANOKE.COM mohon laporkan ke Redaksi.

Medanoke – Medan, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara siap membantu pelaku komoditi di Sumut dalam rangka memajukan rempah-rempah di Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara, Fadly Akbar Darus kepada wartawan, Sabtu (18/12/2021). Ia mengatakan bahwa dalam mendukung pelaku komoditi di Sumut tentunya bentuk dukungan tahapan ekspor diberikan. “Kita telah melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dan dinas-dinas pemerintahan. Untuk para pelaku komoditi, kami siap membantu.” ungkapnya.

Fadly menyampaikan GPEI Sumut juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait yaitu pihak beacukai dan lainnya untuk proses ekspor hasil bumi. Lanjut Fadly, pihaknya bersyukur acara hari rempah dan ekspor kemarin langsung dihadiri Wakil Presiden RI dan rombongan. “Ini menjadi semangat kami. Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Rempah berkolaborasi dengan stakeholder pemerintah dan perusahaan kemarin menjadi bentuk support yang luar biasa. Tidak hanya itu, pada kegiatan kemarin juga mendatangkan buyer dari beberapa negara seperti India, Japan, Belanda dan Timor Leste,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) yang juga Ketua Umum Kadin Sumatra Utara, Khairul Mahalli mengatakan bahwa dengan kegiatan seperti ini, maka Indonesia akan mengembalikan kejayan rempah-rempahnya. “Kita sangat mendukung kegiatan mengembalikan rempah Indonesia untuk mengembalikan kejayaan dahulu. saya mengharapkan tentunya atas nama dewan pengurus pusat, untuk gabungan perusahaan ekspor Sumut, agar betul-betul menggali potensi yang ada kita mencerdaskan para pelaku usaha, lalu memperdayakan, memasarkan produk dan tentunya optimalisasi pasar rempah ini untuk membumbui dunia,” katanya. “Pada kegiatan ini, kita melihat ada beberapa pembeli baik itu lokal maupun wisatawan mancanegara. Dan transaksi-transaksi ini untuk meningkatkan Devisa untuk Indonesia,” sambungnya mengakhiri.

Dalam peringatan hari rempah nasional yang jatuh pada Jumat (10/12/2021) kemarin, 25 komoditas perkebunan hasil bumi Indonesia tembus pasar internasional. Dari data yang dihimpun, 25 komoditas perkebunan yang tembus ekspor yakni cengkeh, palm kernel, jernang, kapulaga, karet, kayu karet, kelapa parut, kemenyan, kemiri, kolang kaling, kopi biji, kopi instan, kulit kayu manis, lidi, minyak sawit, nipah, palm kernel oil, palm kernel stearin, pinang biji, palm olein, santan kelapa, tembakau kering, desicated coconut dan shortening.

Sementara tujuan negara-negara ekspor meliputi Malaysia, Chili, Cina, Jerman, Jepang, Afrika Selatan, Taiwan, Vietnam, Filipina, India. Ukraina, Argentina, Spanyol, US, Korea Selatan, Belanda, Polandia, Thailand, Algeria, UAE, Pakistan, Haiti, Singapura, Mesir, Irak, Banglades dan Odessa. (As)