polisi

Medanoke.com – Deliserdang, Sempat beredar video sekelompok pria mengerubungi polisi di media sosial. Polisi yang mengenakan seragam lengkap tersebut terlihat di intimidasi mereka dengan nada berteriak sambil menunjuk-nunjuk polisi itu. Petugas pun turun tangan dan menangkap pria dalam video tersebut.

Dalam video, Kamis (7/5/2020), menampilkan sejumlah pria berteriak kepada seorang anggota polisi. Salah seorang pria memakai baju hitam tampak membentak, sambil menunjukkan jarinya ke polisi tersebut.

Pria berbaju hitam itu juga meminta sang polisi untuk menandai mukanya. “Kau tandai mukaku!” ucap pria berbaju hitam.

Sementara pria lainnya yang memakai kacamata, menanyakan perihal polisi tersebut sebagai apa di tempat itu.

“Saya tanya Anda sebagai apa?” tanya pria berkacamata.

“Polisi,” jawab anggota polisi tersebut.

“Saya tahu Anda sebagai polisi. Dalam keadaan ini Anda sebagai apa?” tanya pria itu lagi.

“Mengamankan masyarakat,” ujar polisi.

Medanoke.com – Video Viral Polisi di Intimidasi Preman.(*)

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di kawasan Sei Belumai Hilir, Tanjung Morawa Deli Serdang. Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi menyebutkan telah menangkap salah seorang pria yang ada di video tersebut. Pihaknya pun, akan mengejar pria lainnya.

“Seorang pelaku sudah kita tangkap dan pelaku lainnya masih kita kejar. Perbuatan para pelaku sudah meresahkan masyarakat, kita akan proses tuntas sampai ke pengadilan,” kata Kombes Yemi Mandagi kepada wartawan.

Medanoke.com – Medan, Sudah jatuh tertimpa tangga hal ini tengah merundung nasib Maya Dipa ketika mendapati istrinya Yati Uce dalam keadaan dianiaya dengan mata memar dan leher bekas cekikan. Penganiayaan itu didapati Yati setelah ia dtuduh melakukan penggelapan dana di tempat ia bekerja. Tidak terima dengan hukum yang dipaksakan tersebut ia pun mendatangi KAUM (Kantor Advokat Alumni UMSU) di kantor yang berada di Jalan Waringin No 29 A/ 30 CC untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Medanoke.com – KAUM tim Advokasi Yati Uce, Perempuan Yang Menjadi Korban Penganiayaan Pengusaha.(*)

Tindakan kriminal ini disinyalir dilakukan oleh MI dan WA (Inisial,red) yang merupakan anak dari Pengusaha multi bisnis. Maya Dipa merasa sangat terpukul atas tindakan yang dilakukan terhadap istrinya. Seakan melupakan HAM dan Azas Praduga tak bersalah kedua anak orang berpengaruh ini diduga main hakim sendiri.

“Suami Yati datang ke KAUM dan mengadu jika istrinya Yati Uce dituduh menggelapkan uang ketika ia bekerja sebagai Kasir di SPBU Jalan H Anif,”ujar Mahmud Irsad Lubis di kantor KAUM, Kamis (06/05/2020).

Lanjut Irsad peristiwa itu terjadi Senin kemarin. Saat itu Yati diantarkan oleh suaminya Maya Dipa pada pukul 11.00 Wib untuk mengantarkan surat pengunduran diri setelah 5 bulan bekerja di SPBU tersebut. Atas surat resign tersebut Yati Uce di audit dan dituduh menggelapkan uang Rp 800 juta.

Namun selama berada di dalam kantor tersebut Maya Dipa pun mendapatkan kabar dari Yati jika ia disana mendapatkan intimidasi dan juga tekanan. “Ketika Dipa mencoba masuk kedalam mencari keberadaan istrinya ia dihadang dan dilarang masuk oleh penjaga,”ujar Irsad.

Tak kunjung kembali hingga pukul 00.00 Wib Dipa dan mertuanya terus mencoba menghubungi Yati Uce namun handphone tersebut sudah tidak aktif. Sampai keesokan harinya pada pukul 06.00 Wib keluarga mendapat kabar dari Yati jika ia telah dijebloskan ke penjara Polrestabes Medan.

“Sekitar pukul 06.00 Wib dihubungi Yati Uce suaminya Dipa menggunakan handphone orang penjara. Dan mengatakan jika ia telah berada di Polrestabes Medan. Ia dipaksa untuk mengakui perbuatan tersebut dan mendapatkan penganiayaan dan pemukulan di mata sebelah kanan oleh MI,”papar Irsad.

Lanjutnya, Ia dipaksa mengaku menggelapkan uang agar dibebaskan ketika di Polres. Tas, Handphone, ATM, buku nikah dan kunci Yati Uce juga ditahan oleh MI dan WA. Atas kondisi ini KAUM mengaku akan melakukan upaya hukum terhadap istri Maya Dipa yang dianiaya.

” Jelas ini tindakan main hakim sendiri dan adanya upaya pencurian terhadap barang-barang Yati selaku korban,”Pungkas Irsad.(*)

Medanoke.com – Medan, Oknum berseragam Polisi lalu lintas (Polantas) di Medan diduga melakukan pungli ke pengguna jalan viral di media sosial. Oknum polisi yang diduga melakukan pungli itu kini diperiksa di Polrestabes Medan.

Terlihat Sabtu (11/4/2020), tampak ada seorang Polantas yang memberhentikan mobil berwarna putih di jalanan. Terdengar ada suara yang menyebut video itu direkam di Medan dan oknum polisi tersebut meminta uang.

“Mobil kami tadi sudah disetop sama dia, meminta uang,” ujar perekam video itu. Namun, untuk kapan terjadi insiden tersebut direkam tidak dijelaskan. Dimana dalam rekaman oknum polisi tersebut terlihat menunggu pengendara mobil turun.

Oknum Polantas tersebut pun langsung didorong oleh pengendara mobil berwarna putih. Menurut pengendara yang mengenakan kaos biru polisi tersebut telah berkata kasar dan juga meludahinya berkali-kali. “lihat ini ludahnya saja masih ada di pipi saya,”ujar pria tersebut sambil keluar mengeluarkan handphone dan merekam aksi polisi. Mendapati hal itu oknum Polantas tersebut kemudian membalas memegang ponsel seperti merekam.

“Videokan aja, tadi ada saya videokan juga. Betul-betul, viralkan, tanpa ada razia, tolong viralkan bang, viralkan, viralkan bang, ini suap ada video samma saya,” ucap perekam video itu.

Berselang beberapa saat, petugas lain terlihat datang mengendarai sepeda motor dan baju bebas, sembari warga yang kebetulan melintas langsung berkerumun di lokasi melihat kejadian tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan oknum yang ada dalam video itu adalah Bripka RS. Dia menyebut RS merupakan personel Unit Lantas Polsek Medan Timur.

“Yang bersangkutan saat ini sedang diperiksa unit Paminal Polrestabes Medan guna dihadapkan kepada Wakapolrestabes Medan dan akan dilakukan pendalaman dari video tersebut,” ucap Tatan.

Tatan mengatakan oknum tersebut bakal diberi sanksi jika terbukti bersalah. Dia juga berterima kasih terhadap masyarakat yang melaporkan jika ada dugaan oknum polisi yang melakukan tindakan melanggar aturan.(*)