Dampak Virus Corona

Medanoke.com – Medan, Menghadapi pandemic Covid 19, sebagai Rumah Sakit Umum (RSU) rujukan Provinsi Sumatera Utara, Rs Martha Friska menyediakan 110 kamar, dengan fasilitas yang mencukupi untuk perawatan pasien dalam pendampingan (PDP). Hal ini diungkapkan oleh dr. Restuti Hidayani Saragih Sp.PD, K-PTI, FINASIM, M.H (Kes), Koordinator Medis dan Paramedis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Sumatera Utara, Jumat (10/4).

Bahkan untuk masyarakat lanjutnya tidak perlu kuatir akan kapasitas kamar dan juga pelayanan yang menurun. Karena menurutnya, RSU tersebut telah disiapkan sesuai standar dan di cek oleh Gubernur Sumatera Utara Edi Ramayadi secara langsung. Bahkan, petugas medis dan paramedic disediakan 24 jam untuk mengawasi dan menerima pasien yang sesuai alur rujukan.

“Sedangkan jika terjadi pelonjakan Pasien dan RS Martha Friska mendekati ambang batas kapasitas. Maka sesuai dengan rencana Gubenur akan dibuka calon-calon RS rujukan lainnya,”ujarnya. Sama seperti di RSUD GL Tobing, Tanjung Morawa yang telah lebih dahulu beroperasi. Kini telah menjalankan peralihan tim medis dan Paramedis yang bertugas, antara minggu ke 2 ke tim minggu ke 3. Hal itu juga menjadi system tugas paramedic di RSU Martha Friska.(*)

Medanoke.com – Medan,  Untuk menghadapi Pandemi Covid 19, Koordinator Medis dan Paramedis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Sumatera Utara, dr. Restuti Hidayani Saragih Sp.PD, K-PTI, FINASIM, M.H (Kes), Jumat (10/4), mengatakan setiap Orang Dalam Pantauan harus memahami alur rujukan agar dapat dirawat.

“ Untuk Pasien yang memiliki gejala, pihak Puskesmas dapat melaporkannya segera ke Rumah Sakit Umum Daerah melalui dokter untuk dapat dirujuk ke RS Martha Friska atau GL Tobing,”ujar dr Restuti.

Hal ini juga ditujukan kepada seluruh  Direktur di rumah sakit Provinsi Sumatera Utara.” Kepada tim penyakit infeksi emergency dan yang menangani Covid 19, sama dengan RS GL Tobing sebelumnya, alur rujukan harus berasal dari RSUD setempat atau swasta. Rujukan ke Rs Martha Friska seperti di GL Tobing yang telah lebih dahulu 7 hari lalu dibuka harus didahului dengan konfirmasi melalui Hotline di RS Martha Friska Multatuli oleh DPJPP (dokter Penanggung Jawab Pelayanan Pasien) dari RS rujukan asal ke tim jaga RS Martha Friska. Adapun no hotline 061 4149666 081362136822,”terangnya.

Lanjutnya, apakah puskemas tidak bisa melakukan rujukan langsung ke RS yang ditunjuk, jawabannya tidak bisa karena aturan ini sudah dibuat agar tidak terjadi kesimpang siuran.

“Puskesmas apabila dokternya ada mencurigai adanya PDP pada pasien yang ditanganinya, mohon agar puskesmas merujuknya ke RSUD setempat untuk dilakukan assessment atau dokter ahli di IGD. Di tempat tersebut akan dilakukan pengecekan secara fisik laboratorium dan juga foto dada. Setelah tiga hari akan bisa kita tentukan ia PDP atau tidak,”jelasnya. (*)

Medanoke.com – Medan, Gubernur Sumatera Utara, Eddy Rahmayadi, melalui siaran langsung yang disampaikan melalui jejaring social, telah menunjuk 2 Rumah Sakit umum (RSU) untuk menjadi rujukan Covid 19. Hal ini disampaikan oleh dr. Restuti Hidayani Saragih Sp.PD, K-PTI, FINASIM, M.H (Kes), Koordinator Medis dan Paramedis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Sumatera Utara, Jumat (10/4). RSU Martha Friska di Jalan Multatuli dan GL Tobing di Tanjung Morawa.

Rumah Sakit GL Tobing sudah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan sejak 2 April 2020 lalu hingga kini.” Laporan perkembangan di dua rumah sakit rujukan Covid 19 Provinsi Sumatera Utara, Yakni Rs Martha Friska Multatuli yang terletak di Jalan Multatuli dan RS GL Tobing di Tanjung Morawa. Rumah Sakit ini sebagai RS darurat yang dipersiapkan dalam beberapa hari dengan kondsi standar optimal dengan tenaga medis dan paramedic yang siap berjaga 24 jam dalam kurun waktu satu bulan kedepan dan kemudian untuk alat-alat pemeriksaan dan radiologi,”ujar dr. Restuti.

Untuk Jumlah Pasien yang sedang dirawat di RS Martha Friska saat ini, lanjutnya berjumlah 10 orang pasien. Dengan Keterangan pasien yang telah dilakukan Rapid tes dari hari paparannya lebih kurang 7 hari berjumlah 7 orang dengan hasil rapid tes + (positif).

Untuk kapasitas RS Martha Friska sendiri berjumlah 110 Kamar dilengkapi dengan Ruang ICU, Ruang Gawat Darurat dan non ICU dengan standar isolasi tekanan negatif.(*)

JAKARTA – Virus Corona telah memberikan pengaruh yang cukup besar pada perekonomian global juga Negara Tirai Bambu. Dan dalam dunia perdagangan International, China sebagai negara yang berpengaruh besar kepada Indonesia.

Penurunan pertumbuhan ekonomi yang dialami China diperkirakan akan berpengaruh bagi Indonesia. Direktur PT Anugerah Megah Investama Hans Kwee menyatakan jika China mengalami penurunan 1% pada pertumbuhan ekonomi, sedangkan Indonesia turun 0,3% sampai 0,4%.

“Bila terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi China 1% kami perkirakan ekonomi Indonesia bisa turun 0,3% – 0,4% pada tahun ini,” ujar Hans Kwee.

“Impor dari China sebagian merupakan bahan baku dan alat produksi sehingga bila dampak virus korona berlangsung lama akan cukup merugikan,” Lanjut Hans Kwee yang menerangkan jika total impor Indonesia dari China sebesar Rp611 triliun atau USD44,6 miliar, yang setara dengan 30%.

Seperti diketahui, total ekspor Indonesia ke negara tirai bambu pada 2019 sebesar Rp353,5 triliun atau USD25,8 miliar. Angka ini setara dengan 16,7% dari total ekspor.(*)